Festival 170 Tahun Ursulin Indonesia: Beasiswa Pendidikan dan Drama Musikal

Ayu SrikhandiDiterbitkan 01 September 2026, 16:56 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Ursulin Indonesia menandai 170 tahun pengabdian di dunia pendidikan dengan menggelar Festival Pendidikan 170 Tahun Ursulin Indonesia bertajuk "Tangguh dalam Cinta". Perayaan ini dirancang sebagai ungkapan syukur atas kiprah panjang lembaga pendidikan Ursulin di Tanah Air sekaligus ajakan untuk melihat ke depan tentang bagaimana pendidikan dapat terus berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Festival ini diinisiasi oleh lima sekolah Ursulin di DKI Jakarta dan Banten, yaitu Sekolah St. Maria, Sekolah St. Ursula Jakarta, Sekolah St. Theresia, Sekolah St. Vincentius, dan Sekolah St. Ursula BSD. Sebagai puncaknya, digelar drama musikal kolosal berjudul "Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu" yang melibatkan sekitar 520 pemain dari jenjang TK hingga SMA.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Rangkaian Festival Pendidikan 170 Tahun Ursulin Indonesia

Ursulin Indonesia menandai 170 tahun dengan Festival Pendidikan. (dok. istimewa)

Festival Pendidikan 170 Tahun Ursulin Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 10–11 September 2026. Seluruh rangkaian acara terpusat di Istora Senayan, Jakarta, yang menjadi lokasi penyelenggaraan dua hari festival ini.

Agenda harian festival dimulai pukul 09.00 hingga 19.00 WIB. Penyelenggara merupakan kolaborasi lima sekolah Ursulin, yakni Sekolah St. Maria, Sekolah St. Ursula Jakarta, Sekolah St. Theresia, Sekolah St. Vincentius, dan Sekolah St. Ursula BSD.

Pertunjukan puncak menghadirkan drama musikal kolosal bertajuk "Mutiara dari Timur: Nyala Perjuangan Martha Christina Tiahahu". Produksi ini dirancang masif dengan melibatkan sekitar 520 pemain gabungan lintas jenjang, mulai dari TK sampai SMA.

Festival ini berakar pada semangat Serviam ("Saya mengabdi") yang ditanamkan pendiri Ursulin, Santa Angela Merici. Semangat tersebut menjadi fondasi nilai yang terus dihidupi dalam karya pendidikan Ursulin hingga saat ini.

Suster Moekti Gondosasmito, OSU, Ketua II Yayasan Satya Bhakti, menjelaskan, "170 tahun bukanlah perjalanan yang singkat. Festival Pendidikan ini adalah wujud syukur atas kehadiran Ursulin di Indonesia, sekaligus ungkapan syukur yang ingin kami bagikan kepada mereka yang membutuhkan."

3 dari 4 halaman

Mengapa Kisah Martha Christina Tiahahu Dipilih

Ketua Panitia Festival, Anton Sumardi, menuturkan bahwa momentum ini menjadi kesempatan langka bagi lima sekolah Ursulin untuk berkolaborasi dan menampilkan identitas bersama di satu panggung. Kolaborasi tersebut dirancang agar nilai dan karakter yang sama dapat dihadirkan secara menyeluruh dalam satu karya.

Anton Sumardi menambahkan, kisah pahlawan Martha Christina Tiahahu dipilih karena adanya garis kedekatan nilai dengan pendiri Ursulin. Menurutnya, ada "benang merah antara perjuangan pendiri Ursulin, Santa Angela Merici, yang mendidik kaum perempuan muda, dan keberanian Martha yang sejak remaja telah berjuang untuk bangsanya."

Sutradara drama musikal, Rama Soeprapto, menuturkan bahwa perjalanan hidup Martha Christina Tiahahu merupakan kisah kepahlawanan dari Indonesia Timur yang jarang diangkat. "Sejarah bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk dihidupkan. Agar anak-anak tidak sekadar mengenal nama Martha Christina Tiahahu, tetapi merasakan perjuangan dan keberaniannya," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Hasil Acara untuk Yayasan Beasiswa Ursulin

Selain pertunjukan drama musikal, festival ini menghadirkan Edufair atau pameran pendidikan dan perguruan tinggi nasional maupun internasional, beragam lomba edukatif, seminar parenting, panggung ekstrakurikuler, serta bazaar produk UMKM dan kuliner. Festival Pendidikan dapat dihadiri secara gratis, sementara tiket untuk drama musikal kolosal "Mutiara dari Timur" tersedia melalui Loket.com.

Seluruh hasil dari penyelenggaraan festival ini akan didedikasikan untuk keberlanjutan Yayasan Beasiswa Ursulin (Ursuline Scholarship Foundation/USF). Dedikasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi peserta didik yang membutuhkan dukungan biaya.

Hingga tahun ajaran 2025/2026, USF telah menyalurkan total 8.095 beasiswa. Program bantuan ini menjangkau lebih dari 25 kota di Indonesia serta Timor Leste.

Pada tahun ajaran 2025/2026, dari 919 pengajuan yang diterima, USF berhasil membantu 709 siswa. Angka ini memperlihatkan kapasitas penyaluran yang terus diupayakan agar semakin merata.

Data tersebut sekaligus menegaskan bahwa kebutuhan bantuan pendidikan masih jauh lebih besar dibandingkan kemampuan dukungan yang ada saat ini. Melalui festival ini, dukungan publik diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan program beasiswa.