Sukses

Beauty

Diary Fimela: Bukti Passion dan Bisnis Bisa Beriringan, Cerita di Balik Kreator Konten Bellinda Putri Miliki Brand Skincare Sendiri

Fimela.com, Jakarta Memulai sesuatu, apapun itu, memang sangat menantang, terutama jika bicara tentang bisnis. Rasanya tidak ada cerita di balik memulai sebuah bisnis yang terus menerus menyenangkan atau tanpa hambatan sama sekali.

Sama halnya dengan cerita Bellinda Putri saat ia memutuskan untuk membuat brand skincarenya sendiri. Untuk Diary Fimela kali ini, Tim FIMELA berkenalan dengan Bellinda Putri, seorang kreator konten dan owner brand HALE untuk menceritakan perjalanannya di bidang bisnis skincare, yang dimulai benar-benar dari nol.

Bukan tanpa background sama sekali, Bellinda memang telah menggeluti dunia skincare sejak lama. Dalam hal mengulas produk kecantikan, ia dikenal sebagai salah satu reviewer yang jujur dan bisa memberikan insight menarik terkait perawatan kulit, khususnya untuk jenis kulit sensitif.

"Fokusku itu memang dari dulu adalah kulit sensitif, jadi ketika awal aku buat brand sendiri, ya harapannya aku bisa bantu orang-orang dengan kulit sensitif merawat kulit mereka lewat produkku," cerita Bellinda.

HALE bisa dibilang lahir dari passion dan kemauan Bellinda beserta tim untuk terus belajar. Di tahun 2019, saat baru saja menyelesaikan studinya di luar negeri dan pulang ke Indonesia, Bellinda menerima ajakan untuk membuat brand makeup sendiri dari owner jasa salon kecantikan home service.

"Waktu pertama kali diajak meeting, aku masih belum paham, karena aku kira mereka mau ajak kolaborasi biasa, ternyata mereka tertarik buat brand makeup. Nah, untuk makeup, aku kan nggak begitu paham, yang aku pelajari banget sebenernya skincare. Akhirnya, diputuskanlah kita buat brand skincare."

Bellinda mengaku beruntung telah memulai HALE sejak tahun 2019, dengan produk-produk yang fokusnya adalah membantu merawat kulit sensitif. Saat itu, memang belum ada brand lokal lain dengan fokus yang sama.

"Waktu mulai HALE, belum ada brand lokal lain yang memang fokusnya ke permasalahan kulit sensitif, sedangkan itu adalah concernku selama ini. Aku selalu kasih poin lebih untuk brand-brand yang bisa bikin produk tanpa mengikutsertakan bahan-bahan yang cenderung punya risiko mengiritasi kulit. Sekarang, ya ini jadi poin lebih untuk HALE."

 

 

HALE dibuat sebagai brand yang concern terhadap permasalahan kulit sensitif

Nama HALE diambil dari bahasa Inggris yang artinya adalah strong and healthy, sesuai dengan harapan Bellinda untuk membantu para pengguna mendapatkan kulit sehat lewat produk-produk HALE. Bellinda juga mengakui bahwa dirinya mungkin tidak akan merasa percaya diri untuk memulai bisnis ini, jika tidak diajak terlebih dahulu oleh orang yang sekarang menjadi partnernya. Ada 5 orang termasuk dirinya yang sampai saat ini menjadi sosok di balik HALE.

"Kalau aku di bagian produk dan marketingnya, jadi bener-bener mikirin produknya. Partnerku yang lain, fokusnya beda-beda lagi, ada yang mikirin desain dan packaging, ada yang di bagian distribusi produknya. Aku kayaknya nggak bakal PD deh dulu kalau nggak diajakin sama partnerku. Padahal kita semua di sini pemula, sama sekali belum ada yang pernah berkecimpung di dunia ini sebelumnya."

Sekarang, Bellinda dan tim berharap HALE bisa menjadi bisnis yang berkelanjutan dan stabil. Brand yang produk-produknya akan dicari oleh orang-orang yang memang ingin mendapatkan kulit sehat.

"Ini kan kerjaanku setiap hari, yang akhirnya aku jadikan inspirasi untuk membuat produk bagus, tapi nggak mahal. Nah, untuk membuat produk-produk HALE, aku banyak kompromi di situ sih, karena orang Indonesia itu cenderung punya persepsi kalau lokal itu murah. Untungnya, di HALE nggak ada pressure untuk launching berapa produk dalam rentang waktu tertentu, karena kita itu kalau launching produk, ya pas produk itu udah bener-bener siap dan bagus."

