Tuai Kecaman, Pameran John Galliano untuk Met Gala 2027 Dibatalkan

Asnida RianiDiterbitkan 01 September 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Metropolitan Museum of Art memutuskan membatalkan rencana pameran tunggal yang semula akan membuka Met Gala 2027 dan menampilkan karya desainer asal Inggris, John Galliano. Keputusan ini diambil setelah rencana tersebut memicu penolakan luas, khususnya dari komunitas Yahudi, terkait rekam jejak pernyataan antisemitisme dan rasis yang pernah disampaikan Galliano.

Pengumuman pembatalan disampaikan pihak museum pada Senin, 31 Agustus 2026. Pameran yang rencananya dibuka bertepatan dengan penyelenggaraan Met Gala pada Mei 2027 itu disebut akan digantikan oleh pameran lain, melansir AP, Selasa (1/9/2026).

“Setelah banyak refleksi dan diskusi dengan The Met, serta semua pihak yang terlibat, saya memutuskan dengan sangat berat hati bahwa sebaiknya pameran ini tidak berlangsung saat ini,” kata Galliano dalam pernyataan yang dirilis museum.

Ia juga menyebut bertanggung jawab atas luka yang ditimbulkan oleh perkataannya di masa lalu, terutama kepada komunitas Yahudi dan Asia, serta kembali menyampaikan permintaan maaf.

Dalam industri fashion, Galliano pernah berada di puncak karier ketika menjabat sebagai direktur kreatif Christian Dior. Masa keemasan itu berakhir setelah rekaman video pada 2010 dan 2011 memperlihatkan dirinya melontarkan pernyataan rasis dan antisemit kepada sejumlah pengunjung bar.

Ucapannya kemudian berujung pada proses hukum di Prancis. Pengadilan menyatakan Galliano bersalah dalam perkara terkait pernyataan antisemit, dengan salah satu rekaman menampakkan dirinya mengatakan mencintai Adolf Hitler.

Ia juga diketahui melontarkan pernyataan mengenai pembantaian terhadap pengunjung Yahudi dan komentar menghina kepada seorang pengunjung keturunan Asia. Setelah kejadian tersebut, John Galliano menempuh berbagai langkah untuk memulihkan kariernya.

2 dari 3 halaman

Anna Wintour Ikut Mendukung Langkah Mundur

Pemimpin Redaksi Vogue Anna Wintour tiba di Met Gala 2025 di Metropolitan Museum of Art pada 5 Mei 2025 di New York. (Andrea RENAULT/AFP)

Setelah masa sulit itu, Maison Margiela merekrut Galliano sebagai direktur kreatif pada 2014. Ia bertahan di posisi tersebut selama kurang lebih satu dekade. Jika jadi digelar, pameran di Costume Institute The Met akan menjadikannya desainer hidup ketiga yang memperoleh pameran tunggal di institusi tersebut.

Anna Wintour, pemimpin editorial global Vogue dan salah satu figur paling berpengaruh di industri mode, menyatakan dukungan atas keputusan Galliano untuk mundur dari proyek pameran ini. Selama ini, Wintour dikenal sebagai salah satu pendukung Galliano.

"Keputusan John bahwa pameran yang didedikasikan untuk karyanya tidak seharusnya berlangsung saat ini sangat berani dan menunjukkan sosok dirinya," ujar Wintour.

Andrew Bolton, kurator Costume Institute, turut menyetujui pembatalan tersebut. Ia mempertimbangkan rasa sakit dan kekhawatiran yang muncul akibat rencana pameran itu sebelum sikap resmi diambil.

3 dari 3 halaman

Gelombang Kritik hingga Sorotan Jadwal Met Gala 2027

Gaun (kiri) dari koleksi Haute Couture Dior Musim Semi/Musim Panas 2003 karya John Galliano dan gaun (kanan) dari koleksi Haute Couture Legend of the Dragon 2012 karya Guo Pel terlihat dalam pameran 'Madame Song: Pioneering Art and Fashion in China' di museum M+ di Hong Kong pada 26 Juli 2023. (Dok: ISAAC LAWRENCE / AFP)

Met sebelumnya mengumumkan pameran Galliano pada akhir Juli, dengan rencana menelusuri perjalanan karier sekaligus menyinggung kontroversi masa lalunya. Pihak museum telah berdiskusi dengan beberapa pemimpin komunitas Yahudi untuk mengantisipasi penolakan, namun upaya itu tidak mampu meredam gelombang kritik.

Julie Menin, Ketua Dewan Kota New York, menjadi salah satu pihak yang menentang rencana penyelenggaraan pameran tersebut. Ia beberapa kali bertemu dengan perwakilan museum untuk menyampaikan keberatan secara langsung.

"Sejak awal, saya mengatakan bahwa saya sangat tidak setuju dengan keputusan ini, dan pada saat antisemitisme sedang meningkat, keputusan tersebut terasa seperti pukulan telak bagi komunitas Yahudi," kata Menin, putri seorang penyintas Holocaust.

Menin menilai pembatalan sebagai langkah yang tepat karena dampak rencana pameran dinilai tidak dapat diterima. Jadwal Met Gala 2027 juga ikut menjadi sorotan karena acara tersebut ditetapkan pada Senin pertama Mei, yang bertepatan dengan Hari Peringatan Holocaust.