Sukses

Beauty

Seputar Seksualitas Masyarakat Mesir Kuno

Membahas keunikan-keunikan cara hidup dan budaya masyarakat jaman kuno memang tidak akan ada habisnya. Berbagai peradaban kuno menarik perhatian peneliti dunia untuk mendalami sejarah masyarakat mereka, seperti Mesir, Romawi, dan Yunani. Salah satu hal yang selalu menarik untuk didalami adalah seksualitas yang berkembang pada peradaban kuno tersebut. Hal ini karena banyak yang mempercayainya sebagai asal-usul masyarakat modern di wilayah bekas peradaban kuno itu.

Berbicara tentang seksualitas masyarakat kuno, tentu kita tidak bisa mengesampingkan Mesir. Bahkan, dalam touregypt.net, pengetahuan seksual pada masa peradaban kuno menjadi salah satu wawasan wisata yang menarik untuk para turis. Seperti apa sebetulnya seksualitas masyarakat Mesir kuno?

Dalam peradaban kunonya, masyarakat Mesir tidak diharuskan menikah terlebih dahulu untuk dapat menikmati surga dunia lewat bercinta. Prostitusi dikenal bebas pada jaman ini. Kehidupan sehari-hari masyarakatnya tidak dapat dilepaskan dari kehidupan seksual, seperti kebanyakan masyarakat kuno lainnya. Buku-buku dongeng dan kitab-kitab sejarah yang ditemukan menceritakan banyak terjadinya perselingkuhan, inses, percintaan sesama jenis dan masturbasi, bahkan dengan sedikit kisah tentang necrophilia (kelainan seks yang menyebabkan seseorang tertarik berhubungan dengan mayat).

Meskipun kehidupan seksual pada peradaban kuno ini dikenal bebas, bagaimanapun juga, perselingkuhan tetap menjadi satu kecaman sosial dan hukuman berat pasti dijatuhkan pada pelakunya. Para pria yang berselingkuh kebanyakan hanya dipaksa bercerai dari istri sahnya, sedangkan para wanitanya harus disiksa bahkan sampai mati.

Para pekerja prostitusi mengiklankan diri mereka dengan terbuka bahkan dengan berjalan-jalan telanjang untuk menarik para perhatian pria. Mereka mengenakan gincu merah dan men-tato tubuh mereka di bagian-bagian tubuh yang mereka perlihatkan saat menjajakan diri.

Wah, jaman dahulu justru lebih ‘liar’ dan bebas ya Ladies?

Mazhi

(vem/ova)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading