Mengenal Cross Dressing dalam Dunia Fashion, Ekspresi Gaya yang Kian Populer

Nabila MecadinisaDiterbitkan 10 Mei 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dunia fashion terus berkembang dan menghadirkan berbagai bentuk ekspresi diri yang semakin beragam. Salah satu konsep yang kini semakin banyak diperbincangkan adalah cross dressing, yakni gaya berpakaian dengan mengenakan busana yang secara tradisional identik dengan gender berbeda.

Dalam industri mode modern, cross dressing tidak lagi sekadar dianggap sebagai bentuk kontroversi, melainkan bagian dari kebebasan berekspresi dan eksplorasi identitas personal. Banyak desainer hingga selebritas dunia mulai menghadirkan tampilan fashion yang menabrak batas gender konvensional.

Konsep cross dressing sebenarnya telah lama hadir dalam sejarah fashion dan budaya populer. Pada era tertentu, perempuan mulai mengenakan setelan jas dan celana panjang sebagai simbol emansipasi. Sebaliknya, sejumlah pria tampil percaya diri menggunakan rok, aksesori feminin, hingga riasan wajah dalam berbagai ajang mode internasional.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Gaya fashion genderless

Ekspresikan gaya fashion dengan konsep cross dressing.

Tren ini semakin berkembang seiring munculnya gaya genderless fashion atau busana tanpa batas gender. Potongan oversized, blazer longgar, rok pria, hingga penggunaan warna-warna lembut kini semakin umum digunakan tanpa memandang identitas gender pemakainya.

Di kalangan generasi muda, cross dressing juga dianggap sebagai cara untuk menunjukkan kreativitas dalam berbusana. Banyak content creator dan fashion enthusiast memadukan elemen maskulin dan feminin untuk menciptakan tampilan unik serta personal.

Meski begitu, konsep cross dressing masih sering disalahpahami oleh sebagian masyarakat. Padahal dalam konteks fashion, gaya ini lebih berkaitan dengan pilihan estetika dan ekspresi diri, bukan selalu tentang identitas gender ataupun orientasi seksual seseorang.

3 dari 3 halaman

Inklusivitas melalui berbagai koleksi unisex

Ekspresikan gaya fashion dengan konsep cross dressing.

Industri fashion global sendiri terus mendorong inklusivitas melalui berbagai koleksi unisex dan kampanye mode tanpa batas gender. Sejumlah rumah mode ternama bahkan mulai menghadirkan runway dengan konsep fluid fashion yang memperlihatkan kebebasan dalam memilih gaya berpakaian.

Dengan semakin terbukanya pandangan masyarakat terhadap keberagaman gaya, cross dressing kini menjadi bagian dari evolusi fashion modern yang menempatkan kenyamanan dan ekspresi diri sebagai elemen utama dalam berbusana.

 

Tag Terkait