Sukses

Fashion

Show Tunggal Ghea, Perayaan 30 Tahun Berkarya

Vemale.com - Ghea Panggabean, perancang yang memulai karirnya pada tahun 80an ini kembali hadir. Merayakan 30 tahun berkarya, sebuah show tunggal yang menampilkan napak tilas koleksi–koleksinya pun digelar. Tiga puluh tahun inspirasi, kreasi, dan dedikasi dia persembahkan bagi Indonesia di panggung perhelatan JFW 2010 / 2011 pada 10 November 2010 lalu. “Hari ini saya akan melakukan show tunggal yang saya persembahkan untuk tekstil Indonesia. Saya mencoba melakukan 'reinventing heritage' dan pada show ini akan muncul kain-kain lama yang saya angkat kembali. Saya kemas dalam gaya 2000-an,” ucap wanita yang dikenal dengan motif jumputannya ini sebelum memulai show-nya. Selain itu, Ghea juga terkenal dengan kemampuannya dalam memodernisasi kain–kain tradisional hingga menjadi busana siap pakai.
Indahnya pelangi Bali (c) dok. WomanKapanLagi.com

Dalam show spektakulernya ini, ia merangkum karyanya dalam motif-motif indah kain traditional yang digubah menjadi busana anggun. Jika bermain dalam keindahan Pelangi Palembang sudah pernah dijalani, dalam show-nya kali ini ia menciptakan kain pelangi Bali. Ghea juga menceritakan inspirasinya yang banyak didapatkan dari ketertarikannya pada tekstil dan traveling. Show dimulai dengan sekuen pertama yang diawali munculnya Setiawan Djody dalam big Screen, memberikan support testimonial, dan bersama The Bohemians, mereka mulai mainkan musik, mengiringi show yang hadir dalam koleksi bergaya bohemian bermotif jumputan. Para pecinta Ghea yang memenuhi area fashion tent saat itu layaknya dibawa kembali ke era Flower Generation awal tahun 70-an, era di mana The Beatles mendunia dan menginspirasi.
Koleksi Gypset Treveller (c) dok. WomanKapanLagi.com

Koleksi Gypset Treveller dipilih untuk mengisi sekuen kedua, hadir dalam kain hitam yang ditenun dengan benang berwarna-warni. Beberapa koleksi hadir dalam kain ringan melayang dengan motif tenun yang di-print di atasnya. Disusul dengan seorang penari pria meliuk indah dalam tarian Bali yang eksotik, membuka koleksi terakhir Ghea bertajuk 'Indonesian Heritage'. Dalam sekuen terakhir ini, kekayaan tekstil Nusantara nampak berpadu, yaitu antara sulaman dan songket. Sumatera dan Jawa tampak menjadi inspirasi utama dari koleksi tersebut. Katakanlah seperti tenun emas di atas warna- warni terang dengan motif Minang yang cantik serta beludru bersulam emas ber-cutting kebaya Jawa yang elegan.
Ghea dan orang-orang terdekatnya(c) dok. WomanKapanLagi.com

Pagelaran yang berlangsung kurang lebih satu jam ini, ditutup dengan tampilnya seluruh model dari berbagai era antara lain seperti Sarita, Wiwied, dan Vera Kinan, yang mengenakan busana Ghea, disusul dengan keluarga, para sahabat, dan tentu saja Ghea sendiri. Sang anak dan Model Izabel Djah Ja terlihat menggendong bayi dengan kostum yang dibuat khusus oleh Ghea, memberikan sedikit petunjuk akan hadirnya Ghea Kids yang akan segera diluncurkan. Untuk memperingati tahun demi tahun perjalanan karirnya, sebuah pameran instalasi Ghea Panggabean juga dapat dinikmati sepanjang event JFW 2010 berlangsung. Berkolaborasi dengan arsitektur bernama Andra Matin, dalam instalasi ini terlihat 30 sosok cardboard berbusana Ghea Panggabean, mewakili evolusi karyanya. (vem/yana/meg)

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

    What's On Fimela
    Loading