Wilsen Willim Mengulik Batik dari Perspektif Desainer dan Budaya

Revania ImmanuelaDiterbitkan 20 Oktober 2026, 19:42 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pernahkah Kamu memperhatikan selembar kain batik dan merasa ada daya tarik kuat yang memikat perhatian? Bagi masyarakat umum, batik kerap dinikmati dari aspek estetika motifnya. Namun di mata seorang desainer dengan latar belakang seni rupa seperti Wilsen Willim, selembar batik adalah perpaduan antara intuisi, eksplorasi warna, dan kepekaan rasa.

Dalam bincang-bincang di Podcast After Hours, Wilsen Willim mengungkapkan bahwa hal pertama yang menarik perhatiannya dari kain batik adalah komposisi warna dan keharmonisan elemen di dalamnya. Menurutnya, mengolah batik bukanlah sekadar mengikuti teori warna yang kaku, melainkan mengandalkan insting seni yang terasah. Tidak jarang, kain batik langka karya para maestro masa lalu memiliki kombinasi warna yang tidak biasa, tetapi justru menghasilkan perpaduan yang sangat menawan.

Selain aspek visual, narasi yang tersimpan di balik setiap torehan malam menjadi jiwa dari kain tersebut. Setiap daerah di Indonesia memiliki ragam hias dan identitas budaya yang khas. Pemahaman atas cerita di balik proses pembuatannya inilah yang membuat apresiasi terhadap batik terasa begitu personal dan berkesan.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Menjaga Esensi Tradisi di Tengah Kebebasan Eksplorasi Mode Modern

Pentingnya menyeimbangkan kebebasan berekspresi dalam mode modern dengan upaya menjaga keaslian batik sebagai warisan budaya Indonesia. (Foto/Dok: KapanLagi.com)

Salah satu pertanyaan yang sering muncul ketika ingin mengolah batik menjadi busana siap pakai adalah sejauh mana kain batik boleh dipotong dan dimodifikasi. Bagi Wilsen Willim, jawabannya terletak pada pemahaman akan nilai dari kain itu sendiri.

Wilsen membedakan perlakuan terhadap kain batik dengan bijak. Untuk kain batik antik atau karya maestro yang bernilai sejarah tinggi, kain tersebut sebaiknya dijaga keutuhannya dan dikenakan tanpa perlu dipotong. Namun untuk karya perajin muda, mengolahnya menjadi pakaian harian yang modern justru menjadi langkah efektif dalam menggerakkan perekonomian mereka. Hal terpenting yang harus dipertahankan adalah core essence atau teknik pembuatannya yang tetap menggunakan perintang malam (batik tulis atau cap), bukan sekadar motif cetak (print).

Renitasari Adrian turut menekankan bahwa pendekatan mode modern sangat penting agar batik tetap relevan. Tanpa eksplorasi desain dari para perajin dan desainer muda, batik akan sulit beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kuncinya terletak pada keseimbangan: tetap menghormati pakem tradisional pembuatan batik, sembari memberikan ruang bagi kreativitas dalam penataan gaya.

3 dari 3 halaman

Batik untuk Dunia dan Generasi Mendatang

Pendekatan desain yang mudah diterima secara global dan dukungan terhadap regenerasi pembatik menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan batik Indonesia. (Foto/Dok: KapanLagi.com)

Memperkenalkan batik kepada masyarakat internasional memerlukan pendekatan komunikasi yang tepat. Wilsen Willim memandang bahwa busana adalah sebuah bahasa. Agar batik dapat dikenakan secara alami di berbagai belahan dunia tanpa terkesan seperti busana kostum, desainer perlu menghadirkan keakraban visual, misalnya melalui penggunaan pewarna alami seperti warna indigo yang sangat diminati di pasar luar negeri, seperti Jepang.

Di balik besarnya potensi batik di tingkat lokal maupun internasional, terdapat tantangan mendasar yang perlu mendapat perhatian bersama, yaitu regenerasi pembatik. Renitasari Adrian mengingatkan bahwa pelestarian batik tidak cukup hanya sampai pada tahap pembelian produk. Diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak, mulai dari institusi pendidikan hingga dukungan program berkelanjutan dari sektor usaha, agar profesi pembatik kembali diminati oleh generasi muda.

Batik bukan sekadar tren busana sesaat, melainkan bagian dari identitas bangsa yang bernilai tinggi. Dengan terus membagikan kisah di balik proses pembuatannya dan merasa bangga mengenakannya dalam aktivitas sehari-hari, kita turut memastikan bahwa tradisi batik akan terus hidup dan berkembang dari generasi ke generasi.

Ingin mengenal batik lebih dekat dari perspektif desainer dan budaya? Saksikan selengkapnya dalam podcast “Batik From Heritage to Timeless Fashion Statement” di YouTube Fimela dan KapanLagiDotCom. Kamu juga bisa menonton tayangannya melalui Vidio.com!