Money Diary, Cara Mudah Bikin Pengeluaran Bulanan Lebih Terpantau

Revania ImmanuelaDiterbitkan 22 Agustus 2026, 19:50 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernah merasa uang baru masuk rekening, tetapi tahu-tahu sudah tinggal sedikit? Padahal rasanya tidak membeli sesuatu yang terlalu mahal. Kalau pernah, mungkin sudah waktunya mencoba money diary, cara sederhana untuk mencatat setiap pengeluaran bulanan.

Dilansir dari NerdWallet, mencatat pengeluaran secara rutin dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas tentang ke mana uang digunakan. Pengeluaran bulanan juga bisa dikelompokkan ke dalam beberapa kategori seperti kebutuhan, keinginan, serta tabungan atau pembayaran utang.

Money diary pada dasarnya mirip seperti jurnal, tetapi yang dicatat bukan kegiatan harian melainkan aktivitas keuangan. Setiap kali mengeluarkan uang, kita menuliskan nominal, kebutuhan atau barang yang dibeli, dan bila perlu cara pembayarannya.

Misalnya, hari Senin kamu mengeluarkan Rp25 ribu untuk kopi, Rp15 ribu untuk transportasi, dan Rp40 ribu untuk makan siang. Semuanya dicatat. Begitu juga ketika membeli skincare, membayar langganan aplikasi, memesan makanan online, hingga melakukan transaksi kecil yang sering terasa sepele.

Tujuannya bukan membuat diri sendiri merasa bersalah setiap kali mengeluarkan uang. Justru, money diary membantu kita melihat kebiasaan finansial dengan lebih jujur. Dari catatan tersebut, kita bisa mulai menyadari pengeluaran apa yang paling sering muncul dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi.

Dengan begitu, mengatur keuangan terasa lebih realistis karena dimulai dari kebiasaan yang benar-benar terjadi sehari-hari, bukan sekadar perkiraan.

2 dari 3 halaman

Cara Membuat Money Diary yang Gampang Dilakukan

Mulai money diary dengan cara simpel dan catat semua transaksi tanpa perlu membuatnya terasa seperti tugas yang rumit. (Foto/Dok: Magnific)

Membayangkan harus mencatat semua pengeluaran selama sebulan mungkin terdengar merepotkan. Padahal, money diary tidak harus dibuat rumit. Kuncinya justru konsisten mencatat setiap kali melakukan transaksi.

Pertama, pilih media yang paling nyaman. Bisa menggunakan notes di ponsel, buku kecil, spreadsheet, atau aplikasi pencatat keuangan. Tidak ada format yang benar-benar wajib. Yang penting, media tersebut mudah dibuka sehingga kita tidak malas mencatat.

Kemudian, buat beberapa kolom sederhana, misalnya tanggal, pengeluaran, nominal, kategori, dan keterangan. Kategori bisa dibuat sesederhana kebutuhan, transportasi, makanan, hiburan, belanja, atau lainnya.

Setelah itu, biasakan langsung mencatat setelah melakukan pembayaran. Jangan mengandalkan ingatan karena beberapa pengeluaran kecil justru sering terlupakan. Pembelian air mineral, ongkos transportasi, kopi, atau camilan mungkin terlihat tidak signifikan. Namun, kalau dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa menjadi cukup besar.

Money diary juga sebaiknya mencatat semua transaksi, bukan hanya pengeluaran besar. Dengan begitu, hasil akhirnya bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kebiasaan finansial selama satu bulan.

Supaya tidak terasa seperti pekerjaan rumah, kamu bisa menentukan waktu khusus untuk mengecek catatan, misalnya lima menit sebelum tidur. Kalau lupa mencatat sepanjang hari, luangkan waktu untuk mengecek riwayat transaksi di mobile banking atau e-wallet.

Tidak perlu langsung mengubah kebiasaan belanja. Untuk tahap awal, cukup amati dan catat. Biarkan money diary menjadi tempat untuk mengenali pola pengeluaran terlebih dahulu.

3 dari 3 halaman

Jangan Cuma Dicatat, Yuk Lihat Polanya

Setelah sebulan mencatat, saatnya membaca pola pengeluaran dan menemukan kebiasaan yang bisa diperbaiki.(Foto/Dok: Magnific)

Setelah money diary berjalan selama satu bulan, jangan buru-buru menghapus semua catatan. Justru, bagian paling menarik dimulai ketika kita melihat kembali ke mana saja uang digunakan.

Coba jumlahkan pengeluaran berdasarkan kategori. Misalnya, berapa banyak uang yang digunakan untuk makanan, transportasi, belanja, hiburan, hingga kebutuhan sehari-hari. Dari sini, biasanya mulai terlihat kategori mana yang paling banyak mengambil porsi pengeluaran.

Perhatikan juga pengeluaran yang muncul berulang kali. Bisa saja ternyata kopi setiap sore, ongkos transportasi tambahan, biaya langganan aplikasi, atau checkout kecil-kecilan menjadi salah satu penyebab pengeluaran membengkak.

Namun, bukan berarti semua pengeluaran tersebut harus langsung dipotong. Bedakan mana yang memang dibutuhkan dan mana yang sebenarnya bisa dikurangi. Misalnya, makan di luar sesekali mungkin tetap menjadi bagian dari hiburan. Yang penting adalah mengetahui seberapa sering dan berapa banyak uang yang digunakan untuk hal tersebut.

Kalau menemukan pengeluaran yang terasa terlalu besar, jadikan catatan bulan ini sebagai bahan evaluasi untuk bulan berikutnya. Kamu bisa membuat batas pengeluaran yang lebih realistis untuk kategori tertentu.

Money diary juga bisa membantu mengenali belanja impulsif. Ketika semua transaksi terlihat dalam satu catatan, kita bisa lebih mudah menyadari pembelian yang dilakukan karena tergoda promo, diskon, atau sekadar ingin checkout.

Penulis: Revania Immanuela