KapanLagi Book Club Kembali, Hadirkan Samuel Ray Bahas "Lagi Probation"

Fatimah AzzahraDiterbitkan 05 November 2026, 13:54 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, KapanLagi Book Club kembali menghadirkan diskusi buku pada Jumat (30/10/2026) di gedung Kapan Lagi Youniverse (KLY). Acara ini mengundang Samuel Ray, penulis Lagi Probation, untuk berbagi cerita di balik proses kreatif sekaligus mengajak peserta menyelami tema besar yang dibawa bukunya.

Rangkaian diskusi dikemas interaktif. Peserta diajak merefleksikan perjalanan hidup, menelaah kembali tujuan bekerja, hingga mengenang pengalaman yang pernah dilalui. Pada kesempatan yang sama, hadirin juga menonton trailer film bertajuk "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?" sebelum berlanjut ke sejumlah sesi seru lainnya.

Buku Lagi Probation sendiri menyuguhkan beragam tips dunia kerja, mulai dari mencari pekerjaan, menyusun CV, sampai negosiasi gaji. Setelah hadir dalam bentuk buku, karya tersebut kini juga diadaptasi ke layar lebar dengan judul yang sama, "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?"

2 dari 4 halaman

Berangkat dari Isu HRD Dianggap Galak, Lahir Buku Lagi Probation

Acara diskusi buku yang digelar oleh Book Club menghadirkan Samuel Ray, pebulis buku Lagi Probation (KapanLagi.com/Fatimah Azzahra)

Dalam diskusi, Samuel Ray menyebut buku perdananya itu terbit pada 2020. Setahun sebelumnya, pada 2019, ia aktif membuka sesi tanya jawab di Instagram Story miliknya untuk menampung pertanyaan seputar dunia kerja.

Format tanya jawab tersebut memang banyak digunakan kreator lain, namun Samuel menekankan fokus topiknya pada isu pekerjaan dan HRD. Beragam respons dan cerita yang masuk dari para pengikut kemudian menjadi bahan awal yang ia himpun.

"Kebetulan aku nulis tentang HRD, karena aku memang praktisinya dari kerjaan tuh HRD. Dari tulisan-tulisan itu, seru tuh banyak yang curhat, banyak yang cerita tentang bosnya. Terus merasa HRD di kantornya galak, jadi topik-topiknya banyak," jelas Samuel.

Dari tulisan-tulisan yang ia publikasikan itulah, ia kemudian diajak pihak penerbit untuk menyusun buku. Ajakan tersebut datang dari Gramedia dan menjadi langkah awal Samuel memasuki proses penulisan buku secara profesional.

"Dan waktu itu akhirnya dikontak sama Gramedia. Gramedia ngajak untuk nulis, aku juga jujur gak tau caranya ya, karena itu awal-awal diajak nulis untuk bikin buku," jelasnya.

Samuel menuturkan Lagi Probation lahir dari keresahan melihat anggapan HRD sebagai sosok yang menakutkan bagi pencari kerja. Sebagai praktisi HR, ia kerap menjumpai cerita di media sosial mengenai kandidat yang merasa takut saat berhadapan dengan HRD.

"Saya tuh resah banget kalau ada orang bilang saya takut sama HRD," ujar Samuel saat sesi diskusi KapanLagi Book Club.

3 dari 4 halaman

Pesan Harapan di Layar, Film Lagi Probation Rilis 12 November 2026

Selepas kesuksesan bukunya, Lagi Probation hadir dalam format film berjudul "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?". Film ini dijadwalkan tayang pada 12 November 2026.

Samuel mengungkapkan rasa syukurnya karena gagasan dalam bukunya dipercaya untuk diadaptasi. Ia menyebut sang produser melihat nilai yang kuat dari cerita yang ditulisnya, terutama soal semangat untuk bangkit.

"Produsernya kemarin bilang, yang kita lihat adalah valuenya, value dari bukunya. Ini punya pesan yang hopefull, bahwa kalau kita gagal, coba lagi, coba lagi, karena hidup itu probation yang berulang terus," ujar Samuel Ray.

Setelah serangkaian diskusi bersama produser dan sutradara, film pun dirancang membawa pesan optimistis. Harapan menjadi benang merah narasi yang ingin disampaikan kepada penonton.

"Kita mau film yang ada pesan, membawa pesan harapan, optimis, bahwa kita nggak boleh cengeng. Kehidupan memang susah, tapi di tempat kehidupan susah, pasti bangkit lagi, bangkit lagi. Saya rasa itu pesan yang bagus banget, dan mereka kuat banget dengan itu," kata Samuel.

Samuel menambahkan, buku Lagi Probation ditulis berdasarkan sudut pandangnya saat berusia sekitar 25 tahun. Saat itu, ia menggambarkan seorang anak muda yang idealis dan berambisi besar dalam karier, yang kemudian menjadi karakter utama di film.

"Jadi ini seseorang yang di usia 25 tahun, penuh dengan semangat, dan kayaknya apa pun dia akan hajar, untuk mencapai goal," ungkap Samuel.

Dalam versi film, karakter Samuel diperkaya dengan latar trauma dan konflik yang lebih beragam. Muncul pula tokoh lain seperti Lutfi, yang digambarkan kerap mencari perhatian atasan. Dinamika ini menampilkan warna kehidupan kantor yang lebih luas, sehingga alur film pun memiliki cerita yang berbeda dari bukunya.

4 dari 4 halaman

Di KapanLagi Book Club: Refleksi, Cerita Peserta, dan Momen Penutup

Tidak hanya membahas buku dan adaptasi film, acara berlanjut ke sesi refleksi bertajuk "Gue Kerja Ngejar Apa?". Melalui sesi ini, peserta diajak melihat ulang arah dan tujuan mereka bekerja. Panitia KapanLagi BookClub menyediakan kertas untuk menuliskan gagasan, pemikiran, dan refleksi personal.

Usai sesi tersebut, peserta mengikuti "One Page One Memory". Masing-masing diminta menuliskan satu kenangan yang bermakna dalam perjalanan hidup. Setelah selesai, beberapa peserta membacakan hasil tulisannya di hadapan peserta lain.

Salah satu peserta, Nur Rahma, turut berbagi kisah melalui tulisan yang ia buat. Samuel Ray juga aktif berinteraksi dengan para peserta pada malam itu. Suasana diskusi terasa personal ketika peserta saling mendengarkan cerita dan pengalaman yang dituangkan dalam tulisan masing-masing.

Menjelang penutupan, sesi foto bersama menjadi momen hangat. Peserta mengabadikan kebersamaan dengan Samuel Ray, dilanjutkan kesempatan meminta tanda tangan pada buku Lagi Probation yang mereka bawa.

Berminat mengikuti kegiatan KapanLagi Club berikutnya? Temukan beragam aktivitas komunitas dan informasi terbarunya di tautan: linktr.ee/kapanlagiclub.