Shutdown Routine Bisa Jadi Kunci agar Pikiran Tak Terus Memikirkan Pekerjaan

Revania ImmanuelaDiterbitkan 01 Oktober 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah kamu pernah menutup laptop di akhir hari, tetapi tetap merasa seolah pekerjaan belum benar-benar selesai? Meski sudah berada di rumah atau menikmati waktu santai, pikiran masih saja kembali pada daftar tugas, notifikasi email, atau agenda pekerjaan untuk esok hari. Kondisi ini membuat waktu untuk istirahat terasa kurang maksimal karena sulit benar-benar "mematikan" mode kerja. Situasi seperti ini semakin sering dialami, terutama sejak banyak orang bekerja secara hybrid maupun work from home, di mana batas antara urusan kantor dan kehidupan pribadi menjadi semakin tipis.

Dilansir dari Cal Newport, penulis buku Deep Work, salah satu cara yang dapat membantu mengatasi kebiasaan tersebut adalah dengan menerapkan shutdown routine. Rutinitas sederhana ini dilakukan beberapa menit sebelum mengakhiri jam kerja dengan meninjau tugas yang telah selesai, mencatat pekerjaan yang perlu dilanjutkan, serta memastikan tidak ada hal penting yang terlewat. Langkah ini memberikan sinyal kepada otak bahwa pekerjaan untuk hari itu telah selesai sehingga tidak perlu terus dipikirkan sepanjang malam.

Menariknya, shutdown routine tidak memerlukan persiapan yang rumit atau waktu yang lama. Cukup luangkan sekitar lima hingga sepuluh menit di penghujung hari kerja untuk merapikan daftar tugas, menutup aplikasi kerja, dan menyiapkan rencana sederhana untuk esok hari. Kebiasaan kecil ini dapat membantu menciptakan batas yang lebih jelas antara waktu bekerja dan waktu pribadi, sehingga Sahabat Fimela bisa menikmati waktu untuk istirahat dengan lebih tenang, tidur lebih nyaman, dan memulai hari berikutnya dengan pikiran yang lebih fokus.

2 dari 3 halaman

Apa Saja yang Dilakukan dalam Shutdown Routine?

Shutdown routine dapat dimulai dengan beberapa langkah sederhana yang membantu menutup hari kerja dan mempersiapkan aktivitas untuk keesokan harinya. (Foto/Dok: Pexels)

Shutdown routine tidak memiliki aturan yang baku. Sahabat Fimela bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan jenis pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Namun, ada beberapa langkah sederhana yang dapat dijadikan kebiasaan sebelum benar-benar mengakhiri jam kerja.

Mulailah dengan mengecek daftar tugas yang sudah diselesaikan dan mencatat pekerjaan yang masih perlu dilanjutkan esok hari. Setelah itu, lihat kembali kalender atau jadwal untuk memastikan tidak ada rapat, tenggat waktu, atau janji penting yang terlewat. Cara ini membantu mengurangi kebiasaan terus mengingat pekerjaan saat sudah berada di rumah atau sedang bersantai.

Langkah berikutnya adalah menutup semua dokumen kerja, keluar dari aplikasi komunikasi kantor, lalu merapikan meja kerja jika memungkinkan. Aktivitas sederhana ini menjadi sinyal visual bahwa pekerjaan hari itu telah selesai. Sebagian orang bahkan memiliki kebiasaan kecil seperti mematikan laptop, mengganti pakaian, atau membuat secangkir teh sebagai penanda dimulainya waktu pribadi. Rutinitas sederhana tersebut dapat membantu tubuh dan pikiran beralih dari mode produktif ke mode relaksasi.

3 dari 3 halaman

Manfaat Shutdown Routine untuk Keseimbangan Hidup

Shutdown routine membantu menciptakan batas yang lebih jelas antara pekerjaan dan waktu pribadi, sehingga pikiran lebih tenang dan keseimbangan hidup lebih terjaga. (Foto/Dok: Pexels)

Menerapkan shutdown routine secara konsisten bukan berarti mengabaikan pekerjaan. Sebaliknya, kebiasaan ini membantu menciptakan batas yang lebih sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketika pikiran tidak lagi dipenuhi kekhawatiran tentang tugas yang belum selesai, waktu bersama keluarga, teman, atau diri sendiri pun terasa lebih berkualitas.

Selain membantu mengurangi stres, shutdown routine juga dapat membuat Sahabat Fimela lebih siap menghadapi hari berikutnya. Karena semua rencana sudah dicatat sebelumnya, kamu tidak perlu menghabiskan pagi hari dengan mengingat-ingat apa yang harus dikerjakan. Energi dan fokus pun bisa langsung digunakan untuk memulai pekerjaan yang benar-benar penting.

Agar kebiasaan ini bertahan lama, tidak perlu membuat ritual yang rumit. Pilih beberapa langkah sederhana yang mudah dilakukan setiap hari dan lakukan secara konsisten. Seiring waktu, otak akan mengenali bahwa rangkaian aktivitas tersebut merupakan tanda bahwa pekerjaan telah selesai. Dengan begitu, Sahabat Fimela bisa menikmati waktu istirahat tanpa terus-menerus memikirkan pekerjaan, sekaligus menjaga produktivitas dan keseimbangan hidup dalam jangka panjang.

Penulis: Revania Immanuela