Fimela.com, Jakarta - Gaya hidup sehat kini semakin dekat dengan keseharian Gen Z. Berbagai kebiasaan seperti berjalan kaki, berolahraga, memilih makanan bernutrisi, hingga menjaga waktu tidur mulai menjadi bagian dari rutinitas. Namun, mengikuti gaya hidup sehat sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kebiasaan yang sedang populer di media sosial. Kebutuhan tubuh setiap orang tetap menjadi hal utama yang perlu diperhatikan.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), aktivitas fisik secara rutin dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi dalam satu minggu untuk memperoleh manfaat kesehatan yang signifikan.
Karena itu, gaya hidup sehat tidak harus selalu mengikuti rutinitas yang terlihat menarik di media sosial. Kebiasaan sederhana seperti lebih banyak bergerak, berjalan kaki, atau meluangkan waktu untuk beristirahat tetap dapat menjadi langkah positif. Yang terpenting, kebiasaan tersebut realistis, sesuai kebutuhan tubuh, dan dapat dilakukan secara konsisten tanpa merasa harus mengikuti setiap tren yang sedang ramai.
Sehat karena Butuh atau Sekadar Ikut Tren?
Media sosial membuat berbagai gambaran tentang hidup sehat semakin mudah ditemukan dalam keseharian Gen Z. Konten mengenai olahraga, makanan, bentuk tubuh, hingga rutinitas harian sering dikemas menarik sehingga mudah dijadikan referensi.
Di satu sisi, paparan tersebut dapat mendorong seseorang mencoba kebiasaan yang lebih positif. Namun, standar yang muncul juga belum tentu sesuai dengan kebutuhan setiap individu. Dilansir dari Nutrition & Dietetics, paparan terhadap konten berbasis gambar di media sosial pada orang dewasa muda usia 18–30 tahun berkaitan dengan perubahan pada body image dan perilaku makan.
Studi tersebut menemukan hubungan dengan ketidakpuasan terhadap tubuh, pembatasan makanan, hingga pilihan makanan tertentu yang dipengaruhi oleh persepsi diri, tekanan sosial, serta keinginan untuk mencapai standar tubuh ideal di lingkungan sekitar.
Karena itu, tren seperti Pilates, clean eating, atau rutinitas kebugaran dapat dijadikan inspirasi, bukan patokan. Gen Z tetap perlu melihat apakah kebiasaan tersebut benar-benar sesuai dengan kondisi tubuh dan dapat dilakukan secara realistis. Dengan begitu, tren sosial tidak mengubah kesehatan menjadi tekanan untuk memenuhi standar tertentu.
Hidup Sehat Tak Harus Mengikuti Standar Media Sosial
Menjalani hidup sehat tidak harus selalu berarti mengikuti rutinitas yang terlihat ideal di media sosial. Gen Z dapat memulainya dari kebiasaan sederhana yang sesuai dengan aktivitas sehari-hari, seperti lebih sering berjalan kaki, mengurangi waktu duduk, mengatur waktu tidur, atau memilih makanan yang lebih beragam. Langkah kecil tetap dapat memberikan manfaat ketika dilakukan secara konsisten.
Dilansir dari World Health Organization (WHO), orang dewasa dianjurkan melakukan 150–300 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75–150 menit aktivitas intensitas tinggi dalam satu minggu. Dilansir dari World Health Organization (WHO) juga menekankan bahwa melakukan aktivitas fisik dalam jumlah tertentu tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Artinya, tidak perlu memaksakan diri mengikuti standar wellness yang sedang populer. Rutinitas sehat dapat disesuaikan dengan waktu, kemampuan, dan kebutuhan tubuh masing-masing. Ketika kebiasaan terasa realistis untuk dijalankan, kesehatan tidak lagi menjadi sesuatu yang harus dikejar demi untuk mengikuti tren, tetapi bagian dari keseharian yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.