Tren Busana Hewan Peliharaan yang Menggemaskan, Dirancang Layaknya Baju Manusia

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 25 Juli 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Jika dulu pakaian untuk hewan peliharaan identik dengan kostum lucu yang hanya dikenakan saat momen tertentu, kini ceritanya berbeda. Seiring berkembangnya tren pet humanization, di mana anabul dianggap sebagai bagian dari keluarga, busana hewan peliharaan ikut berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Tak sedikit pet parent yang kini memilih pakaian untuk anabul dengan pertimbangan yang sama seperti saat membeli busana untuk diri sendiri. Mulai dari desain, bahan, kenyamanan, hingga fungsi menjadi aspek yang diperhatikan. Bahkan, tren matching outfit antara pemilik dan hewan peliharaan pun semakin populer di media sosial, memperlihatkan bagaimana dunia fashion kini juga merangkul para sahabat berbulu.

Fenomena tersebut turut mendorong berkembangnya industri pet fashion di berbagai negara, termasuk Indonesia. Busana hewan peliharaan kini tidak lagi dipandang sekadar aksesori pelengkap, tetapi menjadi bagian dari industri kreatif yang menggabungkan estetika, inovasi, dan pemahaman terhadap kebutuhan hewan.

 

2 dari 3 halaman

Merancang Busana Anabul Ternyata Tidak Sesederhana yang Dibayangkan

Intip tren busana untuk anabul yang dirancang layaknya busana untuk manusia (Clawset)

Meski terlihat mungil, merancang pakaian untuk hewan peliharaan memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan pakaian manusia, desainer harus memahami anatomi tubuh hewan, pola gerak, hingga material yang aman agar tidak mengganggu aktivitas maupun kesehatan mereka.

Karena itu, pet fashion bukan sekadar membuat pakaian yang terlihat lucu. Desain harus tetap memberikan ruang gerak yang nyaman, tidak membatasi langkah, serta menggunakan bahan yang lembut dan aman untuk kulit maupun bulu hewan.

Deputy Director of Academic Programs ESMOD Jakarta, Guillaume Oger, mengatakan bahwa proses mendesain pakaian untuk hewan peliharaan justru membuka perspektif baru bagi para calon desainer.

"Merancang pakaian untuk hewan peliharaan menuntut pemahaman mengenai anatomi, pergerakan, kenyamanan, hingga keamanan material. Tantangan ini membuka peluang baru bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi bidang desain yang terus berkembang," ujarnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kreativitas dalam dunia mode kini tidak hanya ditujukan untuk manusia, tetapi juga mempertimbangkan kenyamanan hewan sebagai pengguna utama.

 

3 dari 3 halaman

Industri Pet Fashion Terus Berkembang

Intip tren busana untuk anabul yang dirancang layaknya busana untuk manusia (Clawset)

Meningkatnya minat masyarakat terhadap pet lifestyle membuat berbagai produk pendukung ikut berkembang, mulai dari tempat tidur, stroller, aksesori, hingga busana.

Melihat potensi tersebut, brand pet fashion asal Thailand, CLAWSET, berkolaborasi dengan ESMOD Jakarta menghadirkan Pawfect Style Match, kompetisi desain pet fashion yang ditujukan bagi mahasiswa fashion.

Berbeda dengan kompetisi desain pada umumnya, program ini tidak hanya mencari karya terbaik, tetapi juga memperkenalkan peluang karier baru di industri pet lifestyle. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai tren pet fashion global, karakteristik pakaian hewan peliharaan, hingga peluang bisnis yang terus berkembang.

"Kami percaya pet fashion layak mendapatkan tingkat kreativitas, kualitas craftsmanship, dan perhatian terhadap detail yang sama seperti fashion untuk manusia. Melalui kolaborasi bersama ESMOD, kami ingin menginspirasi lebih banyak desainer muda untuk melihat besarnya potensi industri pet di Indonesia," ujar Greta Christina, Country Manager PT Fashionwise Venue Indonesia.

Sebanyak 11 finalis kemudian menampilkan karya mereka dalam sebuah peragaan busana yang memperlihatkan bagaimana busana untuk hewan peliharaan kini dirancang dengan konsep yang semakin matang. Penilaian tidak hanya melihat estetika, tetapi juga aspek fungsi, keamanan, kenyamanan, hingga potensi desain untuk diproduksi secara komersial.

Menariknya, proses penjurian turut melibatkan praktisi fashion, akademisi, dan dokter hewan untuk memastikan setiap rancangan tetap mengutamakan kesejahteraan hewan.