Sukses

Beauty

5 Cara Memakai Parfum yang Benar agar Aromanya Tahan Seharian

Fimela.com, Jakarta Parfum merupakan benda esensial yang wajib dimiliki oleh setiap orang, terutama yang suka berkegiatan di luar rumah. Fungsinya yang dapat menjaga kesegaran dan membuat tubuh menjadi wangi membuat banyak orang bergantung pada parfum jika melakukan aktivitas outdoor. Namun, terkadang mengaplikasikan parfum hanya sekali tidak mampu untuk membuat wangi parfum tahan seharian. Hal ini membuat orang harus terus berulang kali menyemprotkan parfum ke tubuhnya dan menjadi boros parfum.

Padahal, wangi parfum yang tidak tahan seharian dapat disebabkan oleh kesalahan pengaplikasiannya lho. Oleh karena itu, merangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan beberapa cara tepat untuk memakai parfum agar bisa wangi seharian meskipun banyak melakukan kegiatan di luar ruangan.

1. Semprotkan parfum langsung ke kulit

Mengaplikasikan parfum kemanapun selain kulit sebenarnya bertentangan dengan bagaimana formulasi parfum dibuat dan dimaksudkan untuk digunakan. Mengutip dari instyle.com, Ixchel Leigh, seorang ahli parfum dan penulis antologi wewangian "Aromatic Alchemy", mengatakan bahwa parfum didesain untuk berinteraksi dengan kimia dan suhu kehangatan tubuh.

Ia juga mengatakan bahwa ketahanan wangi parfum tergantung pada parfum dan kondisi kulit tiap orang. Leigh menjelaskan bahwa semakin kering kulit seseorang, makan wangi parfum akan semakin cepat pudar atau hilang. Oleh karena itu, jika ingin parfum lebih tahan lama dapat meyemprotkannya langsung pda kulit yang sudah dioleskan moisturizer sebelumnya.

2. Semprot parfum pada titik nadi

Cara terbaik untuk menyemprotkan parfum agar wangi tahan lama adalah dengan menyemprotkannya di area titik nadi. Area titik nadi merupakan area dimana pembuluh darah berada paling dekat dengan kulit. Area ini meliputi lengan bagian dalam, siku bagian dalam, di bawah pusar, belakang telinga, dan area bagian belakang lutut. Area ini memiliki suhu lebih hangat dibanding area lainnya. Hal ini dapat membuat wangi parfum menyebar secara alami.

Melansir dari smellstories.be, Jika ingin menikmati wangi parfum untuk diri sendiri, dapat menyemprotkannya di bagian leher, dagu, dan tulang selangka. Menyemprotkan parfum di area lengan dan bagian dalam siku dapat memudahkan untuk mencium wangi parfum kapanpun dimau. Jika ingin orang lain dapat mencium wangi parfum yang digunakan, dapat menyemprotkannya di area dada, tulang belikat, belakang telinga, di bawah pusar, leher, ataupun di bagian belakang lutut. 

3. Jangan menggosok parfum

Banyak orang seringkali menggosok parfum dengan tangannya setelah menyemprotkannya ke area yang mereka mau. Padahal hal ini seharusnya tidak dilakukan jika ingin wangi parfum lebih tahan lama. Mengutip dari ipsy.com, menggosok parfum ke kulit setelah disemprotkan sebenarnya dapat menyebabkan wangi parfum memudar dan menguap bahkan sebelum wangi parfum tersebut menempel ke kulit.

Menggosok parfum ke kulit dapat menyebabkan gesekkan yang akan berakibat suhu kulit menjadi lebih panas dan wangi parfum pun berubah. Jika ingin wangi parfum lebih tahan lama, semprotkan saja parfum ke area kulit tertentu tanpa perlu menggosoknya lagi.

4. Semprot parfum pada pakaian

Selain pada kulit, menyemprotkan parfum pada pakaian juga merupakan salah satu cara yang tepat untuk membuat wangi tahan seharian. Namun, pastikan bahan pakaian bukan terbuat dari material yang mampu meninggalkan bekas semprotan (seperti sutra). Interaksi antara parfum dan pakaian berbeda dengan interaksi parfum dengan kulit. Menyemprotkan parfum pada pakaian akan menghasilkan wangi yang lebih ringan atau mungkin sedikit berbeda.

Cara mengaplikasikan parfum pada pakaian adalah dengan menyemprotkan sedikit parfum ke udara dan kibaskan pakaian yang sedang atau ingin dipakai. Hasilnya, wangi parfum akan terus menemani hingga aktivitas selesai.

5. Hindari menyemprot terlalu banyak

Menyemprotkan jumlah parfum yang tepat memang merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi sebagaian orang. Seringkali orang menyemprotkan banyak parfum ke tubuhnya dengan tujuan agar wanginya bisa tahan seharian selama beraktivitas. Padahal hal tersebut merupakan cara yang salah. Menyemprotkan seberapa banyak parfum sebenarnya dapat dilihat dari label yang ada pada parfum yang ingin dipakai.

Mengutip dari instyle.com, wewangian dengan label "perfume" memiliki konsentrasi wewangian paling tinggi, diikuti oleh eau de parfum dan terakhir eau de toilette. Parfum dengan konsentrasi wewangian paling tinggi tentunya akan lebih tahan lama sehingga tidak perlu menyemprotkannya terlalu banyak pada kulit dan pakaian. Menyemprotkan terlalu banyak parfum akan membuat wangi terlalu menyengat dan membuat parfum menjadi lebih cepat habis.

 

*Penulis: Frida Anggi Pratasya.

#Women for Women

 

What's On Fimela
Loading