Fimela.com, Jakarta - Di tengah derasnya arus tren mode global, Indonesia memiliki kekuatan yang tak lekang oleh waktu. Kekayaan wastra yang menyimpan sejarah, identitas, dan filosofi hidup. Salah satu yang paling ikonis adalah ulos, kain tradisional masyarakat Batak dari Sumatera Utara yang selama berabad-abad menjadi simbol kasih sayang, penghormatan, dan ikatan antarmanusia.
Hari ini, ulos tidak lagi hanya hadir dalam upacara adat atau tersimpan sebagai warisan keluarga. Wastra ini terus menemukan ruang baru untuk berkembang, bertransformasi, dan berbicara kepada generasi yang lebih luas, termasuk melalui dunia fashion modern.
Perjalanan ulos dari tradisi menuju panggung kreatif global inilah yang menjadi inspirasi utama BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, yang mengusung tema "Ulos Simetria".
Lebih dari Sekadar Kain Tradisional
Bagi masyarakat Batak, ulos bukan hanya selembar kain. Setiap helainya memuat makna yang mendalam tentang kehidupan, doa, cinta, dan penghormatan. Dalam berbagai ritual adat, ulos menjadi simbol pemberian restu sekaligus pengikat hubungan antargenerasi.
Keindahan ulos juga terletak pada proses pembuatannya yang sarat ketelitian. Teknik tenun tradisional yang diwariskan turun-temurun menghasilkan motif geometris yang khas, dengan perpaduan warna-warna yang kuat dan penuh karakter. Setiap motif memiliki cerita dan fungsi yang berbeda, menjadikan ulos sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan narasi.
Di era modern, pesona ulos justru semakin relevan. Banyak desainer mulai melihat ulos bukan hanya sebagai artefak budaya, tetapi juga sebagai medium kreatif yang mampu menjembatani tradisi dan inovasi.
Ulos Menjadi Inspirasi
Tepat satu bulan menjelang penyelenggaraannya, Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) resmi meluncurkan tema "Ulos Simetria" sebagai identitas utama BTN Indonesia Fashion Week 2026, yang akan berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Tahun ini, Provinsi Sumatera Utara hadir sebagai Official Theme, menghadirkan kekayaan budaya, wastra, pariwisata, hingga ekonomi kreatif daerah sebagai sumber inspirasi utama dalam perhelatan mode terbesar di Indonesia tersebut. Ketua Umum APPMI sekaligus Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, menegaskan bahwa Indonesia Fashion Week selama 14 tahun terus berupaya membangun ekosistem fashion nasional melalui kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, tema "Ulos Simetria" menjadi cara untuk menunjukkan bahwa warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk terus berkembang melalui inovasi dan menjadi bagian dari percakapan fashion dunia. Pemilihan ulos sebagai tema utama BTN Indonesia Fashion Week 2026 bukan tanpa alasan. Wastra ini dinilai memiliki kekuatan visual sekaligus filosofi yang mampu diterjemahkan ke dalam berbagai bentuk kreativitas modern.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sumatera Utara, Dedi Arian Rizki Siregar, menjelaskan bahwa melalui tema "Ulos Simetria", Sumatera Utara tidak hanya ingin menampilkan ulos sebagai produk budaya, tetapi juga sebagai representasi identitas, kreativitas, dan transformasi budaya yang relevan dengan perkembangan industri saat ini.
Pendekatan ini sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi para perajin, desainer, pelaku UMKM, serta industri kreatif daerah untuk memperkenalkan karya mereka kepada pasar nasional maupun internasional.
Warisan Budaya sebagai Penggerak Ekonomi Kreatif
Perjalanan ulos menuju panggung fashion modern juga menunjukkan bahwa budaya dan ekonomi kreatif dapat berjalan beriringan. Ketika wastra tradisional diolah dengan pendekatan kontemporer, lahirlah peluang baru bagi para pelaku industri, mulai dari perajin hingga desainer muda.
BTN Indonesia Fashion Week 2026 pun kembali memperkuat komitmennya sebagai platform yang mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem fashion, mulai dari kreator, pelaku usaha, pemerintah, hingga mitra internasional.
Sebagai Co-Host, Title Sponsor, dan Official Bank Partner untuk tahun ketiga berturut-turut, Bank BTN turut mendukung penguatan industri kreatif nasional melalui berbagai inisiatif kolaboratif yang mendukung pertumbuhan industri fashion dan UMKM Indonesia.
Selain itu, dimensi internasional juga diperkuat melalui kolaborasi berkelanjutan dengan Italian Trade Agency yang menghadirkan ASSOMAC untuk mendukung pengembangan industri kulit yang berkelanjutan dan meningkatkan daya saing industri kreatif Indonesia di pasar global.