Cara Bikin Kue Tetu Mandar: Resep Lembut, Legit, dan Praktis di Rumah

Tantiya Nimas NurainiDiterbitkan 02 Juli 2026, 09:11 WIB

Fimela.com, Jakarta - Kue Tetu adalah kudapan tradisional dari Suku Mandar di Sulawesi Barat yang dikenal lembut, lumer di mulut, dan bercita rasa legit. Ciri khasnya ada pada wadah berbentuk perahu kecil dari daun, sehingga kerap disebut Kue Perahu atau Kue Pelita. Di banyak keluarga, kue ini mudah dibuat di rumah dengan bahan yang sederhana.

Kue Tetu akrab hadir di berbagai hajatan keluarga sebagai simbol kebersamaan dan kerap menjadi takjil populer selama bulan Ramadan. Keunikan bentuk perahu juga merefleksikan kedekatan masyarakat Sulawesi dengan kehidupan maritim. Berkat kebiasaan merantau masyarakat Mandar, penganan ini menyebar luas di berbagai daerah di luar Sulawesi Barat.

Di sejumlah wilayah, Kue Tetu memiliki sebutan berbeda: kue pelita di Ternate, kue jojorong di Banten, kue popaco di Gorontalo, hingga kue lampu-lampu di Manado. Istilah “tetu” dalam bahasa lokal merujuk pada bentuk perahu kecil, sedangkan wadah tradisionalnya lazim dibuat dari daun pandan atau daun pisang yang dibentuk persegi panjang.

2 dari 6 halaman

Asal-Usul Mandar dan Ragam Sebutan

Penamaan Kue Perahu atau Kue Pelita merujuk pada bentuk wadahnya: perahu kecil dari daun yang dibentuk persegi atau persegi panjang. Di rumah-rumah, wadah daun ini menjadi ciri visual yang langsung dikenali ketika Kue Tetu disajikan.

Menurut buku Jejak-Jejak Mandar: Kamus, Sejarah, Kebudayaan dan Ensiklopedia Tokoh (Pustaka Ilalang, 2017), penganan ini merupakan ciri khas Suku Mandar. Masyarakat Mandar yang gemar merantau turut memperkenalkan Kue Tetu ke seluruh wilayah Sulawesi hingga ke Kalimantan.

Ragam penyebutan memperlihatkan adaptasi lintas daerah: kue pelita di Ternate, kue jojorong di Banten, kue popaco di Gorontalo, dan kue lampu-lampu di Manado. Di balik nama-nama tersebut, bentuk perahu tetap menjadi elemen penanda yang khas.

3 dari 6 halaman

Rasa, Tekstur, dan Cara Menikmati

Kue Tetu mengandalkan adonan dari tepung terigu, santan, dan gula yang menghasilkan tekstur lembut sekaligus lumer. Perpaduan manis-gurih menjadi karakter rasa utama, berpadu dengan aroma wangi daun pandan dari wadahnya.

Gula yang dipakai dapat berupa gula merah maupun gula pasir. Aromanya dikenal wangi, gurih, sedikit asin, dan manis gula merah. Cara menikmati yang disarankan adalah menyendok hingga ke bagian dasar agar lapisan gula merah ikut terambil dan rasa manisnya menyatu.

Kue ini paling nikmat disantap dalam kondisi dingin. Banyak orang menyimpannya di lemari es terlebih dahulu untuk mendapatkan tekstur yang menyerupai agar-agar, tetap lembut namun lebih padat saat digigit.

4 dari 6 halaman

Resep Kue Tetu Rumahan: Bahan dan Takaran

Proses membuat Kue Tetu terbilang sederhana. Kunci hasil yang lembut dan legit ada pada adonan yang tercampur rata serta pengukusan yang stabil. Berikut bahan-bahan yang diperlukan sesuai takarannya.

