Inclusive Fashion: Bagaimana Brand Mulai Merancang untuk Semua Size

Hilda IrachDiterbitkan 29 April 2026, 23:35 WIB

ringkasan

  • Inclusive fashion merayakan keberagaman ukuran dan bentuk tubuh.
  • Permintaan konsumen mendorong merek untuk merancang pakaian untuk semua ukuran.
  • Tantangan seperti biaya dan konsistensi fit masih menjadi kendala dalam penerapan inklusivitas.

Fimela.com, Jakarta - Inclusive fashion adalah gerakan yang semakin berkembang dalam industri mode, merayakan keberagaman ukuran, bentuk tubuh, dan identitas. Gerakan ini bertujuan untuk membuat fesyen dapat diakses oleh semua orang, bukan hanya segelintir orang terpilih. Dengan meningkatnya permintaan konsumen dan kesadaran akan pentingnya inklusivitas, banyak brand mulai merancang pakaian untuk semua ukuran.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri fesyen telah mengalami perubahan signifikan. Dari ukuran XS hingga XL, banyak konsumen merasa terpinggirkan karena tidak ada pilihan yang sesuai dengan ukuran mereka. Studi menunjukkan bahwa ukuran rata-rata wanita Amerika telah meningkat dari 14 menjadi 18, namun banyak merek masih membatasi ukuran hingga 8 atau 10. Hal ini memicu gerakan untuk menciptakan inclusive fashion yang lebih beragam dan inklusif.

Brand-Brand terkemuka kini mulai menyadari bahwa merancang untuk semua ukuran bukan hanya sekadar tren, tetapi juga peluang pasar yang signifikan. Pasar pakaian plus-size global diperkirakan bernilai USD 311,44 miliar pada tahun 2023 dan akan terus tumbuh. Dengan memperluas rentang ukuran, merek dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan meningkatkan pendapatan mereka.

2 dari 5 halaman

Definisi dan Pentingnya Inclusive Fashion

Inclusive fashion tidak hanya tentang ukuran, tetapi juga tentang merayakan berbagai tipe tubuh dan identitas. Ini adalah pergeseran fundamental yang menjanjikan inovasi dan menciptakan lanskap fesyen yang lebih kaya. Menurut Michelle Chung, ahli inklusivitas, fashion adalah alat penting untuk ekspresi diri dan harus mencerminkan keberagaman masyarakat.

3 dari 5 halaman

Mengapa Merek Mulai Merancang untuk Semua Ukuran

  • Permintaan Konsumen yang Meningkat: Konsumen semakin vokal tentang harapan mereka terhadap merek untuk menjadi inklusif.
  • Peluang Pasar yang Signifikan: Pasar pakaian plus-size memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan.
  • Pergeseran Budaya dan Tanggung Jawab Etis: Masyarakat menghargai body positivity dan keberagaman, mendorong industri untuk beradaptasi.
4 dari 5 halaman

Tantangan dalam Menerapkan Size Inclusivity

Meski banyak merek mulai merancang untuk semua ukuran, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Biaya dan keahlian desain menjadi salah satu kendala utama. Merek tidak bisa hanya memperbesar desain yang sudah ada, tetapi perlu melakukan penyesuaian yang tepat agar tetap nyaman dan modis.

Konsistensi fit juga menjadi masalah, di mana banyak toko tidak menyediakan pilihan plus-size yang memadai. Selain itu, persepsi masyarakat terhadap inklusivitas sering kali skeptis, terutama jika merek hanya melakukan tokenisme dengan menampilkan model plus-size secara sporadis.

5 dari 5 halaman

Bagaimana Merek Merancang untuk Semua Ukuran

Beberapa merek telah mengambil langkah maju dengan memperluas rentang ukuran mereka. Misalnya, J.Crew menawarkan ukuran hingga US 24, sementara Universal Standard menyediakan ukuran dari 00 hingga 40. Merek seperti Ester Manas menggunakan desain inovatif yang dapat disesuaikan untuk mengakomodasi berbagai bentuk tubuh.

Selain itu, pemasaran yang inklusif juga menjadi fokus utama. Merek semakin menampilkan model dari berbagai etnis dan tipe tubuh dalam kampanye mereka. Dengan cara ini, mereka tidak hanya menjangkau lebih banyak konsumen, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dalam industri fesyen.