Sukses

Entertainment

Yunita Siregar soal Perannya di Film Laut Bercerita, Wakili Keluarga Korban Orang Hilang

Fimela.com, Jakarta - Film adaptasi dari novel laris berjudul Laut Bercerita dijadwalkan tayang pada 29 Oktober mendatang. Deretan bintang papan atas turut ambil bagian, mulai dari Reza Rahadian, Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, Christine Hakim, hingga Yunita Siregar.

Dalam proyek ini, Yunita Siregar dipercaya memerankan Asmara, adik dari tokoh utama bernama Laut. Pada konferensi pers yang berlangsung di kawasan Jakarta, Selasa, (20/10/2026), ia membagikan pandangannya terkait karakter yang diperankannya dan posisi para perempuan di cerita tersebut.

“Asmara menurut saya salah satu karakter yang krusial bersama para perempuan lainnya di film, di cerita ini. Ibu, Mbak Kinan, dan juga Mbak Anjani. Perempuan-perempuan di sini memang pilar kekuatan dari para pejuang laki-laki di sini juga,” ucapnya.

Ia kemudian menekankan bahwa para perempuan dalam kisah ini memiliki perjuangan yang sama penting, meski wujud aksinya bisa berbeda-beda di lapangan.

“Jadi, kita berjuang bukan berdampingan, tapi kita sama-sama berjuang gitu. Tapi kalau Asmara di sini, berjuangnya dengan cara yang berbeda,” tutur Yunita Siregar.

Cara Asmara Beraksi di Balik Layar Perjuangan

Sang aktris melanjutkan penjelasannya tentang langkah-langkah konkret yang ditempuh Asmara pada masa genting. Figur adik Laut itu digambarkan aktif, tetapi tidak selalu berada di garis depan aksi massa.

Ia menegaskan bahwa upaya memperjuangkan hak-hak masyarakat tidak semata-mata dilakukan melalui demonstrasi di ruang publik. Ada kerja lain yang sama krusial dan memegang peranan sangat vital dalam proses penegakan hukum.

“Dia berjuang enggak turun ke jalan, dia berjuang di ruangan advokasi, di ruangan pengadilan gitu,” kata sang pemeran karakter Asmara.

Yunita Siregar: Suara Asmara untuk Keluarga Orang Hilang

Menutup pemaparannya, Yunita Siregar menyebut kegigihan Asmara mencari titik terang keberadaan korban sebagai bentuk dedikasi terhadap sosok yang ia cintai. Ia menyoroti dimensi emosi yang menyertai perjalanan tersebut.

Ia menggambarkan Asmara sebagai suara yang menyuarakan harapan dan keteguhan keluarga korban di tengah situasi serba tidak pasti. Karakter ini tetap berdiri tegak untuk mengupayakan kebenaran dan merawat ingatan.

“Dan Asmara di sini mungkin bersuara mewakili keluarga-keluarga korban, keluarga Biru Laut Wibisana di luar sana yang lainnya di dalam gelap, di dalam rasa kehilangan, ketidakpastian itu tapi mencoba untuk berdiri tegak, mencari kebenaran, merawat ingatan. Karena di tengah kegelapan itu dia rasa mencari kebenaran itu adalah penghormatan paling tinggi untuk orang yang sangat dia cintai,” pungkas sang aktris.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading