Sukses

Beauty

Benarkah Makeup Tahan Lama Merusak Kesehatan dan Lingkungan? Ini Faktanya Menurut Penelitian

Fimela.com, Jakarta Produk makeup tahan lama sepert lipstik hingga riasan mata memang selalu menjadi pilihan. Hal ini dikarena agar tidak perlu touch up lagi ketika terkena keringat atau air selama seharian.

Namun, pernahkah terpikirkan jika bahan kandungan yang ada pada makeup tahan lama dapat menimbulak. Bahaya utnuk kesehatan tubuh hingga lingkungan hidup.

Menurut sebuah studi baru oleh para peneliti University of Toronto, melansir nationalobserver.com, ada beberapa bahan makeup tahan lama mengandung racun yang menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan jangka panjang. 

Sebuah makalah yang diterbitkan Environmental Science & Technology Letters menemukan bahwa banyak produk kosmetik umum mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai zat polifluoroalkil - atau PFAS - yang dapat mencemari sistem air selama beberapa generasi dan telah dikaitkan dengan risiko kesehatan yang serius.

Rekan penulis Miriam Diamond mengatakan penelitian tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa kurangnya standar pelaporan dalam industri kosmetik dapat berarti banyak pemakai makeup khsusunya di Kanada secara tidak sengaja menerapkan bahan kimia berbahaya ke wajah mereka setiap hari.

PFAS merupakan bahan kimia sintetis yang biasa ditemukan di banyak produk industri dan konsumen, termasuk busa pemadam kebakaran, tekstil, peralatan masak, dan kemasan makanan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Diamond mengatakan PFAS dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti disregulasi metabolisme, masalah kesuburan dan disfungsi kekebalan. “Beberapa penelitian telah mendeteksi PFAS dalam kosmetik yang dibeli di Eropa dan Asia, diduga untuk membuat produk kosmetik lebih tahan lama, dan lebih mudah diaplikasikan,” kata Diamond.

Tetapi penggunaan PFAS dalam riasan juga menciptakan risiko paparan baru, termasuk penyerapan melalui kulit dan saluran air mata atau tertelan secara tidak sengaja, terutama untuk produk bibir. Diamond juga mengkhawatiran bahwa limbah dari produk tanan lama akan masuk ke persediaan air minum setelah dicuci ke saluran pembuangan dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Pengujian 

Tidak ada data tentang prevalensi PFAS di industri makeup Amerika Utara, jadi Diamond dan rekan-rekannya di Toronto bekerja sama dengan peneliti AS untuk menguji 231 produk kosmetik, termasuk 17 dari Kanada, yang tersedia di pengecer kecantikan besar dan toko obat.

“Produk diuji untuk tingkat tinggi fluor, yang akan sangat menyarankan keberadaan PFAS. Dari kosmetik yang diuji, sebagian besar produk yang menjadi perhatian disebut sebagai tahan air dan tahan lama,” kata Diamond.

Delapan puluh dua persen maskara tahan air memiliki konsentrasi fluor yang tinggi, serta 58 persen produk mata lainnya, 55 persen dari semua produk bibir dan hampir dua pertiga alas bedak.

Para ilmuwan mengirim 29 produk fluor tinggi ini untuk analisis lebih lanjut, dan mendeteksi setidaknya empat PFAS spesifik, termasuk beberapa yang diubah menjadi bahan kimia yang beracun dan berbahaya bagi lingkungan. 

Selain itu, para peneliti mengidentifikasi produk pemecahan dari polimer yang mengandung fluor - rantai panjang bahan kimia berulang - yang meragukan klaim produsen bahwa senyawa ini lebih ramah lingkungan, kata Diamond.

“Dari 17 produk Kanada yang dianalisis dalam penelitian ini, hanya satu yang mencantumkan PFAS pada bahan-bahannya,” kata Diamond.

Diamond meminta produsen dan pengecer kecantikan untuk segera menangguhkan penggunaan dan penjualan produk yang mengandung PFAS.

#elevate women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Kenalan dengan Makeup Brand Tasya Farasya yang Sold Out dalam 8 Jam
Artikel Selanjutnya
6 Tips Makeup dengan Korean Look yang Simpel dan Natural