Sukses

Beauty

Pengantin Perempuan Jepang Warnai Sekujur Tubuh Menjadi Putih

Apakah Anda penggemar kebudayaan Jepang? Nah Ladies, Anda perlu mengetahui tradisi pernikahan Jepang, berikut adalah paparannya, dikutip dari wikipedia.com.

Sebenarnya, tradisi menikah a la Jepang dibagi menjaid dua, Ladies. Yang pertama adalah tradisi pernikahan a la Shinto, dan yang kedua adalah tradisi pernikahan internasional.

Tradisi pernikahan Shinto, atau pernikahan tradisional dibagi lagi menjadi dua, yaitu miai dan ren’ai. Miai merupakan sebuah tradisi seputar metode menentukan calon mempelai. Sedangkan ren’ai adalah metode menikah dnegan keinginan sendiri. Dengan kata lain, miai adalah menikah berdasarkan perjodohan, dan ren’ai adalah pernikahan atas kehendak sendiri.

Pada hari pernikahan, tradisi juga menyebutkan bahwa calon pengantin perempuan boleh mewarna wajahnya menjadi putih dari atas sampai kaki. Ini merupakan sebuah tradisi untuk menunjukkan diri kepada dewa bahwa dirinya masih perawan. Masyarakat juga mengatakan bahwa pewarnaan ini mampu membuat pengantin tidak mudah cemburu, menjaid lebih patuh terhadap suami, dan lembut.

Pada pernikahan tradisional (shinzen shiki), upacara pernikahan digelar di kuil Shinto. Dalam upacara tradisional ini, semua detail pernikahan benar-benar diperhatikan. Sayangnya, tradisi ini dianggap rumit, sehingga banyak kaum muda mulai meninggalkan shinzen shiki ini.

Di Jepang, pernikahan dikatakan sah ketika kedua mempelai telah mengumpulkan dokumen pernikahan yang kemudian digunakan untuk mengubah status pernikahan pada kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

Nah, bagaimana Ladies, Anda tertarik mewarna sekujur tubuh Anda menjadi putih?

Nastiti Primadyastuti

(vem/ova)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading