Sukses

Beauty

Awas Bahaya Merkuri pada Ikan Laut!

Merkuri merupakan senyawa kimia yang banyak digunakan sebagai bahan dari thermometer, barometer, hingga sphygmomanometer. Termometer yang pecah bisa menjadi salah satu jalan dari merkuri untuk masuk ke dalam tubuh melalui hidung yang menghirup dan mengendap di paru-paru.

Masuknya merkuri ke dalam tubuh juga dapat melalui makanan yang Anda konsumsi. Salah satu sumber makanan yang berpotensi terkontaminasi merkuri adalah ikan laut. Ikan laut bisa tercemar merkuri dalam bentuk metil merkuri yang mengendap di dalam tubuh ikan laut akibat paparan dari merkuri.

Selanjutnya, merkuri akan menyebar pada ikan lainnya saat ikan kecil dimangsa oleh ikan yang lebih besar dan kemudian dimangsa lagi oleh predator yang lebih besar. Sehingga menurut situs home.howstuffworks.com, predator yang berada pada puncak rantai makanan memiliki kadar merkuri paling tinggi.

Ikan laut yang memiliki jangka hidup panjang juga berpotensi memiliki kadar merkuri yang tinggi di dalam tubuhnya. Ikan laut dengan kadar merkuri tinggi di antaranya adalah ikan hiu, ikan makarel, ikan tilefish, serta ikan swordfish karena mereka adalah predator dengan jangka hidup yang lama.

Hindari mengonsumsi ikan laut yang mengandung merkuri terutama bagi ibu hamil dan anak-anak yang masih dalam tahap pertumbuhan. Pilihlah ikan laut seperti ikan pindang, kepiting, salmon, cumi-cumi, atau tuna yang masih dalam batas aman dari merkuri.

Oleh:Lies Nureni

(vem/ver)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading