Sukses

Fashion

Pesona Dian Sastrowardoyo dalam Gaun Hitam Karya Wilsen Willim di BIFF 2026

Fimela.com, Jakarta - Dian Sastrowardoyo menutup rangkaian penampilannya di Festival Film Internasional Busan (BIFF) 2026 dengan gaun hitam karya desainer Indonesia, Wilsen Willim. Mengusung konsep black on black, busana ini memadukan tailoring fabric dan satin dalam siluet minimalis yang elegan, dengan permainan potongan sebagai daya tarik utama.

Pilihan ini memberi sentuhan klasik yang tetap terasa modern. "Gaun ini sebenarnya merupakan bagian dari koleksi yang kami hadirkan dalam private show untuk merayakan anniversary Mondial di Amanjiwo pada September lalu,” ujar Wilsen Willim, Jumat (16/10/2026).

Koleksi tersebut dirancang untuk mempertahankan karakter khas Wilsen melalui pendekatan yang lebih sederhana. Proyek ini sekaligus menjadi pengalaman baru bagi sang desainer yang jarang membuat gaun.

"Jujur, saya deg-degan karena ini pertama kalinya kami diminta membuat gaun-gaun untuk proyek seperti ini. Bahkan saat show couture, kami biasanya melakukan mix and match karena Wilsen memang jarang membuat gaun," tuturnya.

Potongan strapless membingkai bahu Dian, dilengkapi lengan yang dapat dilepas. Detail punggung berbentuk oval dengan ornamen pinwheel menjadi aksen unik, sementara drapery di bagian pinggul mempertegas siluet tubuh.

Gaun tersebut dipilih atas permintaan Hagai Pakan, stylist Dian, dengan proses penyesuaian melalui satu kali fitting sebelum dibawa ke Busan. "Kami puas dan senang banget melihat hasil akhirnya. It looks super amazing in Kak Dian,” kata Wilsen.

Lanjutan Koleksi Wilsen Willim x Dian Sastro

Kolaborasi Wilsen Willim dan Dian Sastrowardoyo berlanjut melalui koleksi busana siap pakai yang mendapat sambutan positif. Koleksi Part 1 yang diluncurkan pada Agustus 2026 telah habis terjual, membuka jalan bagi Part 2 yang mulai dipasarkan pada Oktober 2026.

Part 2 menghadirkan beberapa potongan kunci seperti Pointed Pintuck Shirt dan Janggan Shirt. Di sisi busana formal terdapat tiga interpretasi beskap: Single Button Beskap, Detachable Crop Beskap, dan Military Beskap. Pilihan rok melengkapi rangkaian dengan Ruched Peplum Skirt, Multi-Pleated Apron Skirt, serta Side-Draped Skirt.

Part 1 sendiri menawarkan 13 busana siap pakai yang terinspirasi dari siluet tradisional Indonesia, termasuk kebaya Kartini, kebaya kutubaru, atasan Janggan, beskap, dan surjan. Penggunaan material beragam—katun, suiting fabric, jacquard, serta batik tulis Cirebon berbahan dasar katun—membawa karakter warisan Nusantara ke dalam pendekatan desain yang lebih kontemporer.

Gaya Dian Sastrowardoyo di Busan

Penampilan Dian pada closing ceremony menjadi penutup dari rangkaian busana yang dikenakannya selama berada di Busan. Sebelumnya, saat pemutaran perdana dunia filmnya Laut Bercerita pada 11 Oktober 2026, ia tampil mengenakan rancangan Biyan Wanaatmadja berupa blazer hitam berhias aplikasi bunga tiga dimensi yang dipadukan dengan rok panjang bertekstur.

Perincian aksesori pada momen itu termasuk sepatu Mary Jane hitam, jam tangan Bulgari Aluminium Capri Solotempo dengan dial biru, serta anting kecil. Rambut lurus berbelahan samping dan riasan bernuansa lembut menjaga keseimbangan keseluruhan tampilan.

Dua penampilan tersebut menghadirkan karakter yang berbeda. Biyan menonjolkan permainan tekstur dan aplikasi bunga, sedangkan Wilsen menekankan potongan, material, dan konstruksi. Melalui kedua pilihan ini, Dian membawa karya perancang Indonesia ke panggung internasional—menjadikan busana bagian dari cerita yang ia bawa pulang dari Busan.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading