Sukses

Beauty

Tak Mau Ganggu Jadwal Padat? Tren Lifting Wajah Kini Makin Minim Downtime

Fimela.com, Jakarta - Bagi perempuan dengan aktivitas yang padat, merawat diri sering kali harus berhadapan dengan satu persoalan sederhana, yakni waktu. Keinginan untuk melakukan perawatan kecantikan wajah bisa saja ada, tetapi membayangkan harus menjalani prosedur panjang atau menyediakan waktu khusus untuk masa pemulihan membuat sebagian orang memilih menundanya.

Kondisi ini ikut mendorong perubahan dalam dunia aesthetic. Perawatan wajah kini semakin banyak dikembangkan dengan pendekatan non-bedah, lebih praktis, serta mempertimbangkan downtime agar dapat disesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.

Literatur medis terbaru juga menunjukkan meningkatnya peran prosedur nonsurgical facial rejuvenation, meski pemilihan treatment tetap perlu mempertimbangkan kondisi kulit, tujuan pasien, serta toleransi terhadap efek samping dan masa pemulihan.

Dengan kata lain, tren perawatan kecantikan tidak lagi hanya berbicara tentang hasil akhir. Pengalaman selama treatment dan seberapa mudah perawatan tersebut masuk ke dalam rutinitas juga semakin menjadi pertimbangan.

 

Ketika Lifting Wajah Harus Mengikuti Ritme Kehidupan

Lifting wajah menjadi salah satu area yang ikut mengalami perkembangan. Jika prosedur bedah membutuhkan persiapan dan masa pemulihan yang lebih panjang, teknologi non-bedah menawarkan alternatif bagi mereka yang menginginkan pendekatan dengan proses pemulihan yang lebih ringan.

Namun, minim downtime bukan berarti semua prosedur memiliki efek atau hasil yang sama. Setiap teknologi bekerja dengan mekanisme berbeda dan tingkat energi yang berbeda pula. Karena itu, konsultasi dengan dokter menjadi bagian penting sebelum menentukan perawatan.

Pendekatan yang semakin personal inilah yang membuat perawatan aesthetic saat ini terasa lebih relevan dengan gaya hidup modern. Alih-alih harus memilih antara merawat diri atau menjalani kesibukan, pasien memiliki lebih banyak opsi untuk mencari treatment yang sesuai dengan kebutuhan dan rutinitasnya.

Tren tersebut menjadi salah satu latar belakang Maharva Clinic Surabaya memperkenalkan Maharva 4 Minutes Lift: The Next Era of Lifting. Diluncurkan pada 4 Oktober 2026, treatment ini menggabungkan keahlian Maharva dalam skin lifting dengan Dios Twin Laser dari ALTÉON, teknologi aesthetic asal Korea Selatan yang menurut pihak klinik menggunakan dua panjang gelombang, yaitu 980 nm dan 1064 nm.

Nama 4 Minutes Lift sendiri merujuk pada durasi proses utama lifting menggunakan laser yang dapat dilakukan sekitar empat menit. Penting dicatat, angka tersebut tidak berarti keseluruhan kunjungan atau treatment hanya berlangsung selama empat menit. Prosedur tetap mencakup tahap persiapan dan perawatan lain sesuai protokol klinik.

Menurut dr. Aji Bayu Chandra M.Biomed (AAM), Founder Maharva Clinic, efisiensi menjadi salah satu hal yang ingin ditawarkan melalui inovasi tersebut.

“Bagi Maharva, perkembangan teknologi juga bukan sekadar tentang menghadirkan alat terbaru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dipahami dan diterapkan dengan tepat sesuai kebutuhan setiap pasien,” ujarnya.

 

Teknologi Makin Cepat, Bukan Berarti Treatment Dilakukan Terburu-buru

Menariknya, perkembangan teknologi aesthetic justru membuat konsep “cepat” memiliki makna yang berbeda. Kecepatan bukan semata-mata soal mempersingkat prosedur, melainkan bagaimana teknologi dapat membantu menciptakan proses yang lebih praktis tanpa menghilangkan aspek keamanan dan personalisasi.

Dalam dunia skin tightening, pilihan teknologi memang semakin beragam. Kajian mengenai nonsurgical skin tightening menunjukkan bahwa perangkat berbasis energi dapat menawarkan pilihan dengan downtime yang relatif minimal, tetapi tingkat energi, mekanisme perangkat, lokasi treatment, karakteristik pasien, serta potensi efek samping tetap perlu dipertimbangkan.

Hal tersebut juga sejalan dengan pendekatan Maharva yang menempatkan teknologi sebagai alat pendukung, bukan pengganti keahlian dokter.

“Setiap wajah memiliki struktur, kondisi kulit dan kebutuhan yang berbeda. Bagi Maharva, teknologi bukanlah pengganti expertise, melainkan tools yang memungkinkan dokter memberikan pendekatan treatment sesuai kebutuhan masing-masing pasien,” jelas dr. Bayu.

 

 

Efisiensi Jadi Bagian dari Self-Care

Konsep perawatan yang tidak banyak mengganggu rutinitas juga dirasakan oleh sejumlah figur publik yang mencoba Maharva 4 Minutes Lift, yaitu Miss Earth Indonesia 2024 Jennifer Calista, fashion designer sekaligus lifestyle influencer Karla Jasmina, dan cooking influencer Liena Hartono.

Jennifer menyoroti durasi lifting yang singkat dan pengalaman yang menurutnya tidak banyak mengubah agenda setelah treatment.

“Buat aku, treatment itu idealnya nggak bikin harus mengubah schedule seharian. Proses lifting-nya singkat, setelahnya bisa langsung lanjut aktivitas, dan lifting effect-nya juga langsung terasa,” ujar Jennifer.

Sementara bagi Karla, efisiensi menjadi bagian penting dari pengalaman merawat diri di tengah kesibukan industri fashion. Ia melihat kemampuan untuk take care of myself tanpa harus menghentikan aktivitas lain sebagai sebuah bentuk kemewahan tersendiri. Liena pun menyoroti pengalaman treatment yang menurutnya terasa ringan meski menggunakan teknologi laser.

Pengalaman tersebut tentu bersifat individual dan bukan berarti setiap pasien akan mendapatkan respons atau hasil yang sama. Kondisi kulit, tujuan perawatan, serta penilaian dokter tetap menjadi faktor penting dalam menentukan treatment yang tepat.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading