Bukan Cuma ke Kantor, VIVAIA RE:WORK Bikin Sepatu Kerja Lebih Fleksibel

Revania ImmanuelaDiterbitkan 27 September 2026, 14:07 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sepatu kerja kini tidak hanya soal formalitas. Dengan aktivitas yang semakin fleksibel, sepatu juga perlu nyaman dan mudah dipadukan untuk berbagai kegiatan. Melihat perubahan tersebut, VIVAIA menghadirkan RE:WORK FW26, koleksi yang mengeksplorasi kembali seperti apa footwear yang sesuai dengan cara perempuan bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari saat ini. Koleksi ini menjadi full collection pertama Alan Buanne sejak dirinya ditunjuk sebagai Creative Director VIVAIA pada 2025.

Nama RE:WORK sendiri terinspirasi dari “RE:” yang sering ditemukan dalam subject email. Selain merujuk pada “regarding work”, nama tersebut juga membawa gagasan untuk melihat kembali dan mengolah ulang koleksi sepatu kerja agar lebih sesuai dengan kehidupan modern.

Menariknya, VIVAIA tetap menggunakan siluet yang sudah familiar, mulai dari loafers, clogs, sneakerinas, slingbacks, heels, hingga boots. Bedanya, bentuk-bentuk tersebut hadir dengan proporsi, material, dan pilihan warna yang diperbarui.

Jadi, sepatu kerja tidak harus hanya terlihat cocok saat dipakai di kantor. Lewat RE:WORK, footwear dibuat lebih fleksibel untuk menemani berbagai momen dalam satu hari, sekaligus tetap memberikan ruang untuk menunjukkan gaya personal.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Dari WFH sampai After-Work, Ada Sepatu untuk Setiap Agenda

RE:WORK menghadirkan berbagai pilihan mulai dari clog mule hingga kitten heels yang dirancang untuk menemani aktivitas dari pagi hingga malam. (Foto/Dok: VIVAIA)

Ketika satu hari bisa diisi dengan berbagai aktivitas, memilih sepatu yang tepat terkadang menjadi tantangan tersendiri. Model yang nyaman untuk bekerja dari rumah belum tentu terasa pas untuk meeting. Sebaliknya, sepatu yang terlihat polished untuk ke kantor bisa terasa kurang praktis ketika harus digunakan seharian.

RE:WORK mencoba menjembatani kebutuhan tersebut lewat berbagai siluet yang lebih fleksibel, yaitu ada:

  • Buna – Round-Toe Clog Mules: Model slip-on dengan cushioned footbed, roomy 97mm toe box, dan anti-slip outsole. Praktis untuk WFH hingga kantor santai, serta machine-washable.
  • Addison – Pointed-Toe Slingback Heels: Siluet pointed toe dan slingback memberi kesan elegan, dilengkapi cushioned insole untuk mendukung aktivitas dari siang hingga malam.
  • Scarlett – Velvet Whipstitched Kitten Heels: Hadir dengan recycled velvet dan pointed toe yang memberi tampilan sleek dan lebih statement, dengan toe box yang tetap mempertimbangkan kenyamanan.

Karena sepatu yang tepat bukan selalu yang paling formal, tetapi yang bisa tetap terasa nyaman ketika hari kerja ternyata berjalan lebih panjang dari yang direncanakan.

3 dari 3 halaman

Sepatu Kerja Tidak Lagi Sekadar Pelengkap Outfit

Selain RE:WORK, VIVAIA mengeksplorasi sisi alam yang lebih gelap melalui The Other Side of Nature dengan detail velvet dan botanical embroidery. (Foto/Dok: VIVAIA)

Fleksibilitas bukan satu-satunya hal yang ditawarkan RE:WORK. Di balik berbagai modelnya, koleksi ini juga membawa gagasan bahwa footwear dapat menjadi bagian dari personal style. Ketika sepatu digunakan hampir setiap hari, pilihan model tentu tidak hanya soal nyaman atau tidak, tetapi juga tentang bagaimana desain tersebut terasa cocok dengan karakter pemakainya.

VIVAIA melihat footwear sebagai bagian dari personal identity. Sepatu dapat membantu membentuk karakter sebuah outfit sekaligus merefleksikan lifestyle seseorang. Karena itu, desain dan fungsi tidak harus dipisahkan. Keduanya bisa hadir dalam satu produk yang tetap nyaman digunakan sehari-hari.

Gagasan tentang personal style tersebut kemudian diperluas melalui The Other Side of Nature, lini yang hadir bersamaan dengan RE:WORK FW26. Jika RE:WORK mengeksplorasi workwear yang lebih modern, lini ini membawa interpretasi alam yang lebih gelap dan ekspresif.

Inspirasi alamnya pun tidak datang dari bunga yang sedang mekar atau pemandangan yang penuh warna. Alan Buanne justru melihat proses ketika tanaman mulai memudar, berubah, dan memasuki siklus baru. Konsep tersebut kemudian diterjemahkan melalui hand-drawn botanical embroidery berupa batang, daun, dan bentuk organik di atas material velvet.

Lini ini mencakup Jazura Mini Square-Toe Velvet Flat, Laban Velvet Casual Sneaker, dan Errai Pointed-Toe Velvet Ankle Heel Boot. Ketiganya membawa permainan velvet dan embroidery ke dalam karakter sepatu yang berbeda.