Selain tantangan dalam membuat produk yang benar-benar baik dengan harga terjangkau, sampai saat ini, Bellinda dan tim juga terus berusaha untuk memberikan edukasi yang tepat tentang produk-produk perawatan berkandungan aman untuk kulit. Ini dilakukan dengan cara mengirimkan produk ke semua teman dan kenalan.

"Kita awalnya kirim produk ke semua orang, beneran semua orang yang kita kenal, walaupun bukan beauty reviewer atau kreator konten. Harapannya, kita bisa dapat feedback dari orang yang memang tidak terbiasa pakai skincare atau tidak mendalami produk-produk yang dia pakai."

Ditanya tentang persaingan brand skincare lokal saat ini, Bellinda justru menganggap dengan banyaknya brand-brand lokal yang bermunculan, membantu meningkatkan kepercayaan pengguna pada brand lokal itu sendiri. Bagi Bellinda dan tim HALE, pada akhirnya, kualitas adalah hal terpenting dari sebuah brand.

"Kita itu di HALE, berangkatnya ingin bantuin orang-orang untuk mendapatkan kulit yang sehat dan sekarang sih aku bilang, karena kita sudah mulai dari tahun 2019, market HALE sendiri sudah terbentuk."

Memulai bisnis, apapun produknya, berangkatlah dari hal yang disukai

Proses produksi yang terhambat di masa pandemi ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi HALE. Pengembangan produk-produk HALE dilakukan di Korea Selatan, sehingga proses testing sample sebelum produksi pun memakan waktu lebih lama, dari sebelum pandemi.

"Nanti ditunggu ya, kita masih akan launching beberapa produk selama sisa akhir tahun ini, karena di awal pandemi kemarin, kita bener-bener kesulitan sih. Ada 7 dari 8 produk kita yang packagingnya juga import, jadi prosesnya memang sekarang lebih ribet."

Lewat akun Instagram (@think.hale) dan website resmi (hale.id), sekarang kamu bisa menemukan 9 produk perawatan kulit sensitif dengan harga mulai dari Rp90.000 hingga Rp129.000. Saat mengunjungi website HALE, kamu juga bisa berkonsultasi langsung dengan dokter kulit tentang permasalahan kulitmu.

"Dokter kita beneran dokter kulit ya. Konsultasinya gratis dan tidak diharuskan untuk membeli produk HALE. Jadi semisal kondisi kulitmu memang nggak bisa diatasi dengan produk kita, ya dokter nggak akan menganjurkan kamu beli. Progressnya akan direcord juga, jadi kondisi kulitmu bisa dipantau sampai benar-benar membaik."

Perjalanan HALE dari tahun 2019 hingga sekarang, membuat Bellinda dan tim terus berinovasi, tidak hanya dengan merilis produk yang baik, tapi juga program-program yang tujuannya adalah mengapresiasi pengguna setia HALE sendiri. Lewat cerita Bellinda memulai dan membangun HALE, kita bisa belajar memulai bisnis dari hal yang benar-benar kita sukai.

"Bisnis apapun itu, yang penting adalah kita harus percaya dulu sama produk itu, kita harus suka dulu sama produknya, dari situ aja dulu. Lalu, kalau bisa, mulainya dengan keinginan untuk bisa memberi dampak positif buat orang lain. Menemukan partner yang tepat juga penting, karena aku dan partner-partnerku semua sadar bahwa kita punya limit, ya kita melengkapi satu sama lain akhirnya di HALE."

Bahkan ketidakyakinan yang muncul saat kita akan memulai sesuatu, menurut Bellinda harus dicari tahu alasannya. Jika semua sudah dipersiapkan dengan baik, maka cobalah untuk melangkah maju.

"Akhirnya, coba aja dulu, memang harus dicoba dulu. Rilis dulu produknya, biar kita tahu responnya. Jangan berkecil hati kalau respon di awal nggak bagus, karena kita masih punya banyak ruang dan waktu untuk memperbaiki, berkembang, dan berinovasi," tutup Bellinda di akhir wawancara.

#Elevate Women

What's On Fimela
Loading
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Brand Sepatu asal Bandung Buka Ratusan Lapangan Kerja Baru
Artikel Selanjutnya
Diary Fimela: Kisah Haru Perjuangan Bisnis Essential Oil yang Membawa Berkah