Sukses

Entertainment

Danilla Riyadi Hadirkan Cara Baru Nikmati Album Candramawa, Jadi Pengalaman Multisensori

Fimela.com, Jakarta - Pencinta musik Tanah Air akan segera diajak memasuki pengalaman multisensori yang memadukan alunan musik dan sensasi aroma. Danilla Riyadi mengumumkan rencana pertunjukan istimewa ini saat meresmikan proyek Danilla as Usual.

“Ini pertama kali. Biasanya kalau manggung cuma dua atau tiga lagu. Aku ingin mengajak mereka masuk ke dunia gue, memainkan lagu sambil mereka mencium aromanya,” kata Danilla Riyadi di Kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/10/2026).

Danilla sengaja menerjemahkan album Candramawa ke dalam wujud wewangian melalui kolaborasi dengan Usual Parfums. Ia mengaku terinspirasi dari prinsip hidup seorang sahabat yang membuatnya melihat aroma sebagai medium ekspresi seni.

“Aku punya sahabat yang punya tagline hidup, cantik atau jelek itu subjektif, tapi bau itu mutlak. Akhirnya aku ketemu dan ini pertama kali albumku diretas jadi aroma,” ungkap Danilla.

Ide tersebut mendapat sambutan dari Usual Parfums, jenama wewangian lokal yang mengedepankan teknologi molekul. Pendiri Usual, Aldhy, menjelaskan bahwa teknologi ini berperan membentuk karakter aroma yang bisa berinteraksi dengan aroma alami kulit pemakainya.

“Usual sendiri brand parfum lokal pertama yang memakai molekul. Kalau di masakan, molekul itu seperti penyedap. Di parfum, molekul bisa menjadi pengikat berbagai bahan. Di parfum modern, teknologi ini sebenarnya sudah digunakan, tetapi di Usual justru menjadi pemeran utama karena bisa berinteraksi dengan kulit,” jelas Aldhy.

Konsep kolaborasi musik dan wewangian ini mulai dirancang sejak pertemuan pertama mereka pada Oktober 2025. Danilla bercerita bahwa obrolan tentang perjalanan hidup dan pengalaman mencium aroma menjadi titik awal pengembangan parfum yang terinspirasi dari album Candramawa.

“Kami dipertemukan seorang kawan karena punya ideologi yang sama dalam berkarya. Saat bertemu Mas Aldi, kami sepakat membuat parfum dari albumku yang baru dirilis. Dia bertanya tentang perjalanan hidup dan pengalaman aromaku. Dari situ, aku pertama kali mendapat ilmu tentang molekul dari Mas Aldi,” kenang Danilla.

Meracik Wangi dari Album: Langkah Awal

Bagi Aldhy, kolaborasi ini menjadi kesempatan istimewa karena ia sudah lama mengagumi karya Danilla. Ia mengingat momen usai penampilan di Solo pada 2022, lalu sempat berusaha menemui sang musisi pada 2023 meski terhalang hujan, sebelum pada 2025 akhirnya benar-benar bertemu.

“Aku suka karya Cici ketika dia manggung di Solo pada 2022. Pada 2023, aku sempat ingin bertemu, tetapi enggak kesampaian meski sudah hujan-hujanan. Alhamdulillah, pada 2025 akhirnya bisa bertemu,” ujar Aldhy.

Sebelum meracik parfum, Aldhy menyelami keseluruhan album Candramawa yang terdiri dari delapan lagu dengan durasi sekitar 30 menit. Danilla meminta ia mendengarkan album tersebut secara utuh agar emosi dan suasana yang ingin disampaikan dapat dipahami dengan menyeluruh.

“Album ini cuma delapan lagu dengan durasi 30 menit karena aku ingin orang benar-benar meluangkan waktu untuk mendengarkan. Hearing belum tentu listening. Kalau mendengarkan album, biasanya aku mematikan lampu dan menyiapkan minuman yang aku inginkan. Aku meminta Mas Aldi melakukan hal yang sama agar benar-benar masuk ke dunia saya,” tutur Danilla.

Menangkap Naik-Turun Emosi Candramawa

Aldhy kemudian mendengarkan album tersebut berulang kali untuk menangkap dinamika emosi yang hadir di tiap lagu. Pendekatan ini membantunya memasuki atmosfer karya yang ditawarkan.

Proses tersebut menuntun pada penentuan karakter aroma yang dianggap paling mewakili perjalanan musikal Danilla, termasuk energi serta naik-turunnya emosi yang terekam di dalam album.

“Awalnya aku belum punya bayangan akan membuat parfum seperti apa. Setelah mendengarkan album sesuai instruksi Cici beberapa kali, aku menangkap energi dan naik-turunnya emosi di dalamnya. Dari situ, perlahan muncul gambaran tentang notes atau karakter aroma yang ingin aku racik,” jelas Aldhy.

Melalui kolaborasi ini, Danilla berharap penonton dapat menikmati Candramawa bukan hanya lewat musik, tetapi juga melalui aroma yang menyertainya di ruang pertunjukan. Ia juga menginginkan setiap orang memiliki interpretasi yang berbeda terhadap wewangian tersebut, sejalan dengan pengalaman dan emosi yang sedang mereka rasakan saat itu.

“Harapanku, ketika parfum ini disemprotkan, mereka punya interpretasi sendiri. Justru perbedaan ekspektasi itu yang aku harapkan. Setidaknya, mereka sadar dengan kondisi yang sedang dirasakan. Keberagaman rasa itu yang membuat aku merasa, ya, jadi manusia saja,” pungkas Danilla Riyadi.

 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading