Sukses

Beauty

Bone Scan: Tes Penyebaran Kanker Payudara Pada Tulang

Untuk mendeteksi sel kanker yang ada dalam tubuh, memerlukan waktu yang cukup lama. Terkadang sel kanker yang masih kecil tidak dapat terlihat meski telah dilakukan uji pindai seperti mamografi atau uji sinar-X.

Dengan kendala yang demikian, tidak sedikit kasus kanker payudara yang terjadi baru ditemukan ketika sel kanker telah menyebar pada tubuh, seperti jaringan tulang misalnya. Lalu, bagaimana cara mendeteksi penyebaran sel kanker payudara pada tulang? Cancerresearchuk.org telah menghimpun informasinya bagi Anda.

Mungkin selama ini Anda hanya mengetahui sistem uji sinar-X untuk memastikan kondisi tulang. Memang sinar-X dapat memperlihatkan kondisi tulang secara umum, tapi seringnya sinar-X tidak dapat menemukan sel kanker terutama jika penyebarannya masih pada tahap awal.

Karena itu, Anda lebih baik mengambil alternatif lain, yaitu dengan melakukan pindai tulang atau bone scan. Bone scan ini menggunakan bahan radioaktif yang disuntikkan dalam tubuh. Tenang saja, jumlah bahan radioaktif yang dimasukkan sangatlah sedikit untuk dapat merugikan kondisi kesehatan tubuh.

Setelah materi tersebut disuntikkan, Anda dapat aktivitas seperti biasa, hanya saja tidak disarankan untuk berdekatan dengan ibu hamil, bayi, atau anak kecil yang rentan terhadap bahan radioaktif selama 24 jam.

Pada proses scan, hasilnya akan menampakkan keadaan tulang dengan lebih detil di mana warna gelap yang biasanya disebut dengan hot spot menunjukkan tingkatan bahan radioaktif yang banyak. Hal ini bisa jadi karena penyebaran sel kanker atau penyakit tulang yang sebelumnya sudah Anda miliki.

Untuk lebih memastikannya, Anda dapat menindaklanjuti dengan tes darah untuk menakar jumlah kalsium pada darah. CT scan dan MRI juga dapat menjadi alternatif tambahan.

Oleh: Wahyu Wienanda

(vem/tyn)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading