Lindungi dan Lepasliarkan Penyu di Nusa Penida, Seven Dreams Komitmen Dorong Pariwisata Berkelanjutan

Nabila MecadinisaDiterbitkan 05 Mei 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu sampah laut, kerusakan ekosistem pesisir, dan perlindungan satwa laut dilindungi, Seven Dreams A Pramana Experience menandai ulang tahun pertamanya dengan aksi nyata konservasi: melepasliarkan tujuh ekor penyu laut yang telah diselamatkan dan direhabilitasi, sekaligus melakukan penanaman terumbu karang di kawasan Nusa Penida.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan ulang tahun pertama resort, tetapi juga menjadi seruan bahwa industri pariwisata harus mengambil peran lebih besar dalam menjaga ekosistem laut Indonesia, khususnya di destinasi kepulauan yang menjadi tulang punggung pariwisata nasional.

Sebanyak tujuh ekor penyu laut yang dilepasliarkan merupakan jenis Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) dan Penyu Hijau (Chelonia mydas). Penyu-penyu tersebut ditemukan dalam kondisi rentan selama periode Februari hingga April 2026, mulai dari luka fisik, deformasi yang diduga berkaitan dengan sampah laut atau benturan perahu, kondisi lemah dan disorientasi, hingga infeksi yang memerlukan pemulihan.

 

2 dari 3 halaman

Menggandeng warga lokal

Kegiatan edukatif, mengajak para tamu dan anak-anak untuk berpartisipasi dalam aksi nyata pelestarian lingkungan sekaligus membangun koneksi yang lebih dalam dengan laut yang di inisiasi oleh Seven Dreams A Pramana Experience saat merayakan Ulang Tahun Pertamanya.

Proses penyelamatan dilakukan melalui kolaborasi dengan nelayan lokal, operator kapal, dan pemandu snorkeling yang menemukan penyu-penyu tersebut saat beraktivitas di laut maupun di wilayah pesisir seperti Telaga dan Banjar Nyuh. Setelah menjalani masa observasi dan rehabilitasi, penyu dengan ukuran karapas sekitar 37 hingga 56 sentimeter itu dinyatakan siap kembali ke habitat alaminya.

“Perayaan ulang tahun pertama ini kami maknai bukan hanya sebagai pencapaian bisnis, tetapi sebagai pengingat bahwa hospitality harus memberi dampak positif bagi manusia, budaya, dan lingkungan,” ujar I Wayan Suarsa, CEO Pramana Experience. “Melalui pelepasliaran penyu dan penanaman terumbu karang, kami ingin menunjukkan bahwa pariwisata dapat menjadi bagian dari solusi dalam menjaga laut Indonesia.”

Setelah pelepasliaran penyu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman terumbu karang yang melibatkan manajemen, staf, dan tamu yang menginap. Instalasi karang di bawah laut dilakukan dengan pendampingan ahli konservasi laut untuk memastikan proses penanaman berjalan sesuai metode yang tepat dan mendukung keberlanjutan ekosistem terumbu karang dalam jangka panjang.

Keterlibatan tamu dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari pendekatan Seven Dreams A Pramana Experience dalam membangun bentuk pariwisata yang lebih bertanggung jawab. Para tamu tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi juga diajak memahami tantangan lingkungan yang dihadapi laut Indonesia dan berpartisipasi dalam aksi pelestarian secara langsung.

Momentum ini sekaligus memperkuat posisi Nusa Penida sebagai destinasi yang tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena pentingnya kawasan ini bagi keberlanjutan ekosistem laut. Dengan tingginya aktivitas wisata bahari, kolaborasi antara pelaku industri pariwisata, masyarakat lokal, nelayan, operator kapal, pemandu wisata, dan ahli konservasi menjadi semakin penting.

 

3 dari 3 halaman

Selebrasi Anniversary

Ki-Ka) General Manager Island unit PT Pramana Experience, I Nengah Widiasa, CEO PT Pramana Experience, I Wayan Suarsa, Resort Manager Seven Dreams A Pramana Experience - I Wayan Garutma Utama, Wakil Direktur PT Seven Dreams - Yenny Sinta Dewi dan Owner Representative Seven Dreams Nusa Penida - I Nyoman Widana Saat Malam Perayaan 1 Tahun Seven Dreams A Pramana Experience.

Sebelumnya, pada 1 Mei 2026, Seven Dreams A Pramana Experience menggelar perayaan ulang tahun pertamanya melalui pengalaman bersantap khusus, pertunjukan tari Panyembrama, dan hiburan live. Acara tersebut dihadiri oleh I Wayan Suarsa selaku CEO Pramana Experience, I Nengah Widiasa selaku Corporate GM Cluster Island Pramana Experience, I Komang Widana selaku Owner Representative Seven Dreams A Pramana Experience, dan I Wayan Garutma Utama selaku Resort Manager Seven Dreams A Pramana Experience, bersama keluarga besar resort serta tamu undangan.

“Selama satu tahun perjalanan Seven Dreams A Pramana Experience, kami belajar bahwa pengalaman menginap yang berkesan harus berjalan berdampingan dengan tanggung jawab terhadap alam dan komunitas lokal,” ujar I Wayan Garutma Utama, Resort Manager Seven Dreams A Pramana Experience. “Kami berharap aksi kecil ini dapat menginspirasi lebih banyak pelaku pariwisata untuk menjadikan konservasi sebagai bagian dari operasional sehari-hari.”

Hal senada disampaikan Owner Representative Seven Dreams Nusa Penida - I Nyoman Widana dimana Komitmen ini bukan langkah pertama. "Sebelumnya, Seven Dreams A Pramana Experience juga telah melakukan pelepasliaran 7 ekor penyu saat grand opening sebagai bagian dari pesan awal bahwa keberadaan resort harus berjalan berdampingan dengan pelestarian alam" ujar Widana. "Melalui momentum ulang tahun pertama ini, Seven Dreams menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penyelamatan, rehabilitasi, dan pelepasliaran penyu secara berkelanjutan setiap tahun, sebagai kontribusi nyata terhadap perlindungan satwa laut dan masa depan ekosistem pesisir Nusa Penida" harapnya.

Melalui inisiatif ini, Seven Dreams A Pramana Experience menegaskan komitmennya untuk mengintegrasikan hospitality, budaya lokal, dan keberlanjutan dalam satu pengalaman yang bermakna. Perayaan ulang tahun pertama ini menjadi simbol bahwa masa depan pariwisata Bali dan Indonesia perlu bergerak menuju model yang tidak hanya mengejar kunjungan, tetapi juga menjaga daya dukung alam.