WPP Media Gelar Content Day 2026, Rilis Studi Kreator APAC

Ayu SrikhandiDiterbitkan 14 Oktober 2026, 17:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - WPP Media Indonesia akan menyelenggarakan edisi kelima acara unggulannya, "Content Day 2026: The Age of Influence", pada Kamis, 15 Oktober 2026, di Ciputra Artpreneur, Lantai 11, Jakarta. Pertemuan khusus undangan ini menghadirkan lebih dari 400 eksekutif pemasaran terkemuka dari berbagai negara di Asia Pasifik untuk membahas pergeseran mendasar di industri, yakni dari membeli jangkauan media yang tertarget menuju membangun kepercayaan dalam skala luas lewat ekosistem berbasis kreator.

Bertepatan dengan acara tersebut, WPP Media bersama Kalodata akan meluncurkan laporan unggulan "APAC Creator Economy Landscape Study 2026" yang merangkum wawasan dari 15 pasar di Asia Pasifik. Studi ini mengungkap bagaimana GMV social commerce senilai US$23,2 miliar dan 19,4 juta afiliator aktif telah mengubah strategi merek di seluruh kawasan.

2 dari 4 halaman

Panel C-Suite dan Keynote Platform Global

Content Day 2026 menghadirkan panel C-suite yang diisi Andi Airin dari Samsung, Ana Maria Paslaru dari Unilever, Isabel Falco dari L'Oréal Indonesia, dan Niken Sistha Sasmaya dari Paragon Corp. Mereka akan membahas transformasi bisnis, ketahanan margin, serta ekuitas merek di tengah ketidakpastian ekonomi, dengan Sri Widowati, Chief Executive Officer WPP Media, sebagai moderator.

Sesi keynote teknologi dan platform global juga membahas pencarian berbasis AI dan kepercayaan konsumen. Pembicaranya datang dari Meta (Matthew Drury), Google Indonesia (Veronica Utami), Meltwater (Dean Lanauze), TikTok Global Solutions (Xu Zhe), dan WARC (Rica Facundo), diperkaya panelis dari AnyMind (Aditya Aima) dan PopStar (Yosuke Fukada).

3 dari 4 halaman

Lab AI Interaktif dan Dialog Kreator

Pengunjung bisa mencoba langsung demonstrasi platform AI generasi terbaru di lab AI interaktif, termasuk WPP Open, Brand AI, dan Influencer.AI.

Sebagai penutup, panggung utama menghadirkan dialog bersama kreator regional dan pendiri media, seperti kreator TikTok Shadira Firdausi, sutradara film Umay Shahab dari Sinemaku Pictures, serta pionir podcast Angga Nggok dan Imam Darto dari Podkesmas. Sesi ini dimoderatori Pandu Brodjonegoro dari L'Oréal Dermatological Beauty.

Temuan pertama menyoroti berakhirnya surface engagement dan munculnya commerce action. Meski volume konten (+37%) dan jumlah penayangan (+9%) mencapai rekor di pasar dengan pertumbuhan utama seperti Indonesia, tingkat engagement tradisional turun 11% secara tahunan, atau 3% secara regional. Perilaku konsumen kini bergerak menuju tindakan komersial berbasis intensi seperti klik Keranjang Kuning, tautan afiliasi, dan kartu produk, sehingga CPE tidak lagi memadai sebagai tolok ukur utama dan merek perlu beralih ke Commerce Efficiency Metrics serta atribusi GMV langsung.

Temuan kedua, pangsa nano-kreator meningkat sekitar empat kali lipat hingga 22% dari total kreator, membuat pengelolaan influencer manual semakin tidak efektif. Merek unggulan kini beralih ke platform CRM terotomatisasi dan mass-seeding engine, memakai ratusan video organik nano-kreator sebagai ruang uji materi kreatif sebelum diperbesar lewat paid media. Temuan ketiga, GMV social commerce Asia Pasifik melampaui US$23,2 miliar atau naik 81% secara tahunan, dengan GMV afiliasi melonjak 121% menjadi US$14,0 miliar dan menyumbang 65% transaksi. Konten afiliasi menguasai lebih dari 80% visibilitas kreator pada momen belanja utama seperti Ramadan dan 12.12.

4 dari 4 halaman

Kata Para Pemimpin WPP Media

"Selama bertahun-tahun, pemasaran merek bertumpu pada formula yang dianggap aman, yaitu keyakinan bahwa relevansi dapat dibeli dengan data dan belanja iklan yang memadai," ujar Sri Widowati, Chief Executive Officer WPP Media Indonesia. "Era tersebut telah berlalu. Merek modern bukan lagi sekadar iklan linier berdurasi 30 detik, melainkan sebuah mosaik dinamis yang terbentuk melalui ribuan titik interaksi dengan kreator dan komunitas. Content Day 2026 dan riset terbaru kami memberikan kerangka operasional konkret bagi para pemimpin bisnis untuk mengubah pengaruh menjadi ROI yang terukur."

"Asia Pasifik merupakan episentrum transformasi media global, tempat konten, komunitas, dan perdagangan melebur dalam satu guliran singkat," ujar Helen McRae, Chief Executive Officer WPP Media APAC. "Dengan mempertemukan para pengembang platform, pengelola merek, dan kreator, kami dapat mendorong standar yang lebih jelas untuk efektivitas kinerja, optimalisasi AI, dan kekuatan merek dalam jangka panjang."