Sukses

Fashion

Intentional Allure, Parade Busana yang Pancarkan Kepercayaan Diri dari Desainer Lokal

Fimela.com, Jakarta - Fashion bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar. Sebuah busana juga dapat menjadi medium untuk menunjukkan karakter, membangun rasa percaya diri, hingga membuat seseorang merasa lebih nyaman dengan dirinya sendiri.

Hal inilah yang menjadi benang merah dalam peragaan Intentional Allure, kolaborasi Magic of Nature bersama fashion stylist Caren Delano dalam gelaran Senayan City Fashion Nation 20. Caren mengkurasi karya lima desainer Indonesia—Ayumi, Dikha Sigit, House of Dimas Singgih, Hendy Huang, dan Maison Baaz Couture—yang masing-masing menerjemahkan gagasan tentang intensi melalui bahasa desain yang berbeda.

Alih-alih menghadirkan satu definisi tentang perempuan percaya diri, kelima desainer justru menunjukkan bahwa rasa percaya diri dapat hadir dalam berbagai bentuk. Ada yang memancarkannya melalui siluet feminin, warna berani, konstruksi yang eksperimental, hingga cerita tentang harapan dan ketahanan.

 

Ayumi, Feminin dengan Karakter yang Kuat

Melalui koleksi Molded Plum, Ayumi memperlihatkan sisi feminin yang tidak harus tampil lembut secara konvensional. Koleksinya memadukan siluet terstruktur dengan material yang lebih ringan dan delicate seperti bulu serta tulle.

Detail eyelet menjadi salah satu elemen utama, sementara palet warna hangat bernuansa sunset memberikan kesan romantis dan dreamy. Perpaduan struktur dan material lembut tersebut menciptakan karakter perempuan yang feminin, tetapi tetap memiliki presence yang kuat.

Dalam interpretasi ini, kepercayaan diri muncul ketika sisi feminin tidak perlu disembunyikan, justru dirayakan melalui pilihan busana yang terasa personal.

 

Dikha Sigit, Berani Keluar dari Pakem

Jika Ayumi bermain dengan feminitas, Dikha Sigit menghadirkan pendekatan yang lebih eksperimental melalui Avant-garde Power Suit.

Koleksi ini mengeksplorasi konstruksi busana dengan cara yang tidak biasa. Elemen pakaian dapat bertukar fungsi, seperti detail kemeja yang hadir pada celana atau elemen celana yang diterapkan pada jaket. Permainan garis dan bentuk membuat power suit tampil jauh dari kesan konvensional.

Meski koleksinya berupa menswear, gagasan yang dibawa terasa relevan dengan semangat kepercayaan diri: berani menentukan cara sendiri dalam berpakaian dan tidak takut keluar dari pakem yang sudah ada.

 

House of Dimas Singgih, Elegan Tanpa Kehilangan Karakter

Berbeda lagi dengan House of Dimas Singgih yang mengusung pendekatan Neo-Classic. Gaya klasik tetap menjadi fondasi, tetapi diterjemahkan dengan warna-warna vibrant yang dipadukan dengan nuansa earthy.

Hasilnya adalah tampilan yang glamor dan refined, tetapi tetap terasa berkarakter. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa tampil elegan tidak selalu berarti bermain aman. Justru, sentuhan warna yang lebih berani dapat menjadi cara untuk mempertegas personal style.

 

Hendy Huang, Aura Diva yang Ekspresif

Sementara itu, Hendy Huang membawa energi perempuan yang lebih bold melalui koleksi La DIVA. Terinspirasi dari sosok goddess at sunrise, koleksi ini bermain dengan warna-warna kuat seperti Bottega green, magenta, dan indigo blue. Detail fringe dan tassel menambah gerakan sekaligus memberikan kesan dramatis pada setiap tampilan.

Seperti namanya, La DIVA menggambarkan perempuan yang tidak ragu mengambil ruang. Kepercayaan diri diterjemahkan lewat warna, siluet, dan detail yang membuat kehadirannya sulit diabaikan.

Maison Baaz Couture, Menemukan Kekuatan dari HarapanTerakhir, Maison Baaz Couture membawa cerita yang lebih emosional melalui koleksi Astravore.

Koleksi ini menggambarkan perjalanan dari kegelapan menuju cahaya. Transisi warna dari nude menuju warna yang lebih terang dan vibrant menjadi simbol perjalanan tersebut, sementara heavy beading dan detail handwork khas couture memberikan dimensi pada setiap busana.

Pesan tentang harapan dan resilience membuat koleksi ini terasa personal. Kepercayaan diri tidak selalu lahir dari keberanian untuk tampil mencolok, tetapi juga dari kemampuan untuk terus melangkah dan menemukan kembali kekuatan setelah melewati masa sulit.

Lima Desainer, Lima Cara Memaknai Percaya DiriDari feminin yang terstruktur, konstruksi avant-garde, elegansi neo-classic, energi diva, hingga cerita tentang harapan, kelima desainer menunjukkan bahwa tidak ada satu cara untuk terlihat percaya diri.

Justru, fashion memberi ruang bagi setiap perempuan untuk menemukan bentuk kepercayaan dirinya sendiri. Siluet, warna, material, dan detail menjadi bahasa yang membantu seseorang menunjukkan siapa dirinya tanpa harus banyak menjelaskan.

Gagasan inilah yang menjadi bagian dari Intentional Allure. Menurut Caren Delano, pilihan dalam fashion seharusnya dapat memperkuat karakter orang yang mengenakannya. Ketika seseorang merasa nyaman dengan dirinya sendiri, busana yang dikenakan pun akan terasa lebih hidup dan personal.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading