Memahami Baby Witching Hour, Saat Bayi Rewel di Malam Hari dan Cara Mengatasinya

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 27 Agustus 2026, 16:53 WIB

ringkasan

  • 'Baby witching hour' adalah periode rewel bayi di malam hari, biasanya antara pukul 18.00 hingga tengah malam, yang bisa berlangsung hingga tiga jam.
  • Fenomena ini umumnya dimulai sekitar usia 2-3 minggu, memuncak pada 6-8 minggu, dan mereda pada 3-4 bulan.
  • Penyebabnya meliputi kelelahan, stimulasi berlebihan, kelaparan (cluster feeding), masalah perut, percepatan pertumbuhan, dan ketidakmampuan bayi menenangkan diri.

 

Fimela.com, Jakarta - Bagi orangtua baru, menghadapi bayi yang tiba-tiba rewel dan sulit ditenangkan di penghujung hari bisa menjadi tantangan tersendiri. Fenomena ini dikenal sebagai 'baby witchiing hour', sebuah fase normal namun seringkali menguras energi. Ini adalah periode ketika bayi yang biasanya tenang menjadi sangat rewel atau sulit ditenangkan, seringkali terjadi setiap hari.

Periode ini umumnya mengacu pada waktu di malam hari, biasanya antara pukul 18.00 hingga tengah malam, ketika bayi baru lahir menjadi sangat rewel. Dilansir dari BabyCenter, Istilah jam rewel bayi merujuk pada periode waktu di malam hari – biasanya antara pukul 6 sore dan tengah malam – ketika bayi baru lahir terkenal sangat rewel. Meskipun disebut witching hour, periode rewel ini seringkali berlangsung lebih dari satu jam, bahkan bisa sampai tiga jam.

Fase rewel intens ini umumnya dimulai sekitar usia 2 hingga 3 minggu. Puncak rewel biasanya terjadi pada usia 6 hingga 8 minggu, di mana tangisan bayi cenderung paling intens. Orang tua mungkin akan melihat bayi mulai menunjukkan tanda-tanda ini sekitar pukul 5 sore dan berlangsung hingga 11 malam.

Kabar baiknya, fenomena ini umumnya mereda seiring bertambahnya usia bayi. Tangisan yang intens cenderung menurun pada saat bayi berusia 3 hingga 4 bulan, meskipun dalam beberapa kasus bisa berlangsung hingga 6 bulan. Selama witching hour, bayi mungkin menunjukkan peningkatan rewel dan tangisan, sulit ditenangkan, sulit tidur atau tidur siang yang singkat, sifat lengket (clinginess), pola makan yang rewel, atau cluster feeding.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Berbagai Alasan di Balik Tangisan Malam Hari

Tidak ada satu penyebab tunggal yang pasti untuk baby witching hour, namun beberapa faktor seringkali berkontribusi terhadap periode rewel ini. /copyright unsplash.com/Minnie Zhou.

Tidak ada satu penyebab tunggal yang pasti untuk baby witching hour, namun beberapa faktor seringkali berkontribusi terhadap periode rewel ini. Salah satu pemicu utama adalah kelelahan (overtiredness), karena bayi baru lahir memiliki jendela bangun yang singkat dan mudah mengalami stimulasi berlebihan. Ketika bayi terlalu lelah, tubuh mereka melepaskan hormon stres seperti kortisol, yang justru membuat mereka semakin sulit untuk tidur.

Selain kelelahan, stimulasi berlebihan (overstimulation) juga berperan besar. Otak bayi yang berkembang pesat harus memproses banyak informasi baru setiap hari. Setelah seharian penuh terpapar cahaya, suara, dan berbagai aktivitas, bayi bisa kewalahan, terutama menjelang malam hari.

Kelaparan dan cluster feeding juga menjadi alasan umum. Bayi seringkali ingin menyusu lebih sering di malam hari, sebuah perilaku yang dikenal sebagai cluster feeding. Ini dilakukan untuk mengisi perut mereka sebelum tidur malam yang lebih panjang atau untuk meningkatkan suplai ASI ibu selama percepatan pertumbuhan.

Faktor lain yang dapat berkontribusi adalah masalah perut, seperti gas atau refluks asam, terutama pada bayi yang sangat muda dengan sistem pencernaan yang belum matang. Angin yang terperangkap juga merupakan penyebab umum ketidaknyamanan. Percepatan pertumbuhan (growth spurts) juga bisa memicu rewel, yang biasanya terjadi sekitar usia 2-3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan. Bayi baru lahir juga belum memiliki kemampuan untuk menenangkan diri (inability to self-soothe) dan mengatur sistem saraf mereka untuk bersiap tidur. Rutinitas malam yang sibuk di rumah, seperti orang tua pulang kerja dan menyiapkan makan malam, juga dapat menambah stres pada bayi.

3 dari 4 halaman

Strategi Efektif untuk Menenangkan Si Kecil

Meskipun baby witching hour bisa terasa melelahkan, ada berbagai strategi yang dapat membantu orangtua menenangkan bayi dan melewati fase ini dengan lebih baik. (Photo by British Baby Box on Unsplash)

Meskipun baby witching hour bisa terasa melelahkan, ada berbagai strategi yang dapat membantu orangtua menenangkan bayi dan melewati fase ini dengan lebih baik. Menciptakan lingkungan yang tenang adalah langkah awal yang penting; redupkan lampu, putar suara putih (white noise), dan kurangi stimulasi yang berlebihan.

Memberikan kenyamanan fisik juga sangat efektif. Menggendong bayi (babywearing) dengan menggunakan gendongan atau kain dapat memberikan gerakan dan kedekatan yang menenangkan bagi bayi yang terlalu terstimulasi. Membedong (swaddling) bayi juga dapat memberikan rasa nyaman dan aman seperti saat masih di dalam rahim. Gerakan lembut seperti mengayun atau menggoyangkan bayi juga bisa membantu menenangkan.

Menawarkan isapan, baik dengan empeng atau jari bersih, dapat memberikan kenyamanan bagi bayi jika bukan waktu makan. Mandi air hangat juga bisa menjadi cara yang menenangkan untuk membantu bayi rileks. Selain itu, tawarkan makan jika bayi menunjukkan isyarat lapar (comfort feeds/cluster feeding), karena menyusu sering di malam hari adalah hal normal dan dapat memberikan kenyamanan.

Penting juga untuk memperhatikan jadwal tidur siang bayi agar tidak terlalu lelah. Pastikan bayi mendapatkan tidur siang yang cukup. Jika satu lingkungan tidak berhasil, mencoba perubahan lingkungan bisa membantu, misalnya pindah ke ruangan gelap dengan mesin suara atau keluar untuk mencari udara segar. Jangan lupa untuk selalu memeriksa ketidaknyamanan dasar seperti popok yang bersih dan kering, serta suhu tubuh yang nyaman bagi bayi.

4 dari 4 halaman

Membedakan Rewel Normal dan Kondisi Medis

Seringkali, witching hour dan kolik digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki perbedaan. (Photo by Adele Morris on Unsplash)

Penting untuk diingat bahwa baby witching hour adalah bagian normal dari perkembangan bayi. Namun, orangtua perlu tahu kapan harus mencari bantuan medis. Hubungi dokter anak jika bayi menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, seperti demam 38 C atau lebih tinggi, terutama jika bayi berusia di bawah 2 bulan.

Gejala lain yang memerlukan perhatian dokter meliputi kewaspadaan rendah dan aktivitas berkurang, penurunan berat badan atau tidak bertambah berat badan, muntah, tinja encer atau berdarah, tidak mau makan atau tidak menyusu dengan baik, serta tangisan tanpa henti yang tidak dapat ditenangkan dengan cara apa pun.

Seringkali, witching hour dan kolik digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki perbedaan. Witching hour adalah periode rewel atau tangisan intens di malam hari yang lebih singkat dan lebih ringan. Sementara itu, kolik ditandai dengan tangisan yang berlangsung lebih dari 3 jam sehari, selama lebih dari 3 hari seminggu, dan selama lebih dari 3 minggu berturut-turut. Tangisan kolik cenderung dimulai tanpa alasan yang jelas dan terjadi pada waktu yang sama setiap malam.