Anak Takut Naik Pesawat Saat Mau Liburan? Ini Cara untuk Menenangkannya

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 31 Agustus 2026, 15:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Perjalanan liburan yang seharusnya menyenangkan bisa terasa menegangkan ketika anak mulai menunjukkan rasa takut saat akan naik pesawat. Reaksi ini bisa muncul sejak di rumah, lalu meningkat saat tiba di bandara yang ramai dan penuh aktivitas.

Bagi anak, pengalaman terbang adalah sesuatu yang benar-benar baru. Banyak hal asing, mulai dari prosedur keamanan hingga suasana kabin yang dapat membuat mereka perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang tidak biasa.

Dilansir dari Healthline.com, rasa takut saat terbang sering berkaitan dengan perasaan kehilangan kontrol dan ketidakpastian terhadap situasi. Kondisi ini menjadi lebih kompleks pada anak karena mereka belum memiliki pemahaman penuh tentang apa yang sedang terjadi.

Selain itu, dilansir dari NYPost.com, anak juga rentan mengalami overstimulated akibat suara keras, perubahan tekanan, serta rutinitas yang tiba-tiba berubah. Kombinasi ini dapat memicu rasa cemas yang cukup intens.

Sahabat Fimela, dengan memahami kondisi ini dapat membantu orang tua untuk tidak langsung menganggap reaksi anak sebagai hal yang berlebihan, melainkan sebagai respon yang wajar terhadap situasi baru.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Penyebab dan Alasan Anak Merasa Takut Naik Pesawat

Perubahan rutinitas juga dapat berpengaruh pada kondisi emosional anak (Sumber: Pexels.com)

Kurangnya pengalaman sebelumnya menjadi salah satu alasan utama anak merasa takut. Tanpa referensi yang jelas, anak cenderung membayangkan situasi berdasarkan hal-hal yang belum tentu akurat.

Lingkungan pesawat yang sempit dan terbatas juga bisa membuat anak merasa tidak bebas bergerak. Kondisi ini berbeda dari kebiasaan sehari-hari sehingga dapat memicu rasa tidak nyaman.

Selain itu, sensasi fisik seperti suara mesin yang keras atau getaran saat lepas landas dapat mengejutkan anak. Tanpa penjelasan sebelumnya, pengalaman ini bisa terasa menakutkan.

Sahabat Fimela, perubahan rutinitas juga dapat berpengaruh pada kondisi emosional anak. Jadwal tidur, makan, hingga aktivitas yang berbeda dari biasanya dapat membuat mereka merasa tidak stabil.

Kurangnya komunikasi sebelum perjalanan seringkali membuat anak tidak siap secara mental. Ketika tidak tahu apa yang akan terjadi, rasa takut menjadi lebih mudah muncul.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah respon orang tua. Anak dapat menangkap emosi di sekitarnya sehingga ketegangan kecil yang ditunjukkan orang tua bisa ikut memengaruhi perasaan mereka.

3 dari 3 halaman

Langkah Sederhana untuk Menciptakan Rasa Aman pada Anak

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan (Sumber: Pexels.com)

Sebelum perjalanan dimulai, orang tua dapat membantu anak mempersiapkan diri secara mental dengan pendekatan yang sederhana. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Berikan penjelasan sederhana sebelum berangkat

Jelaskan proses perjalanan dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang akan terjadi.

  • Libatkan anak dalam persiapan perjalanan

Mengajak anak memilih barang atau menyiapkan tas sendiri dapat membuat mereka merasa lebih siap dan terlibat.

  • Ciptakan suasana yang tenang sejak di bandara

Pilih area yang tidak terlalu ramai dan beri waktu bagi anak untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

  • Gunakan distraksi untuk mengalihkan perhatian

Bawa mainan, buku, atau tontonan favorit agar anak lebih fokus pada hal yang menyenangkan.

  • Jaga komunikasi selama di pesawat

Jelaskan situasi seperti lepas landas atau turbulensi dengan cara yang sederhana agar anak tidak merasa bingung.

  • Berikan rasa aman melalui sentuhan

Menggenggam tangan atau memeluk anak dapat membantu menenangkan emosi mereka.

  • Validasi perasaan anak

Tunjukkan bahwa rasa takut yang mereka rasakan adalah hal yang wajar sehingga anak merasa dipahami dan tidak sendirian.