Prediksi Tema Baru Met Gala 2027 Usai Retrospektif John Galliano Batal

Alfareza RamadhaniDiterbitkan 09 September 2026, 14:05 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Met Gala 2027 memasuki babak baru setelah rencana retrospektif John Galliano resmi dihentikan. Pameran yang disiapkan Metropolitan Museum of Art semula diproyeksikan menjadi salah satu sorotan terbesar dalam kalender mode global.

Konsep awal pameran dirancang untuk menelusuri jejak kreatif Galliano melalui presentasi yang teatrikal, siluet-siluet dramatis, hingga eksplorasi sejarah yang selama ini menjadi ciri khas karyanya.

Antusiasme sempat menguat di kalangan vintage dealer, stylist, dan kolektor yang melihat momen tersebut sebagai kesempatan menghadirkan kembali busana arsip sang desainer.

Sejumlah kolektor bahkan mulai memburu koleksi langka Galliano untuk dikenakan para tamu di karpet merah, sehingga ekspektasi terhadap perhelatan tahunan itu turut meningkat.

Namun, rekam jejak Galliano pada 2010 kembali disorot. Saat itu ia tersandung kasus ujaran antisemit dan rasis yang berujung pada kehilangannya dari posisi direktur kreatif Dior serta proses hukum di Prancis. Pertimbangan tersebut akhirnya menghentikan rencana penghormatan atas kiprahnya, sementara tema pengganti Met Gala 2027 belum diumumkan secara resmi.

Di tengah penantian itu, sejumlah pengamat memperkirakan tema yang semula disiapkan untuk 2028 berpotensi dimajukan satu tahun. Dalam percakapan publik, mengemuka pula nama Ralph Lauren, Christian Lacroix, Issey Miyake, dan Oscar de la Renta sebagai alternatif. Perubahan arah ini menegaskan dampak keputusan tersebut terhadap agenda mode yang disusun jauh sebelum malam puncak Met Gala.

2 dari 3 halaman

Kritik Meluas atas Rencana Penghormatan

Perancang busana asal Inggris John Galliano menghadiri Konferensi Forces of Fashion Vogue di Milk Studios di New York City, pada 12 Oktober 2017. (Dok: Dimitrios Kambouris/AFP)

Besarnya antusiasme atas tema Galliano memperlihatkan kuatnya daya tarik estetika teatrikal sang desainer di mata selebritas dan pencinta mode. Namun pada akhirnya, tekanan publik membuat rencana itu tak dapat dijalankan seperti semula.

Kritik mengalir dari sejumlah patron Met, politisi New York, serta tokoh dan pemimpin komunitas Yahudi. Mereka mempertanyakan keputusan lembaga budaya publik untuk memberikan panggung penghormatan kepada Galliano, mengingat kontroversi yang pernah menjeratnya.

Anna Wintour ikut menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam proyek tersebut. Selama bertahun-tahun, Editor Vogue itu dikenal sebagai salah satu pendukung penting dalam kebangkitan karier Galliano pascakasus 2010.

Dukungan Wintour bersama sejumlah figur berpengaruh di industri mode disebut turut membuka jalan bagi Galliano untuk kembali berkarya.

Kedekatan itu membuat pembatalan retrospektif bukan sekadar persoalan program Met Gala, melainkan juga memunculkan lagi perdebatan tentang batas antara apresiasi terhadap karya dan rekam jejak pribadi seorang desainer.

3 dari 3 halaman

Menguji Jarak antara Karya dan Penciptanya

Gaun (kiri) dari koleksi Haute Couture Dior Musim Semi/Musim Panas 2003 karya John Galliano dan gaun (kanan) dari koleksi Haute Couture Legend of the Dragon 2012 karya Guo Pel terlihat dalam pameran 'Madame Song: Pioneering Art and Fashion in China' di museum M+ di Hong Kong pada 26 Juli 2023. (Dok: ISAAC LAWRENCE / AFP)

Keputusan membatalkan retrospektif menempatkan Met Gala 2027 dalam perbincangan yang lebih luas mengenai relasi antara karya dan kreatornya.

Industri fashion kembali berhadapan dengan pertanyaan sejauh mana pencapaian kreatif dapat dipisahkan dari kontroversi personal, sembari menentukan arah baru bagi salah satu perhelatan mode paling bergengsi di dunia.

Di tengah polemik tersebut, Galliano telah menempuh perjalanan panjang untuk membangun kembali kariernya. Setelah reputasinya terpuruk, ia menyampaikan permintaan maaf dan mengikuti program rehabilitasi sebagai bagian dari upayanya menghadapi dampak perbuatannya.

Secara perlahan, Galliano kembali memperoleh tempat di industri fashion. Sejumlah rumah mode dan figur berpengaruh memberinya ruang untuk berkarya lagi.

Proses ini menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya dan memperlihatkan bagaimana dunia mode terus berhadapan dengan isu penebusan, tanggung jawab, serta kesempatan kedua.