Sukses

Beauty

Bertambahnya Usia Menjadi Penyebab Penyakit Tuli, Benarkah?

Ladies, kita pasti sering menemui kakek-kakek atau nenek-nenek dengan kemampuan pendengaran yang buruk sehingga harus berbicara dengan suara yang keras bukan? Yap. Bahkan tidak jarang, ada juga kakek-kakek atau nenek-nenek yang menderita penyakit tuli total. Apakah faktor pertambahan usia yang semakin senja berperan sebagai penyebab penyakit tuli pada orang yang telah lanjut usia? Yuk, simak ulasan selengkapnya.

Ladies, ada beberapa penyakit telinga yang menyebabkan penyakit tuli. Seperti disalir dari laman chealth.canoe.ca, salah satu penyakit telinga yang menyebabkan penyakit tuli ini adalah presbikusis. Presbikusis atau dikenal juga dengan istilah tuli karena usia adalah tuli saraf sensorineural frekuensi tinggi, umumnya terjadi mulai usia 65 tahun dengan ketulian yang simetris antara telinga kiri dan kanan.

Presbikusis ini biasanya disebabkanoleh oleh proses degenerasi telinga dalam. Bertambahnya usia mengakibatkan pembusukan lambat sel-sel rambut sensitif yang melapisi telinga bagian dalam. Inilah yang mengakibatkan ketulian, karena tanpa adanya sel-sel rambut, mengenali suara menjadi sulit bahkan tidak mungkin.

Keluhan utama presbikusis antara lain berupa berkurangnya pendengaran secara perlahan-lahan dan progresif, simetris pada kedua telinga. Kapan berkurangnya pendengaran tidak diketahui pasti. Keluhan lainnya adalah telinga berdenging (tinnitus nada tinggi). Pasien dapat mendengar suara percakapan, tetapi sulit untuk memahaminya, terutama bila diucapkan dengan cepat di tempat dengan latar belakang yang riuh.

Jadi, memang benar jika bertambahnya usia yang semakin senja berperan dalam menajdi penyebab penyakit tuli pada beberapa orang yang telah lanjut usia ladies.

Oleh : Maulisa

(vem/)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading