Sukses

Entertainment

Cerita di Balik Kesukaan Marie Kondo Merapikan Barang, Merasa Dapat Bisikan dari Dewa Kebersihan

Fimela.com, Jakarta Marie Kondo sang ahli beres-beres akhir-akhir ini tengah menarik perhatian publik, usai menyatakan berheti untuk terus membersihkan rumahnya setelah memiliki tiga orang anak. Memberikan ruang untuk anaknya tumbuh dan menikmati hidup menjadi alasan mengapa dirinya menyatakan hal tersebut.

Bicara tentang sosoknya, kreator metode Konmari ini memiliki kisah unik di balik kesukaannya bebenah barang. Melansir berbagai sumber, Marie Kondo menyebut dirinya suka dengan kerapian sejak berusia 5 tahun, di mana saat itu prisip feng shui tengah menjadi tren di Tokyo.

 

 

 

 

 

Saat berada di bangku sekolah menengah Marie Kondo mendalami penelitiannya tentang merapikan barang-barang. Kala itu ia memiliki prinsip bahwa merapikan adalah mencari barang untuk dibuang, maka setiap pulang sekolah ia akan masuk ke dalam rumah dan mencari barang-barang untuk dibuang.

Namun prinsip tersebut berubah saat dirinya pingsan karena gangguan saraf dan terbangun mendengar sebuah bisikan di telinganya.

"Suatu hari saya mengalami semacam gangguan saraf dan pingsan. Saya tidak sadarkan diri selama dua jam," katanya kepada The Australian, dikutip dari laman E!News, Selasa (31/1/2023).

"Ketika saya sadar, saya mendengar suara misterius, seperti dewa kebersihan menyuruh saya melihat barang-barang saya lebih dekat. Dan saya menyadari kesalahan saya. Saya hanya mencari barang untuk dibuang," tutur Marie Kondo bercerita.

 

Seharusnya

Lebih lanjut Marie Kondo menuturkan, dalam hal merapikan barang, hal yang seharusnya ia lakukan bukan membuang melainkan menemukan barang yang ingin disimpan dan membuat bahagia.

"Dan saya menyadari kesalahan saya: Saya hanya mencari barang untuk dibuang. Yang seharusnya saya lakukan adalah menemukan barang yang ingin saya simpan. Mengidentifikasi barang yang membuat Anda bahagia: itu adalah pekerjaan merapikan."

Mendirikan Bisnis

Di usia 19 tahun saat masih mengenyam pendidikan tinggi di Universitas Kristen Wanita Tokyo, Marie Kondo membangun bisnisnya sendiri, sebagai konsultan pengorganisasi.

Sosok yang telah sukses dengan keempat buku tentang pengorganisasian barang ini pun memiliki banyak kisah seru, ia pun mendapat kepuasan tersendiri ketika melihat kliennya merasa bahagia usai dibantu merapikan barang-barangnya.

 

Berbeda

Saat ditanya perbedaan dirinya dengan konsultan sejenis, Marie Kondo menyebut bahwa dia selalu menomorsatukan kebahagiaan dan tak hanya sekedar membuat ruangan atau barang-barang menjadi tertata rapi.

"Prosesnya adalah melihat apa yang memicu kegembiraan dalam hidup Anda, ucapkan selamat tinggal pada benda-benda yang tidak, dan bersyukurlah atas benda yang Anda putuskan untuk dipertahankan. Bagi saya, itu berbeda dengan sekadar mengatur," kata Marie Kondo, dikutip dari laman Harvard Business Review.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading