Ini Cara Orang Tua Mendampingi Anak Menghadapi Bullying di Sekolah dengan Bijak

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 28 April 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Menghadapi bullying di sekolah sering menjadi situasi yang tidak mudah, baik bagi anak maupun orang tua. Tidak semua anak mampu langsung menceritakan apa yang dialaminya sehingga kondisi ini kerap berlangsung tanpa disadari. Di sisi lain, orang tua juga bisa merasa bingung harus merespon seperti apa, terutama ketika ingin melindungi anak tanpa memperburuk situasi.

Pendekatan yang dilakukan sebaiknya tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada kondisi emosional anak. Memberikan ruang bagi anak untuk merasa aman dan didengar menjadi langkah awal yang penting. Dilansir dari KidsHealth.org, dukungan emosional dari orang tua dapat membantu anak merasa lebih kuat dalam menghadapi tekanan sosial termasuk ketika mengalami bullying.

Selain itu, setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam merespon situasi yang dihadapinya. Dilansir dari HopkinsMedicine.org, pendampingan yang efektif biasanya melibatkan kombinasi antara empati, komunikasi yang baik, dan langkah yang terarah. Dengan pendekatan yang lebih tenang dan konsisten, anak dapat merasa lebih didukung tanpa merasa tertekan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mengapa Bullying Berdampak Besar pada Rasa Percaya Diri Anak

Beberapa anak mungkin menjadi lebih pendiam, menghindari interaksi sosial, atau menunjukkan perubahan perilaku di rumah (Sumber: Pexels.com)

Bullying dapat memengaruhi cara anak melihat dirinya sendiri. Ketika seorang anak berulang kali menerima perlakuan negatif seperti ejekan atau perundungn maka hal tersebut bisa membuat anak mulai meragukan dirinya. Rasa tidak nyaman yang terus terjadi perlahan dapat menurunkan tingkat kepercayaan diri terutama jika anak belum memiliki cara untuk mengelola emosi dengan baik.

Dampak ini seringkali tidak langsung terlihat. Beberapa anak mungkin menjadi lebih pendiam, menghindari interaksi sosial, atau menunjukkan perubahan perilaku di rumah. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa memengaruhi cara anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk di sekolah.

Selain itu, pengalaman bullying juga dapat membuat anak merasa tidak aman. Anak mungkin menjadi lebih berhati-hati dalam bergaul atau kesulitan untuk percaya pada orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa bullying bukan hanya masalah sesaat, tetapi dapat memengaruhi perkembangan emosional secara keseluruhan.

Memahami dampak ini menjadi penting agar pendampingan yang diberikan tidak hanya berfokus pada situasi yang terjadi, tetapi juga pada kondisi emosional anak. Dengan begitu, upaya yang dilakukan dapat membantu anak membangun kembali rasa percaya dirinya secara perlahan.

3 dari 3 halaman

Panduan Menangani Situasi Bullying yang Dihadapi Anak

Menghadapi bullying membutuhkan pendekatan yang tenang dan tidak terburu-buru (Sumber: Pexels.com)

Menghadapi bullying membutuhkan pendekatan yang tenang dan tidak terburu-buru. Pendampingan yang tepat dapat membantu anak merasa lebih aman sekaligus memahami cara menghadapi situasi tersebut. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Membangun komunikasi yang terbuka

Memberikan ruang bagi anak untuk bercerita menjadi langkah awal yang penting. Ketika anak merasa didengar tanpa tekanan, ia akan lebih nyaman untuk mengungkapkan apa yang dialami. Hal ini dapat membantu orang tua memahami situasi dengan lebih jelas sebelum mengambil tindakan.

  • Memberikan dukungan tanpa menghakimi

Respon yang tenang dan penuh empati dapat membantu anak merasa tidak sendirian. Menghindari reaksi yang menyalahkan atau meremehkan pengalaman anak dapat menjaga kepercayaan anak terhadap orang tua.

  • Mengajarkan cara merespon dengan aman

Anak dapat dibimbing untuk menghadapi situasi dengan cara yang tidak memperburuk keadaan seperti menjauh dari situasi yang tidak nyaman atau mencari bantuan dari guru. Hal ini dapat membantu anak merasa lebih siap tanpa harus menghadapi konflik secara langsung.

  • Melibatkan pihak sekolah jika diperlukan

Jika situasi berlangsung terus-menerus, komunikasi dengan pihak sekolah dapat menjadi langkah yang perlu dilakukan. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.

  • Mendukung proses membangun kembali kepercayaan diri

Selain menangani situasi yang terjadi, penting untuk membantu anak merasa lebih percaya diri. Hal ini dapat dilakukan melalui dukungan positif, perhatian, serta aktivitas yang bisa membuat anak merasa mampu dan dihargai.

Langkah yang tenang dan konsisten dapat membantu anak merasa lebih didukung dalam menghadapi bullying. Dengan langkah yang tepat, situasi ini tidak hanya dapat diatasi, tetapi juga menjadi proses pembelajaran bagi anak dalam mengenali dan mengelola emosinya.