Buka Peluang Kerja hingga Bantu Pasien Kanker, Tempo Scan Perluas Dukungan bagi Masyarakat

najwa maulidinaDiterbitkan 15 Oktober 2026, 19:27 WIB

Fimela.com, Jakarta - Membangun bisnis tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi yang bisa dilakukan adalah membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk berkembang, mendapatkan akses terhadap kebutuhan penting, dan memiliki peluang yang lebih setara.

Pada 15 Oktober 2026, Tempo Scan Group resmi meluncurkan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM) di Jakarta. Yayasan ini menghadirkan tiga program utama yang berfokus pada kesetaraan peluang bagi penyandang disabilitas, pemberdayaan dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta bantuan pengobatan bagi pasien kanker dari kelompok ekonomi lemah.

Peluncuran yayasan ini menjadi langkah baru dalam upaya perusahaan memperkuat kontribusi sosial yang berkelanjutan. Ketiga program tersebut menyasar kebutuhan yang berbeda, tetapi memiliki tujuan serupa, yaitu membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mendapatkan kesempatan berkembang dan memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.

Inisiatif pembentukan TSKM digagas oleh Executive Chairman Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi, bertepatan dengan peringatan satu tahun berpulangnya Ibu Kartini Muljadi, salah satu pendiri Tempo Scan Group. Semasa hidupnya, Ibu Kartini dikenal sebagai tokoh hukum di Indonesia yang juga berkontribusi dalam dunia usaha dan pendidikan.

Melalui yayasan ini, nilai-nilai yang diwariskan Ibu Kartini Muljadi diterjemahkan menjadi program sosial yang ditujukan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Mulai dari kesempatan belajar di lingkungan kerja hingga dukungan bagi pasien yang membutuhkan pengobatan, setiap program dirancang untuk menjangkau kelompok dengan kebutuhan yang berbeda.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Buka Kesempatan Setara, Ini Program Tempo Scan untuk Penyandang Disabilitas dan UMKM

Melalui Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia, penyandang disabilitas dan pelaku UMKM mendapat dukungan untuk mengembangkan potensi serta memperluas peluang mereka. (Foto/Dok: Tempo Scan Group)

1. Membuka Peluang Kerja bagi Penyandang Disabilitas:

Mendapatkan pekerjaan bukan hanya tentang memiliki kemampuan, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan menunjukkan potensi. Melalui Program Kesetaraan Peluang bagi Penyandang Disabilitas, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia berupaya mendukung inklusi kerja, khususnya bagi penyandang disabilitas yang baru lulus pendidikan.

Program ini dirancang dalam empat tahapan, mulai dari pengenalan budaya kerja perusahaan, pengembangan keterampilan, praktik kerja mandiri, hingga evaluasi untuk melihat peluang karier profesional. Peserta juga akan didampingi mentor yang merupakan karyawan Tempo Scan Group dan telah mendapatkan pelatihan untuk mendukung lingkungan kerja yang aman serta inklusif.

Pendekatan tersebut memberi ruang bagi peserta untuk mengenal dunia kerja secara bertahap. Selain mempelajari keterampilan, pengalaman ini juga dapat membantu mereka membangun kepercayaan diri dan memahami lingkungan profesional.

2. Membantu UMKM Memperluas Jangkauan Pasar:

Bagi pelaku UMKM, memperkenalkan produk kepada lebih banyak konsumen merupakan salah satu tantangan dalam mengembangkan usaha. Akses ke platform digital dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, TSKM menghadirkan Program Pemberdayaan dan Digitalisasi UMKM di Bidang E-commerce melalui Tempomart.com. Platform marketplace ini ditujukan untuk membantu pelaku UMKM memperkenalkan produk, memperluas jangkauan pasar, dan mengembangkan usaha dengan biaya yang relatif ringan.

Inisiatif ini diharapkan dapat membuka akses pasar digital bagi pelaku usaha, baik di kota besar maupun berbagai wilayah Indonesia. Dengan kesempatan untuk memasarkan produk secara daring, UMKM diharapkan memiliki ruang lebih luas untuk tumbuh secara mandiri dan kompetitif. Kedua program ini menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak selalu berbentuk bantuan langsung. Membuka akses terhadap pengalaman kerja dan sarana untuk mengembangkan usaha juga menjadi langkah untuk membantu masyarakat membangun kemandirian.

3 dari 3 halaman

Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia Siapkan Bantuan Obat Kanker Senilai Rp5 Miliar

Selain mendukung kesempatan kerja dan perkembangan UMKM, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia juga menghadirkan program bantuan obat kanker bagi pasien dari kelompok ekonomi lemah. (Foto/Dok: Tempo Scan Group)

Memberikan Dukungan Pengobatan bagi Pasien Kanker:

Akses terhadap pengobatan menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pasien kanker, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Melalui Program Harapan Penyembuhan bagi Pasien Kanker, Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia menyalurkan bantuan obat onkologi senilai Rp5 miliar pada tahap awal.

Program ini diinisiasi melalui donasi pribadi Handojo S. Muljadi. Bantuan berupa obat terapi kanker dari PT Tempo CTTQ Biopharmaceutical Indonesia akan disalurkan melalui kerja sama dengan rumah sakit dan lembaga pendamping pasien.

Penerima bantuan ditentukan berdasarkan kebutuhan klinis dan pertimbangan dokter yang merawat, dengan prioritas bagi pasien dari kelompok ekonomi lemah. Dengan mekanisme tersebut, penyaluran bantuan diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan pengobatan pasien. Program ini menjadi bagian dari tiga fokus utama TSKM yang tidak hanya menyoroti pemberdayaan ekonomi, tetapi juga dukungan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Meski memiliki sasaran berbeda, ketiga program tersebut sama-sama berupaya memperluas akses terhadap kesempatan dan dukungan yang relevan.

Meneruskan nilai kebaikan melalui program berkelanjutan, dengan Peluncuran Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia juga menjadi momentum untuk meneruskan nilai-nilai yang diwariskan Ibu Kartini Muljadi. Bagi Tempo Scan Group, kontribusi sosial tersebut diharapkan tidak berhenti pada peluncuran program, tetapi dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. Melalui dukungan terhadap penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan pasien kanker, yayasan ini membawa pendekatan yang mencakup kesempatan kerja, kemandirian ekonomi, serta kebutuhan kesehatan.

Pada akhirnya, upaya menciptakan dampak sosial dapat dimulai dengan membuka lebih banyak kesempatan bagi mereka yang membutuhkan. Baik melalui pengalaman kerja, akses untuk mengembangkan usaha, maupun dukungan pengobatan, langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih inklusif dan saling mendukung.