Sukses

Entertainment

Cerita Notep, Selipkan Pesan Cinta untuk Bumi dalam Lagu-lagunya

Fimela.com, Jakarta - Penyanyi wanita Notep hadir ke jagat musik tak hanya membawa lagu-lagunya, tapi juga untuk menyuarakan isu alam dan lingkungan. Termasuk dalam dua lagu terbaru yang dirilis penyanyi Thailand bernama lengkap Note Panayanggool ini. 

Pada 22 April lalu, musik video  "Radio" dipublikasikan bertepatan dengan peringatan Hari Bumi. Video berdurasi tiga setengah menit itu menampilkan Notep bernyanyi di tengah lautan dengan latar perairan yang menjadi bagian penting dari konsep visualnya.

Keputusan artistik lain yang menonjol adalah pemilihan kostum. Notep mengenakan gaun yang dibuat dari limbah kaleng soda serta headpiece dari jejaring ikan, rancangan Eric Tobua. Lokasi pengambilan gambar juga memiliki makna personal baginya, yakni di Pulau Koh Tao, Thailand, tempat yang lekat dengan aktivitasnya terkait isu lingkungan.

"Syuting MV ''Radio' dilakukan di pulau tempat aku kerap melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan isu lingkungan. Semua kostumku juga dibuat dengan menggunakan sampah dan jaring ikan," kata Notep dalam perbincangan daring beberapa waktu lalu. 

Beberapa pekan kemudian, "Crystalize" menyusul dirilis, tepatnya pada Hari Laut Sedunia yang jatuh pada 8 Juni 2026. Musik dalam lagu ini pun terinspirasi dari air, dengan synthetizer yang diambil dari suara ombak. "Karena itulah aku memilih World Ocean Day. Saat aku sedih pun, aku memutuskan pergi ke laut dan membiarkan tubuhku terapung. Buatku, lagu 'Crystalize' terasa seperti itu," kata dia lagi. 

Setelah dua lagu ini, pada 4 September mendatang, ia bersiap merilis EP baru bertajuk Pakarang yang bermakna "koral" dalam bahasa Thailand.

Dari Menyelam, Ambil Arah Baru Berkarya

Sebelum dikenal sebagai musisi yang konsisten menyisipkan isu lingkungan dalam karya, perjalanan Notep dimulai dari fase yang sangat berbeda. Pada awal karier, ia terikat kontrak dengan sebuah perusahaan dan mengikuti berbagai arahan profesional yang diberikan kepadanya. Ragam aktivitas ia jalani, mulai dari tampil di sitcom, opera sabun, talkshow, menjadi MC, hingga modelling.

"Aku sempat berada pada masa di mana aku dikontrak sebuah perusahaan, yang pada dasarnya aku harus melakukan apa pun yang mereka minta. Ada yang aku suka melakukannya, tapi ada yang tidak," kata Notep.

Kebiasaan menyelam menjadi pemantik yang kuat bagi arah karyanya berikutnya. Ia menyadari pesona yang begitu indah sekaligus urgensi untuk menjaga keindahan itu agar tidak hilang di masa depan. 

Dari situ, ia mengutarakan pemikiran tentang memanfaatkan platform pribadi untuk tujuan yang lebih luas. "Dari situ aku sadar, ‘Tunggu dulu, aku punya platform, dan ada orang yang mendengarkanku. Mengapa tidak digunakan saja untuk tujuan yang lebih baik? Ketimbang hanya untuk berbagi selfie, mengapa ini tidak dimaksimalkan?'," kata Notep.

 

Puji Alam Indonesia

Kedekatan dengan alam, membuat Notep menyambangi sejumlah tempat di dunia, termasuk Indonesia. 

"Aku sudah sering banget ke Indonesia. Aku sering bekerja di Potato Head di Bali, diving di Raja Ampat, di Alor. Aku suka sekali semuanya," kata Notep, kemudian menambahkan, "Aku juga pernah ke Komodo."

Dari semua tempat yang ia datangi, ada satu lokasi yang begitu membekas di hattinya. "Menurutku Raja Ampat terasa begitu spesial," ujarnya. 

Meski sudah sering datang ke Indonesia, Notep masih punya banyak tempat yang ingin ia datangi. Ia menjelaskan, "Aku ingin pergi ke Jogja, ke Nusa Penida, aku ingin pergi ke banyak tempat. Aku pasti akan kembali (ke Indonesia). Aku punya banyak tempat yang ingin kudatangi."

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading