Sukses

Fashion

Brand Fashion Asal New York Rilis Kemeja Mirip Motif Batik Indonesia, Dijual Rp3,9 Juta

Fimela.com, Jakarta - Brand fashion dan lifestyle asal New York City, Aimé Leon Dore, kembali menjadi perbincangan lewat koleksi Spring/Summer 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada sebuah kemeja bernama “Printed Abstract Shirt” yang dinilai memiliki kemiripan kuat dengan motif batik khas Indonesia.

Menurut pantauan warganet Indonesia, motif pada kemeja ini terlihat sangat dekat dengan batik tambal, gaya batik yang menggabungkan berbagai pola dalam satu komposisi. Secara visual, kemeja ini menampilkan perpaduan pola geometris bernuansa earthy seperti cokelat, krem, dan hitam, dengan susunan patchwork yang juga mengingatkan pada motif batik klasik seperti kawung, parang, hingga sidomukti.

Dalam lookbook resminya, kemeja ini dipadukan dengan layering ringan dan siluet relaxed khas estetika Aimé Leon Dore. Hasilnya, motif yang identik dengan tradisi tampil lebih modern dan relevan dalam gaya kontemporer.

Picu Perdebatan Usai Disebut Karya “Abstrak”

Namun di balik tampilannya yang stylish, penamaan “abstrak” justru memicu diskusi di kalangan publik, khususnya warganet Indonesia. Banyak yang menilai bahwa penyebutan tersebut kurang tepat, mengingat batik bukan sekadar pola visual acak, melainkan warisan budaya dengan nilai sejarah, simbolisme, dan filosofi yang mendalam.

Sebagai informasi, Sahabat Fimela, batik sebenarnya merujuk pada teknik pembuatan kain, bukan sekadar motif. Teknik ini melibatkan proses pewarnaan dengan lilin (wax-resist dyeing) yang memiliki nilai seni dan filosofi mendalam. Karena itu, dalam konteks kemeja ini yang dibuat dengan teknik printed, istilah yang lebih tepat adalah motif yang terinspirasi batik, bukan batik itu sendiri.

Dijual Rp3,9 Juta

Kemeja ini dijual seharga sekitar US$225 atau setara Rp3,9 juta. Berdasarkan informasi resmi brand, item ini dibuat dari katun 100% dengan teknik printed (bukan batik tulis atau cap), memiliki potongan oversized, serta diproduksi di India.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Aimé Leon Dore terkait inspirasi di balik desain tersebut. Meski begitu, perdebatan yang muncul membuka kembali diskusi yang lebih luas: di mana batas antara inspirasi global dan apresiasi budaya?

Di satu sisi, eksplorasi motif tradisional dalam fashion global bisa menjadi bentuk apresiasi dan memperkenalkan budaya ke audiens yang lebih luas. Namun di sisi lain, tanpa pengakuan yang jelas terhadap asal-usulnya, hal ini berisiko dianggap sebagai pengaburan makna, terlebih ketika warisan budaya seperti batik diposisikan hanya sebagai “abstrak”.

Fenomena ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di balik setiap motif tradisional, selalu ada cerita panjang yang tak bisa dilepaskan begitu saja dari identitasnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading