Sukses

Beauty

5 Solusi Mengatasi Isu Limbah Produk Kecantikan untuk Bumi yang Lebih Baik

Fimela.com, Jakarta Meskin pandemi covid-19, industri kecantikan khususnya skincare semakin meningkat. Sayangnya, tren belanja produk kecantikan ini menjadi impulsif yang menyebabkan permasalah sampah yang mengkhawatirkan.

Silviana Chandra, Tim Kampanye Waste4Change mengatakan saat ini total sampah kemasan plastik dari industri kecantikan sudah mencapai 6,8 juta ton. Sementara, 70 persen dari sampah tersebut juga tidak terolah dengan baik sehingga berakhir di Tempat Pembuangan Sampah (TPA), terbakar, terkubur di tanah, hingga terbawa ke laut yang akan memengaruhi kehidupan.

"Hanya 30 persen yang didaur ulang. Jumlahnya pun terus bertambah dua kali liptanya. Padahal, sampah-sampah tersebut akan berpengaruh terhadap kehidupan mahluk hidup yang ada di bumi," ujar Silviana dalam acara peluncuran Kampanye Sociolla Waste Down Beauty Up.

Melihat fakta tersebut, Sociolla salah satu perusahaan terkemuka yang bergerak di bidang teknologi kecantikan Indonesia memberikan solusi agar sampah-sampah industri kecantikan tidak menumpuk dan berakhir di TPA.

Lewat kampanye 'Waste Down Beauty Up', Sociolla memiliki beberapa solusi mendorong masa depan yang berkelanjutan bagi industri kecantikan di Indonesia.

"Kampanye Waste Down Beauty Up hadir sebagai solusi untuk mengatasi masalah ini dimana Sociolla memiliki ambisi besar untuk mengadvokasi, mempromosikan, serta membantu pelanggan melakukan pembelian produk kecantikan secara bijak. Langkah ini diyakini oleh perusahaan sebagai titik awal penerapan prinsip keberlanjutan dalam industri kecantikan," ujar Co-Founder & CMO Social Bella Chrisanti Indiana.

1. Look Up on Trusted Reviews (Membaca review terlebih dahulu)

Menciptakan mindful shopping atau kesadaran dalam berbelanja produk kecantikan dengan mencari informasi review dan rating dari pelanggan lain. Dengan cara ini, pelanggan didorong untuk memilih secara bijak sebelum mengambil keputusan pembelian.

"Sebelum membeli produk yang tepat ada baiknya untuk melihat review terlebih dahulu bisa melalui aplikasi SOCO sebelum melakukan pembelian. Dengan begitu tidak ada produk kecantikan yang tidak terpakai karena salah membeli," ujar Chrisanti.

2. Try tester before buying (Mencoba tester di toko Sociolla sebelum membeli)

Banyak pelanggan langsung terdorong melakukan pembelian impulsif yang berlandaskan pada FOMO ketika melihat influencer favorit tampil memesona dengan tren makeup terbaru.

Maka ada baiknya untuk mencoba tester sebelum membeli produk, pelanggan dapat membuat keputusan lebih bijak berdasarkan bagaimana produk tersebut terlihat atau terasa di wajah atau kulit mereka sendiri.

"Di Sociolla nantinya akan ada beauty advisor yang akan membantu memilih produk sesuai dengan kondisi kulit seseorang. Maka tidak ragu lagi untuk membeli,"tambahnya.

3. Buy Minis/small size Before Full Size (Beli versi mini/kecil sebelum ukuran penuh

Sebuah upaya mendorong beauty enthusiast untuk mencoba produk kecantikan berukuran kecil untuk menguji kesesuaian produk dengan kulit terlebih dahulu sebelum membeli produk normal dan berukuran penuh.

4. Gift With Less Waste (Hadiah yang Less Waste)

Sociolla kini menghadirkan pilihan hadiah elektronik (e-gift) untuk para beauty enthusiast yang mengajak mereka agar tidak memberikan barang-barang yang tidak mereka gunakan kepada orang yang mereka cintai.

5. Zero bubble wrap, mengubah packaging hingga mengembalikan kemasan produk kosmetik

Selain dari gerakan Waste Down Beauty Up, Sociolla juga menerapkan zero bubble wrap dan mengubah packaging pengiriman dengan kotak ramah lingkungan.

Chrisanti mengatakan diperkirakan, peralihan dari bubble wrap ke kertas daur ulang akan mengurangi penggunaan plastik perusahaan sekitar 250.000 m2/tahun.

"Hingga saat ini, Sociolla adalah perusahaan e-commerce besar pertama di Indonesia yang berkomitmen pada kebijakan zero bubble wrap. Kami juga sudah menguji beberapa kali agar produk seperti kaca tetap aman sampai ke pelanggan meski tidak menggunakan bubble warp," paparnya.

Chrisanti juga mengatakan Sociolla yang sudah memiliki 31 offline store di Indonesia menyediakan penukaran botol atau kemasan produk kecantikan meski baru di beberapa store offline Sociolla.

#womenforwomen

Loading