Sukses

Fashion

Ingin Jadi yang Top di Instagram, Brand Fashion Harus Mulai Pikirkan Experience Marketing

Jakarta CHANEL Fall Winter 2018

Apa itu experience marketing? Bila merangkum diskusi antara Eva Chen dan pendiri juga editor in chief Business of Fashion Imran Amed beberapa waktu lalu, istilah ini berarti menciptakan sebuah momen yang tak terlupakan, unik, luar biasa yang nantinya akan jadi bahan pemasaran yang bagus di Instagram. Istilah ini tercetus saat keduanya membicarakan brand-brand dan desainer yang mencapai engagement tertinggi selama fashion week untuk koleksi fall winter 2018 lalu.

 

Di era media sosial, barometer popularitas selain diukur lewat jumlah followers di Instagram juga adalah engagement. Berapa banyak orang yang membahas sebuah topik tertentu, rajin mention, sampai membuat komentar. Engagement naik maka awareness akan sebuah brand juga ikut naik. Naturally. Beberapa yang memimpin dan disebut keduanya adalah Gucci, Marc Jacobs, Chanel, Calvin Klein, dan Versace.

 

Bila mengingat lagi, Gucci membuat set show yang sangat instagrammable. Mirip ruang operasi dengan warna biru yang catchy. Belum lagi, setiap pakaian yang diperlihatkan sangat unik. Lalu, momen dimana beberapa model membawa tiruan kepala dan membuat Instagram heboh seketika. Di Marc Jacobs sendiri, mengutip Eva Chen, adalah brand yang bahkan sebelum era Instagram sudah memikirkan konsep experience marketing. Marc Jacobs selalu menciptakan mood, set runway unik, untuk dipasangkan dengan pakaian-pakaiannya yang dramatis. Menciptakan momen Instagram yang pantas diabadikan, dibicarakan.

 GUCCI Fall Winter 2018

Chanel setiap musim juga membuat set yang dramatis. Semua layak dikenang. Dari department store, tempat peluncuran roket, air terjun, sampai yang terakhir – hutan. Calvin Klein musim ini selain memperlihatkan koleksi yang cukup unik juga menaburkan bergalon-galon pop corn ke runway. Mengundang diskusi pro dan kontra.

 

Beberapa poin tambahan lainnya, menurut Eva, saat fashion show berlangsung harus ada post Insta Story dari brand yang bersangkutan, dari segala sudut runway. Ini menciptakan pengalaman tersendiri bagi followers yang tak hadir di fashion show. “That's why fashion show is never dead,” ujar Eva yang bertanggung jawab untuk divisi fashion partnership di Instagram itu.

 

Baca juga:

Syahrini ucapkan kalimat kurang sedap saat kunjungi Holocauset Memorial di Jerman

5 rahasia makeup artist untuk hasil foundation yang flawless

 

Bagaimana dengan di Indonesia? Baru sedikit desainer yang melakukannya. Biyan, Sebastian Gunawan, Edward Hutabarat, dan Tex Saverio di antaranya. Dan FIMELA harus menyebut LAKME Trend Gala 2017 lalu sebagai salah satu fashion show dengan experience marketing terbaik. Tentu masih ingat banyaknya titik untuk berfoto, dan set panggung yang banyak diabadikan para penonton waktu itu, kan?

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Instagram Reels dan Music & Lyrics Hadir di Indonesia, Sudah Coba?
Artikel Selanjutnya
Kumpulan Kata-kata Instagram Keren untuk Inspirasi Caption