Fimela.com, Jakarta - Bekas luka dan warna kulit tidak merata bisa muncul setelah tubuh mengalami goresan, gigitan serangga, luka bakar, atau peradangan pada kulit. Setelah luka sembuh, sebagian orang mendapati area tersebut terlihat lebih gelap dibandingkan kulit di sekitarnya. Kondisi ini dikenal sebagai hiperpigmentasi pascainflamasi, yaitu peningkatan produksi pigmen setelah kulit mengalami peradangan atau cedera.
Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), noda gelap akibat luka dapat memudar dengan sendirinya, tetapi prosesnya membutuhkan waktu. Bercak yang hanya sedikit lebih gelap dari warna kulit alami umumnya memerlukan waktu sekitar enam hingga 12 bulan untuk memudar. Karena itu, cara menghilangkan bekas luka perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan penyebab munculnya noda.
Namun, bekas luka yang menonjol, mengeras, atau membentuk cekungan memiliki karakteristik berbeda dari noda pigmentasi biasa. Penanganannya pun tidak selalu sama dengan perawatan untuk hiperpigmentasi. Memahami perbedaan tersebut dapat membantu menentukan cara menghilangkan bekas luka yang tepat tanpa memperburuk kondisi kulit.
Memahami jenis bekas yang dimiliki menjadi langkah awal untuk memilih perawatan yang sesuai dan menghindari produk yang justru memicu iritasi.
Cara Merawat Kulit Tubuh agar Bekas Luka dan Noda Gelap Tampak Memudar
Perawatan kulit tubuh tidak harus dimulai dengan banyak produk. Kebiasaan dasar yang dilakukan secara konsisten dapat membantu kulit pulih dengan lebih baik dan mencegah bekas luka terlihat semakin gelap. Cara menghilangkan bekas luka juga perlu disesuaikan dengan kondisi kulit agar perawatan yang dilakukan tidak memicu iritasi. Beberapa langkah yang bisa diterapkan antara lain:
- Gunakan tabir surya. Oleskan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih pada area bekas luka yang tidak tertutup pakaian saat beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari dapat mempergelap noda dan membuat perbedaan warna kulit semakin terlihat.
- Jaga kelembapan kulit. Gunakan pelembap yang sesuai dengan kondisi kulit untuk membantu mengurangi kekeringan dan menjaga lapisan pelindung kulit.
- Hindari menggosok kulit terlalu keras. Eksfoliasi berlebihan, menggaruk, atau memencet area yang meradang dapat memicu iritasi dan memperburuk hiperpigmentasi.
Dilansir dari American Academy of Dermatology (AAD), perlindungan dari sinar matahari merupakan bagian penting dalam membantu memudarkan noda gelap. Jika bekas luka masih terbuka, prioritaskan perawatan luka dan tunggu hingga kulit pulih sebelum menggunakan produk khusus untuk menyamarkan bekasnya.
Konsistensi lebih penting daripada mencoba banyak produk sekaligus. Berikan waktu bagi kulit untuk menunjukkan perubahan dan hentikan penggunaan produk jika muncul rasa perih atau iritasi.
Pilih Produk yang Tepat untuk Membantu Menyamarkan Bekas Luka di Tubuh
Pemilihan produk menjadi langkah berikutnya setelah mengetahui jenis bekas yang muncul. Untuk noda gelap yang tersisa setelah luka sembuh, kandungan seperti vitamin C dan asam azelat dapat menjadi pilihan untuk membantu menyamarkan hiperpigmentasi. Retinoid juga dapat dipertimbangkan untuk kondisi tertentu, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit karena berisiko menimbulkan iritasi.
Selain memilih produk, hindari penggunaan bahan pemutih yang tidak jelas kandungannya. Produk yang mengandung bahan berbahaya dapat memicu iritasi dan memperburuk perubahan warna kulit. Sebaiknya, lakukan uji coba pada area kecil terlebih dahulu ketika menggunakan produk perawatan baru.
Dilansir dari Cleveland Clinic, penanganan bekas luka dapat berbeda berdasarkan jenis dan tingkat keparahannya. Jika bekas luka semakin membesar, terasa nyeri, gatal berkepanjangan, atau mengganggu gerakan, konsultasikan dengan dokter kulit. Pemeriksaan juga diperlukan jika muncul bercak baru tanpa penyebab yang jelas.
Dengan perawatan yang sesuai, tampilan bekas luka dapat diperbaiki meskipun tidak semuanya bisa hilang sepenuhnya, sehingga kulit terlihat lebih sehat dan merata secara bertahap.