Alasan Mengapa Saat Pagi Hari Banyak Orang BAB, Apakah Sehat?

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 11 Mei 2026, 12:48 WIB

ringkasan

  • Pagi hari sering dianggap waktu ideal untuk buang air besar karena aktivitas usus besar yang tinggi, dipicu oleh ritme sirkadian tubuh dan refleks gastrokolik setelah bangun tidur.
  • Meskipun tidak ada waktu "terbaik" tunggal, melatih tubuh untuk jadwal buang air besar yang teratur sangat penting untuk kesehatan pencernaan, didukung oleh konsistensi waktu tidur dan makan.
  • Faktor-faktor seperti diet kaya serat, hidrasi cukup, olahraga teratur, dan pengelolaan stres berperan besar dalam menjaga keteraturan dan kesehatan buang air besar.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa saat pagi hari banyak orang BAB? Fenomena ini sangat umum terjadi di kalangan banyak orang. Kebiasaan buang air besar di pagi hari seringkali menjadi bagian dari rutinitas harian yang tak terpisahkan.

Sebagian besar ahli gastroenterologi sepakat bahwa pagi hari adalah waktu yang paling umum dan seringkali ideal untuk proses penting ini. Mereka menyarankan bahwa waktu ini sangat mendukung kesehatan pencernaan kita. Ini bukan sekadar kebetulan semata, melainkan ada penjelasan ilmiah di baliknya.

Jadi, mengapa saat pagi hari banyak orang BAB dan apakah sehat? Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik kebiasaan ini. Kita akan mencari tahu bagaimana tubuh kita bekerja secara alami untuk mencapai pencernaan optimal.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Mengapa Pagi Hari Jadi Waktu Ideal untuk Buang Air Besar?

Pagi hari adalah waktu yang paling normal untuk buang air besar setelah tubuh memproses makanan semalaman. Banyak ahli gastroenterologi, seperti Kenneth Koch, MD, spesialis masalah pencernaan di Wake Forest Baptist Medical Center, menegaskan hal ini. Elana Maser, M.D., ahli gastroenterologi di The Mount Sinai Hospital, juga menjelaskan bahwa waktu ideal adalah hal pertama di pagi hari.

Salah satu alasan utama adalah ritme sirkadian tubuh kita, yaitu jam internal 24 jam yang mengatur berbagai fungsi biologis, termasuk pencernaan. Usus besar memiliki aktivitas yang jauh lebih banyak di siang hari dibandingkan malam hari, dengan puncaknya terjadi sekitar waktu bangun tidur. Ini menjelaskan mengapa saat pagi hari banyak orang BAB.

Saat Anda tidur, usus kecil dan usus besar bekerja keras memproses makanan yang dikonsumsi sehari sebelumnya. Sistem pencernaan memiliki waktu yang cukup untuk menyerap nutrisi dan mendorong limbah ke usus besar. Proses inilah yang mempersiapkan tubuh untuk "pembersihan" di pagi hari.

Sekitar 30 menit setelah bangun tidur, sistem pencernaan akan mengirimkan sinyal yang memicu dorongan untuk buang air besar. Bangun tidur dan makan tak lama setelahnya mengaktifkan refleks gastrokolik, yang membantu mendorong isi melalui usus besar tanpa banyak usaha. Ini adalah mekanisme alami tubuh yang sangat efisien.

3 dari 5 halaman

Melatih Tubuh untuk Jadwal BAB yang Teratur dan Sehat

Meskipun pagi hari seringkali ideal, tidak ada satu waktu "terbaik" yang berlaku untuk semua orang. Ashkan Farhadi, MD, seorang ahli gastroenterologi di MemorialCare Orange Coast Medical Center, menekankan bahwa yang terpenting adalah memiliki kerangka waktu yang teratur. Frekuensi buang air besar dapat bervariasi dari tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu, asalkan teratur dan tidak menyebabkan ketidaknyamanan.

Sahabat Fimela dapat melatih tubuh untuk mengubah waktu buang air besar setiap hari dengan membiasakan diri duduk di toilet selama 10 hingga 15 menit pada waktu yang diinginkan. Penting untuk tidak mengejan atau memaksakan diri. Anda hanya mengatur ekspektasi di otak bahwa ini adalah "waktu buang air besar" Anda.

Setelah sekitar seminggu melakukannya secara konsisten, pada waktu yang sama setiap pagi, bahkan di akhir pekan, Anda kemungkinan akan mulai melihat perubahan. Usus besar sangat dipengaruhi oleh ritme sirkadian kita. Oleh karena itu, waktu bangun dan tidur yang konsisten, waktu makan yang teratur, serta gerakan harian membantu "melatih" usus.

Melatih kebiasaan ini adalah langkah penting untuk memastikan apakah sehat atau tidak kebiasaan BAB Anda. Dengan ritme yang teratur, tubuh akan lebih mudah mengenali sinyal dan bekerja secara optimal.

4 dari 5 halaman

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Buang Air Besar Anda

Kesehatan pencernaan dan keteraturan buang air besar sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sehari-hari. Diet yang kaya serat dari biji-bijian, buah-buahan, dan sayuran adalah kunci untuk menjaga keteraturan. Kacang-kacangan, misalnya, merupakan salah satu makanan kaya serat yang efektif melancarkan buang air besar.

Selain serat, hidrasi yang cukup juga sangat penting. Minum banyak air membantu serat dalam sistem pencernaan "mengembang," membuatnya bekerja lebih efektif, dan menjaga tinja tetap lunak.

Olahraga teratur adalah cara yang bagus untuk menjaga pencernaan tetap bergerak. Menggerakkan tubuh mengurangi waktu makanan di usus besar dan membantu mengatasi sembelit. Bahkan berjalan kaki 10 hingga 15 menit setiap hari dapat memberikan dampak positif.

Faktor lain seperti stres, usia, jenis kelamin, dan indeks massa tubuh (BMI) juga signifikan. Orang yang lebih muda, wanita, dan mereka dengan BMI lebih rendah cenderung memiliki frekuensi buang air besar yang lebih jarang. Memahami faktor-faktor ini membantu kita memahami mengapa saat pagi hari banyak orang BAB dan bagaimana menjaga kesehatan pencernaan.

5 dari 5 halaman

Jangan Abaikan Dorongan Alami Tubuh!

Ilustrasi toilet siram modern. (Unsplash/themacx)

Sahabat Fimela, sangat penting untuk tidak mengabaikan sinyal dari usus Anda. Mengabaikan dorongan untuk buang air besar dapat memperlambat refleks dari waktu ke waktu, membuat buang air besar menjadi tidak teratur dan lebih sulit untuk dimulai. Kebiasaan menunda ini bisa berdampak negatif pada kesehatan pencernaan jangka panjang.

Jika Anda secara teratur "menahannya" sampai waktu yang lebih nyaman, hal itu dapat menyebabkan sembelit seiring waktu. Ini karena tinja akan menjadi lebih keras dan kering, sehingga lebih sulit dikeluarkan. Oleh karena itu, segera respons panggilan alam tubuh Anda.

Frekuensi buang air besar yang sehat umumnya berkisar antara tiga kali sehari hingga tiga kali seminggu. Idealnya, proses buang air besar hanya membutuhkan beberapa menit, dan tentu saja tidak lebih dari 10-15 menit.

Duduk di toilet untuk waktu yang lama dapat memberikan tekanan yang tidak perlu pada pembuluh darah rektum, yang berpotensi menyebabkan ketidaknyamanan atau bahkan wasir. Jadi, perhatikan durasi Anda di toilet untuk menjaga kesehatan anus dan rektum.