Sukses

Beauty

Diary Fimela: Bermula dari Pengalaman, Kisah Monica Bawa Resep Warisan Rempah Perpaduan India-Indonesia Kedalam Skincare

Fimela.com, Jakarta Skincare alami memang lebih diminati untuk mengurangi infeksi atau masalah yang justru terjadi karena menggunakan bahan kimia. Namun kendalanya membuat perawatan DIY cukup merepotkan mulai dari menyiapakan bahan-bahan hingga membuatnya.

Hal ini dipun dirasakan oleh perempuan bernama Monica Chugani, ia ingin menggunakan skincare alami namun harus melalui proses yang cukup merepotkan apalagi bagi seorang pekerja. 

“ketika Covid melanda, saya jadi sering membuat skincare DIY alami di rumah. Namun prosesnya cukup ribet, terlebih lagi membereskannya setelah selesai,” ujarnya kepada Fimela.com.

Dari pengalamanya tersebutlah, Monica berpikir untuk membuat skincare alami dengan cara yang praktis. Maka di Maret 2022, ia meluncurkan brand skincare yang bisa menyederhanakan skincare routine para wanita dengan hanya menggunakan kandungan esensial saja untuk kulit dan diberi nama, Adeena.

Dari situlah, ia beralih profesi dari sebelumnya bekerja industri SaaS (Software as a Service) di Singapura, kini lebih memilih dan fokus mengembangkan bisnis kecantikannya. 

“Sebelumnya, saya bekerja dan selalu sibuk meeting dan traveling. Akhirnya setelah menikah di tahun 2020 dan berhenti bekerja, saya kembali ke Jakarta dan memulai rencana saya membangun Adeena selama 1,5 tahun hingga peluncuran. Tujuannya ingin orang lain merasakan manfaat skincare alami namun tidak perlu melalui proses yang berantakan,” paparnya. 

Ia mengatakan produknya fokus pada produk 2-in-1 dengan bahan alami namun berkualitas. Agar pelanggan tidak perlu lagi mengeluarkan banyak uang untuk berbagai macam produk yang bisa memakan biaya besar, sekaligus bisa membantu lingkungan.

Skincare dengan perpaduan Indonesia-India

Monica yang lahir dan besar di Indonesia merupakan generasi ketiga keturunan India, sehingga ia pun menggabungkan unsur warisan dari India dan Indonesia yang menjadi filosofi Adeena Skin. Menurutnya, kedua negara ini sama-sama merupakan negara kaya rempah. 

Misi brand ini adalah untuk membawa manfaat terbaik dari ritual perawatan diri di India dan Indonesia untuk membangkitkan kepercayaan diri dan self-love para wanita di seluruh dunia.

“Karena selain berkewarganeragaan Indonesia, saya juga merupakan keturunan India. Saya melihat keduanya punya sejarah dan budaya serupa namun unik dalam hal perawatan kulit. Di zaman nenek saya, produk skincare itu tidak ada. Sehingga semuanya perlu dibuat secara DIY di dapur sendiri,” ujarnya.

Bahkan,  sejak kecil kulitnya sudah sering sekali dipakaikan skincare buatan sang nenek yang dibuat dari kunyit (salah satu bahan yang dipakai pada perawatan kulit kedua budaya). Selain itu, ia juga terbiasa minum jamu semenjak kecil.

“Manfaat keduanya telah saya rasakan dari remaja hingga sekarang. Sejak kecil, nenek saya selalu membuat masker kunyit sendiri di rumah dan mengoleskannya ke wajah dan tubuh saya setiap hari. Hasilnya benar-benar luar biasa, karena kunyit membuat kulit saya tetap mulus dan sehat, aman dari pubertas dan jerawat yang mengganggu. Itulah kenapa saya termotivasi untuk menggunakan kunyit, agar semakin banyak yang merasakan manfaatnya melalui Adeena Skin,” ungkap Monica.

Di India, kunyit kerap digunakan untuk pasangan pengantin karena dipercaya dapat membuat pengantin lebih bercahaya. Sementara di Indonesia, sebagian besar minuman tradisional jamu mengandung kunyit yang membuat tubuh lebih sehat. Sebagai bahan skincare sendiri, kunyit memiliki sifat anti-radang dari kandungan kurkumin, yang berfungsi memperbaiki struktur pori-pori wajah, mencerahkan warna kulit, menghilangkan bekas jerawat, dan bahkan menurunkan risiko kanker kulit. 

Hingga akhirnya, Monica meluncurkan produk seri pertama Adeena yang berbasis kunyit, yaitu Turmeric Exfoliator & Mask dan Turmeric Gel Moisturizer.  Monica sengaja merancang produknya dengan konsep 2-in-1, yaitu eksfoliator & masker. 

Moisturizer dari Adeena juga telah dilengkapi aplikator berbentuk roller di bagian ujung, sehingga lebih mudah meresap sekaligus membuat kulit wajah rileks. Konsep 2-in-1 dan aplikator pelengkap ini merupakan yang pertama di Indonesia, agar pengguna bisa mendapatkan lebih banyak manfaat dalam satu produk yang praktis. Selain itu, diharapkan pengguna pun bisa lebih hemat dan membantu lingkungan karena mengurangi pembelian berlebih.

“Produk moisturizernya sudah memiliki roller aplicator. Saya mengobservasi bahwa banyak orang yang beli jade roller atau aplikator serupa (Seperti guasha), namun jarang menggunakannya. Jadi, saya kombinasikannya pada produk 2-in-1 moisturizer saya agar orang bisa merasakan proses moisturizing dan memijat kuliatnya secara bersamaan,” ujarnya. 

Untuk menggunakan Turmeric Exfoliator & Mask, oleskan secara merata pada kulit yang bersih dan lembab, lalu biarkan hingga 10 menit agar ekstraknya bekerja. Kemudian, hapus dengan air dalam gerakan melingkar untuk melepas dan menghilangkan kulit mati. Penggunaan Exfoliator & Mask dalam 2-3 minggu sekali bisa mengoptimalkan hasil pada kulit wajah. 

Sementara itu, untuk Turmeric Gel Moisturizer, putar aplikator ke atas, tekan tube untuk mengeluarkan krim dan aplikasikan pelembab sambil memijat wajah secara bersamaan. Setelah terasa rileks, putar dan bersihkan aplikator dengan air atau handuk. Produk pelembab ini dapat digunakan siang dan malam.

Jatuh bangun berbisnis skincare

 
 
 
View this post on Instagram

A post shared by Adeena (@adeenaskin)

Tak dipungkiri jika industri skincare semakin banyak pesaingnya. Hampir setiap hari ada brand baru yang diluncurkan, ini yang menjadi tantangan baginya, terlebih lagi memulai ini sendirian. 

Namun di saat yang bersamaan, ia merasa puas dan empowering. Selalu saja ada tantangan baru setiap harinya, dan setiap harinya brand berkembang menjadi lebih baik. 

“Kepercayaan saya terhadap manfaat yang ditawarkan Adeena membantu saya tetap termotivasi, terlepas ada yang tidak percaya dengan visi saya dan kesulitan engumpulkan modal di awal,” paparnya.

Hingga kini meski terbilang masih baru, Adeena Skin telah mencatatkan pertumbuhan pelanggan sebesa 20% setiap bulannya. 

Sebelum meluncurkan produk pertamanya, Monica melakukan riset mendalam tentang kebutuhan kulit orang Indonesia yang tinggal di negara tropis. Terbukti, dalam waktu waktu kurang dari tiga bulan, Adeena Skin telah dipercaya oleh lebih dari 2.000 konsumen. Untuk memperluas jangkauannya, Adeena Skin juga akan berekspansi ke Bangkok dalam waktu dekat. 

#women for women

What's On Fimela
Loading