Fimela.com, Jakarta - Setiap perempuan punya cara tersendiri untuk mengekspresikan dirinya. Ada yang senang tampil percaya diri dengan gaya busana yang mencuri perhatian, ada pula yang lebih nyaman dengan penampilan sederhana dan sentuhan feminin. Hal serupa juga bisa terlihat dari pilihan parfum yang digunakan sehari-hari.
Bagi sebagian orang, parfum mungkin hanya menjadi pelengkap sebelum beraktivitas. Namun, aroma yang dipilih juga bisa menjadi bagian dari ekspresi diri. Wangi yang segar, manis, floral, hingga woody menawarkan karakter berbeda yang dapat disesuaikan dengan selera masing-masing.
Mereka yang menyukai aroma tegas, misalnya, mungkin tertarik pada parfum dengan sentuhan woody atau rempah yang memberikan kesan hangat. Sementara itu, pencinta aroma lembut bisa memilih perpaduan bunga, citrus, atau musk untuk menghadirkan nuansa yang lebih ringan dan romantis.
Meski begitu, pilihan parfum tidak harus selalu mencerminkan satu karakter tertentu. Seseorang yang biasanya menyukai aroma lembut tetap bisa mencoba wangi yang lebih berani untuk kesempatan berbeda. Begitu pula sebaliknya. Justru, kebebasan mengeksplorasi berbagai aroma membuat pengalaman menggunakan parfum terasa lebih personal.
Tak Harus Terpaku pada Satu Jenis Aroma
Pilihan parfum juga bisa berubah mengikuti aktivitas dan suasana hati. Aroma segar mungkin terasa menyenangkan untuk menemani kesibukan sehari-hari, sedangkan wangi yang lebih hangat bisa menjadi pilihan saat menghadiri acara khusus.
Karena itu, memilih parfum tidak perlu mengikuti anggapan bahwa aroma tertentu hanya cocok untuk karakter perempuan tertentu. Tidak ada aturan yang mengharuskan seseorang selalu menggunakan wangi manis atau floral hanya karena dianggap feminin.
Dari Aroma Bold hingga Floral, Setiap Wangi Punya Karakter Berbeda
Beragamnya preferensi terhadap parfum membuat setiap racikan aroma menawarkan pengalaman tersendiri. Perpaduan bahan yang berbeda dapat menghasilkan wangi dengan kesan tegas, segar, hangat, hingga lembut. Dua koleksi parfum yang mengangkat perbedaan karakter aroma ini adalah ALENCINE dan MECHLINE dari SAFF & Co.
Diperkenalkan pada Oktober 2026, keduanya hadir sebagai extrait de parfum dengan karakter yang berbeda. ALENCINE menggambarkan sosok yang bold dan percaya diri, sedangkan MECHLINE menghadirkan nuansa lembut dengan sentuhan romantis.
ALENCINE memiliki karakter woody, floral, dan ambery. Aromanya dibuka dengan cypress, daun pinus, serta baie rose atau pink pepper yang memberikan sentuhan segar dan sedikit pedas. Pada bagian tengah, jasmine sambac, mawar pompon, dan magnolia menghadirkan nuansa bunga. Sementara itu, mousseline, georgywood, dan mystikal memberikan sentuhan akhir yang hangat dan earthy.
Berbeda dari ALENCINE, MECHLINE memadukan karakter floral, citrus, dan musky. Aroma monarda dan grapefruit membuka komposisinya, kemudian diikuti daun violet, watery lotus, rose de mai, dan lily of the valley. Perpaduan duchess violet, cedarwood, dan musk voile melengkapi aroma dengan kesan hangat dan lembut.
Memilih Aroma Sesuai Selera
Perbedaan kedua koleksi tersebut bisa menjadi gambaran tentang luasnya pilihan dalam dunia wewangian. Pencinta aroma yang lebih tegas mungkin tertarik mencoba karakter ALENCINE, sementara mereka yang menyukai perpaduan floral dan nuansa lembut bisa mengeksplorasi MECHLINE.
Meski deskripsi aroma dapat membantu memberikan gambaran awal, mencoba parfum secara langsung juga penting. Aroma yang tercium dari botol bisa terasa berbeda ketika digunakan, sehingga memberi waktu untuk mengenali wanginya dapat membantu menentukan pilihan.
Parfum yang tepat adalah parfum yang wanginya disukai dan terasa nyaman saat digunakan.
Di Balik Parfum, Ada Cerita tentang Aroma dan Seni
Selain komposisi wanginya, pengalaman menikmati parfum juga bisa datang dari cerita di balik pembuatannya. Inspirasi, proses kreatif, hingga desain kemasan menjadi bagian yang membangun identitas sebuah wewangian.
ALENCINE dan MECHLINE dikembangkan bersama Shyamala Maisondieu, seorang global master perfumer yang berpengalaman menciptakan wewangian untuk berbagai jenama internasional. Kolaborasi ini menghadirkan dua karakter aroma yang berbeda dalam satu gagasan tentang keberagaman sisi perempuan.
Inspirasi tersebut juga terlihat dari nama kedua koleksi yang diambil dari jenis renda tradisional Eropa. ALENCINE merujuk pada Alençon, renda asal Prancis yang memiliki pola terstruktur dan detail presisi. Sementara itu, MECHLINE terinspirasi dari Mechlin, renda asal Belgia yang dikenal dengan pola lebih ringan dan delicate.
Sentuhan artistik berlanjut pada desain kemasannya. Botol signature SAFF & Co. dihiasi aksen glitter, sedangkan kotak kemasannya dirancang bersama Nindita Kirana, ilustrator perempuan Indonesia yang menggunakan gaya hand-drawn dengan garis ekspresif dan pendekatan visual playful.
Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa proses menciptakan parfum tidak hanya berkaitan dengan meracik aroma. Elemen visual juga berperan dalam menyampaikan inspirasi dan karakter yang ingin dihadirkan melalui sebuah koleksi. Perpaduan keduanya memberikan pengalaman yang lebih menyeluruh bagi pencinta wewangian.
Menemukan Makna Personal di Balik Aroma
Di tengah banyaknya pilihan parfum, cerita di balik sebuah koleksi bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ada yang tertarik pada komposisi aromanya, ada yang menyukai desain kemasannya, dan ada pula yang merasa terhubung dengan inspirasi yang diangkat.
Namun, pengalaman setiap orang dalam memilih parfum tentu berbeda. Sebuah aroma bisa terasa istimewa karena mengingatkan seseorang pada momen tertentu, menemani aktivitas favorit, atau sekadar memberikan rasa nyaman saat digunakan.
Itulah yang membuat parfum memiliki sisi personal. Selain menjadi bagian dari rutinitas, wewangian juga bisa menyimpan cerita dan menjadi cara sederhana untuk menikmati hal-hal yang disukai.
Tidak perlu terpaku pada aroma yang sedang populer atau mengikuti pilihan orang lain. Mengeksplorasi wangi baru, mencoba perpaduan aroma berbeda, dan menemukan favorit sendiri bisa menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan mengenal parfum.