Sukses

Fashion

Melihat Budaya Masyarakat Lasem Jawa Tengah dalam Debut Brand Lokal Hanyutan di Panggung Paris Fashion Week

Fimela.com, Jakarta Pagelaran fashion kelas dunia, seperti Paris Fashion Week selalu menarik untuk disimak. Kali ini, FIMELA berkenalan dengan Hanyutan, brand lokal yang sebelumnya sempat memamerkan koleksi pertamanya di Jakarta Fashion Week, kali ini berhasil tampil di panggung Paris Fashion Week.

Mengangkat kehidupan masyarakat di Lasem, Jawa Tengah, Hanyutan memperkenalkan koleksi ready to wear bertajuk SAKA 1335 sebagai debutnya di Château de Bourron, Prancis. Koleksi yang berhasil tampil di Paris Fashion Week ini menonjolkan percampuran budaya Tionghoa dan Jawa yang dianut oleh masyarakat Lasem.

Kemampuan masyarakat Lasem untuk hidup dalam 2 budaya berbeda menjadi daya tarik dan tantangan tersendiri yang kemudian diwujudkan dalam desain koleksi adibusana di panggung Paris Fashion Week. Hanyutan mengaplikasikan teknik draping pada motif batik Lasem yang tidak dapat diduplikasi secara keseluruhan sebagai kesan istimewa.

 

Hayuntan 'SAKA 1335' di panggung Paris Fashion Week

Hanyutan juga mengkombinasikan beberapa teknik lainnya, seperti pleatings, beadings, embroideries. Koleksi ini sebenarnya didasarkan pada eksplorasi berbagai macam elemen dan simbol gaya hidup punk untuk menggambarkan kebebasan berekspresi.

Hanyutan sendiri berasal dari kata hanyut yang berarti terbawa oleh arus. Sebagai brand lokal, Hanyutan ingin menceritakan dan mengangkat ulang budaya lokal atau kain tradisional secara spesifik, yang cenderung mulai tergerus dengan budaya modern.

Koleksi SAKA 1335 telah tersedia untuk pre-order dan siap jual yang menyusul di akhir tahun mendatang. Penasaran?

Saksikan video menarik setelah ini

#ChangeMaker

;
Loading
Artikel Selanjutnya
Gaya Berani Penulis Violet Paget Jadi Inspirasi H&M Koleksi Studio AW20
Artikel Selanjutnya
Fimela Fest 2020: Lebih Sayang Bumi dengan Berani Menggunakan Preloved Items