Totalitas Agnez Mo di Reacher Season 4, Rogoh Kocek Pribadi untuk Acting Coach

Pramita TristiawatiDiterbitkan 31 Agustus 2026, 11:11 WIB

Fimela.com, Jakarta - Nama Agnez Mo belakangan ini kembali mencuri perhatian publik berkat penampilan aktingnya sebagai Lila Hoth dalam serial Hollywood, Reacher Season 4. Kesuksesan serial yang kini menempati peringkat pertama di Prime Video pada 40 negara tersebut ternyata menyimpan sejumlah cerita menarik di balik layar yang menunjukkan profesionalisme tinggi pelantun "Coke Bottle" ini.

Bagi Agnez Mo, keberhasilan lolos seleksi peran Lila Hoth bukanlah sebuah pencapaian akhir, melainkan langkah awal yang menuntut persiapan matang. Ia menyadari bahwa tuntutan peran tersebut memerlukan pendalaman yang intensif agar karakter yang ia bawakan dapat tersampaikan dengan sempurna kepada penonton.

“Karena kan saya sebenarnya juga punya acting coach di sana. Saya terbangin acting coach saya dari New York ke LA. Saya intensive 5 to 6 hours a day for 3 weeks,” aku Agnez Mo, saat ditemui di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (29/8/2026).

Langkah yang diambil Agnez Mo untuk mendatangkan guru akting profesional dari Hollywood merupakan bentuk komitmen serius terhadap karier internasionalnya. Menariknya, seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan pelatih tersebut berasal dari kantong pribadinya sendiri, bukan merupakan fasilitas yang disediakan oleh pihak produksi serial.

Yeah, and it's out of my pocket, loh. Itu enggak dibayar. Itu I paid them, karena for me it's an investment to myself,” tutur Agnez Mo.

Tidak tanggung-tanggung, Agnez Mo bahkan menyewa jasa Magnus Lygdbäck, seorang pelatih akting fisik ternama yang memiliki rekam jejak menangani selebriti papan atas Hollywood. Beberapa nama besar yang pernah bekerja sama dengan Magnus di antaranya adalah Gal Gadot saat memerankan Wonder Woman serta Jafar Jackson dalam film biopik Michael Jackson.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Teknik Khusus dan Pendalaman Karakter

Agnez Mo menerima Apresiasi Indonesia Berkarya dari PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (29/8/2026). (Liputan6.com/Pramita)

Selain pelatih fisik, Agnez Mo juga bekerja sama dengan beberapa pelatih akting lainnya untuk mengasah kemampuan teknisnya. Ia menjelaskan bahwa proses latihan ini sangat krusial untuk membangun kembali memori otot agar setiap gerakan dan ekspresi yang ditampilkan terlihat alami saat berada di depan kamera.

“Ada intensive, saya tuh ada beberapa acting coach sebenarnya di sana. Jadi ada satu yang memang khusus untuk teknik. Untuk teknik itu kita kayak riding a bicycle ya, kayak ngingetin, gitu. Ngingetin muscle memory-nya tuh diingetin,” tutur Agnez Mo.

Setelah menguasai aspek teknis, Agnez Mo mulai masuk ke tahap pendalaman karakter Lila Hoth yang memiliki latar belakang sangat kompleks. Ia mengungkapkan bahwa karakter ini menuntut kemampuan akting yang berlapis karena Lila sendiri sebenarnya sedang memerankan sebuah karakter lain di dalam cerita tersebut.

“Lila itu, she's playing a character in a character. Itu yang kadang-kadang orang yang enggak tahu. Ya it's not Agnez Mo di situ, it's Lila playing a character,” tuturnya.

3 dari 3 halaman

Memahami Sisi Sosiopat Lila Hoth

Agnez Mo - Credit: YouTube/Prime Video Indonesia

Tantangan terbesar yang dihadapi Agnez Mo adalah memerankan sosok Lila Hoth yang memiliki kecenderungan sosiopat akibat masa lalunya. Menurut Agnez, Lila merupakan korban grooming dari karakter Amisha yang telah membentuknya menjadi sosok yang dingin dan manipulatif sejak kecil.

“Ya karena itu tadi, dari kecil dia menjadi killing machine. So, how can you be seseorang yang punya sociopathic tendency harus menipu atau manipulate Reacher? So, it's a playing a character,” jelas Agnez Mo.

Melalui persiapan yang mendalam dan dedikasi tinggi, Agnez Mo berhasil menghadirkan karakter Lila Hoth dengan sangat meyakinkan. Usaha keras yang ia lakukan secara mandiri ini menjadi bukti nyata bahwa investasi pada diri sendiri merupakan kunci utama dalam mempertahankan standar kualitas di industri hiburan global.