Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kalau biasanya kuku cantik identik dengan warna nail polish atau berbagai nail art, sekarang ada tren yang justru membiarkan kuku tampil apa adanya. Namanya Japanese manicure, teknik perawatan kuku yang menonjolkan tampilan alami dengan hasil akhir yang terlihat bersih dan berkilau.
Dilansir dari Vitry, Japanese manicure merupakan teknik perawatan yang menggunakan pasta bernutrisi dan bubuk khusus, bukan nail polish, untuk dipoles pada permukaan kuku. Prosesnya dilakukan secara bertahap untuk membantu membuat kuku tampak lebih halus sekaligus memberikan efek kilau alami.
Bukan Manicure Biasa
Japanese manicure sebenarnya tidak bertujuan membuat kuku terlihat penuh dekorasi. Justru sebaliknya, teknik ini mengandalkan tampilan kuku asli sebagai bagian utama dari hasil akhirnya.
Permukaan kuku akan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum diberi pasta dan bubuk khusus. Setelah melalui proses pemolesan, kuku terlihat lebih smooth dan memantulkan cahaya sehingga muncul efek glossy yang natural.
Tampilan seperti ini cocok untuk kamu yang menyukai gaya minimalis dan tidak ingin kuku terlihat terlalu ramai. Hasilnya juga cukup versatile karena bisa dipadukan dengan berbagai outfit tanpa perlu memikirkan apakah warna kuku cocok dengan penampilan hari itu.
Intip Tahapan Japanese Manicure
Di balik hasil kuku yang terlihat simpel, Japanese manicure memiliki proses yang cukup detail. Perawatannya tidak hanya sekadar memoles permukaan kuku, tetapi dimulai dari memastikan kuku berada dalam kondisi rapi sebelum masuk ke tahap finishing.
1. Membersihkan dan Merapikan Kuku
Proses biasanya dimulai dengan membersihkan kuku dari sisa produk yang masih menempel. Bentuk kuku kemudian dirapikan menggunakan nail file agar terlihat lebih seragam.
Area kutikula juga dapat ditata supaya tampilan kuku secara keseluruhan terlihat lebih clean. Pada tahap ini, tidak perlu mengubah bentuk kuku secara berlebihan. Fokusnya adalah membuat kuku terlihat rapi dan siap dirawat.
2. Memoles Permukaan Kuku
Setelah bentuknya sudah sesuai, permukaan kuku dipoles menggunakan buffer. Langkah ini membantu membuat permukaan kuku terasa lebih halus dan rata.
Meski begitu, proses buffing tetap perlu dilakukan dengan lembut. Mengikis permukaan kuku terlalu sering atau terlalu kuat bukan cara yang tepat untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
3. Mengaplikasikan Pasta
Berikutnya, pasta khusus digunakan pada permukaan kuku. Pasta tersebut kemudian dipoles secara perlahan hingga merata.
Tahap ini menjadi salah satu bagian khas Japanese manicure karena produk perawatannya digunakan langsung pada kuku tanpa menutupinya dengan warna seperti manicure pada umumnya.
4. Finishing dengan Bubuk
Setelah pasta diaplikasikan, bubuk khusus digunakan sebagai tahap akhir. Bubuk tersebut kembali dipoles pada kuku hingga menghasilkan permukaan yang terlihat lebih smooth dan memiliki kilau.
Seluruh proses ini dilakukan dengan gerakan yang terkontrol. Jadi, meskipun hasil akhirnya terlihat effortless, ada beberapa tahap yang membuat tampilan kuku bisa terlihat lebih refined.
Cocok untuk Kamu yang Suka Kuku Natural
Kalau kamu termasuk orang yang lebih suka kuku dengan tampilan sederhana, Japanese manicure bisa masuk ke dalam daftar perawatan yang patut dicoba. Teknik ini tidak mengharuskan kuku diberi warna tertentu sehingga hasilnya tetap mudah dipadukan dengan berbagai gaya.
Kamu juga tidak perlu memikirkan warna nail polish yang mulai terkelupas atau merasa harus mengganti warna setiap beberapa hari. Tampilan yang dihasilkan justru mengandalkan kondisi dan bentuk kuku asli.
Namun, bukan berarti setelah melakukan Japanese manicure kuku bisa dibiarkan begitu saja. Kebiasaan sehari-hari tetap berpengaruh terhadap kondisi kuku.
Jangan Lupakan Perawatan Setelahnya
Menjaga kuku tetap bersih menjadi langkah paling sederhana yang bisa dilakukan. Kamu juga dapat menggunakan cuticle oil secara rutin untuk membantu menjaga area sekitar kuku tetap terawat.
Hindari pula kebiasaan yang bisa membuat kuku mudah rusak, seperti menggigit kuku atau menggunakannya untuk membuka benda. Jika kuku sedang rapuh atau terasa sangat tipis, sebaiknya jangan terlalu sering melakukan buffing karena permukaan kuku tetap perlu dijaga.
Saatnya Coba Clean Nail Look
Japanese manicure menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda dari manicure pada umumnya. Alih-alih menambahkan warna atau dekorasi, teknik ini membuat kuku asli menjadi fokus utama.
Hasilnya cocok untuk kamu yang ingin tampil clean, minimalis, tetapi tetap punya sedikit sentuhan glossy. Tidak heran jika Japanese manicure bisa menjadi pilihan menarik untuk menemani tren beauty yang semakin mengarah pada tampilan natural dan effortless.
Jadi, kalau selama ini kamu menganggap kuku cantik harus selalu dihiasi nail art, mungkin sudah waktunya mencoba sesuatu yang lebih sederhana. Kuku natural dengan kilau yang subtle juga bisa jadi statement tersendiri.