Untuk Adonan Putih/Lapisan Encer:

  • Tepung terigu: 200-220 gram (sekitar 20 sdm)
  • Tepung beras: 20-50 gram (sekitar 2-4 sdm), opsional untuk kekenyalan
  • Santan: 600 ml - 1000 ml (kekentalan sedang hingga kental)
  • Gula pasir: 2-6 sdm (opsional, sesuai selera manis)
  • Garam: 1/2 - 1 sendok teh
  • Susu bubuk: 1 sachet (opsional, untuk rasa lebih gurih)

Untuk Isian:

  • Gula merah: 150-170 gram (disisir halus)
  • Gula pasir: secukupnya (sebagai alternatif isian)

Untuk Wadah:

  • Daun pandan besar: secukupnya (pilih yang tidak terlalu tua agar mudah dibentuk dan tidak robek)
  • Lidi atau stapler: untuk menyemat wadah
5 dari 6 halaman

Cara Membuat Kue Tetu di Rumah

Mulai dari membentuk wadah daun hingga mengukus adonan, setiap langkah berperan pada tekstur akhir. Gunakan api kecil saat mengukus dan pastikan uap air tidak menetes ke permukaan kue.

  1. Siapkan Wadah Daun Pandan (Perahu): Pilih daun pandan yang lebar, kuat, dan lentur, lalu bersihkan dari duri halus. Potong daun sekitar 15 cm. Lipat kedua ujung daun ke belakang hingga membentuk ruang persegi atau persegi panjang menyerupai perahu, kemudian sematkan dengan lidi atau stapler agar tidak lepas.
  2. Siapkan Isian Gula: Sisir gula merah hingga menjadi butiran kecil. Masukkan gula merah sisir (atau gula pasir) secukupnya ke dasar setiap wadah daun pandan yang sudah dibentuk.
  3. Buat Adonan Kue: Dalam wadah terpisah, campurkan tepung terigu, tepung beras, gula pasir (jika digunakan dalam adonan), garam, dan santan. Aduk rata semua bahan hingga tidak ada yang menggumpal, lalu saring adonan untuk memastikan tekstur yang halus.
  4. Isi dan Kukus: Panaskan kukusan. Tuang adonan cair ke dalam wadah daun pandan yang sudah berisi gula, namun jangan terlalu penuh. Masukkan wadah pandan yang sudah terisi adonan ke dalam kukusan. Kukus dengan api kecil selama sekitar 7-10 menit atau hingga matang dan mengental. Tutup kukusan dengan lap bersih agar uap air tidak menetes ke kue.
  5. Penyelesaian: Angkat kue dari kukusan dan tiriskan. Kue Tetu siap dihidangkan. Untuk sensasi yang lebih nikmat, dinginkan terlebih dahulu di dalam lemari es.
6 dari 6 halaman

Tip Mengukus dan Ide Isian

Beberapa penyesuaian sederhana membantu menghasilkan Kue Tetu yang lembut dan mulus. Perhatikan pemilihan daun, kebersihan adonan, serta kestabilan suhu kukusan.

  • Pemilihan Daun Pandan: Gunakan daun pandan yang tidak terlalu tua atau terlalu muda. Daun yang terlalu tua cenderung mudah sobek, sementara daun yang terlalu muda akan lembek dan kurang kokoh saat dibentuk.
  • Penyaringan Adonan: Saring adonan setelah semua bahan tercampur untuk menghindari gumpalan tepung sehingga tekstur akhir kue lebih halus dan lembut.
  • Proses Pengukusan: Jangan membuka penutup kukusan sebelum kue matang sepenuhnya. Kukus dengan api kecil agar panas merata dan adonan tidak terlalu bergejolak.
  • Variasi Isian: Selain gula merah atau gula pasir, bisa berkreasi dengan cokelat, keju, kacang-kacangan, atau buah-buahan.
  • Penyajian Dingin: Simpan di lemari es sebelum disajikan untuk sensasi segar dan tekstur lebih padat namun tetap lembut.