Sukses

FimelaMom

Ciri Anak dengan Deep Thinking Style yang Sering Tidak Disadari Orangtua

Fimela.com, Jakarta - Setiap anak memiliki cara unik dalam memahami dunia di sekitarnya. Ada yang cepat bereaksi dan spontan, namun ada pula anak yang cenderung tenang, penuh pertimbangan, dan tampak tenggelam dalam pikirannya sendiri. Anak dengan karakter seperti ini sering kali disalahartikan sebagai pendiam, pemalu, atau kurang aktif, padahal di balik sikapnya yang tenang, ada proses berpikir yang sangat mendalam dan kompleks.

Anak dengan deep thinking style biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk merespons karena mereka memproses informasi secara menyeluruh. Mereka tidak hanya mendengar atau melihat, tetapi juga menganalisis, menghubungkan, dan merenungkan makna dari setiap pengalaman yang dialami. Inilah sebabnya mereka kerap melontarkan pertanyaan yang terdengar berat untuk usianya, atau menunjukkan minat besar pada topik-topik yang membutuhkan pemikiran mendalam.

Banyak pakar perkembangan anak menyebut bahwa gaya berpikir mendalam merupakan bagian dari kepekaan kognitif dan emosional yang kuat. Dilansir dari Modern Alternative Mama, anak dengan deep thinking style cenderung memproses dunia secara reflektif, sehingga membutuhkan pendekatan pengasuhan yang lebih penuh empati dan pemahaman.

Apa Itu Deep Thinking Style pada Anak

Deep thinking style adalah gaya berpikir di mana anak memproses informasi secara mendalam, tidak terburu-buru, dan penuh pertimbangan. Anak dengan gaya berpikir ini biasanya tidak puas dengan jawaban singkat karena mereka ingin memahami alasan, hubungan sebab-akibat, serta makna di balik suatu peristiwa. Cara berpikir ini membuat mereka kaya akan refleksi dan pemikiran abstrak sejak usia dini.

1. Sering Bertanya Hal yang Mendalam

Anak dengan deep thinking style dikenal gemar bertanya, namun pertanyaannya sering kali bersifat konseptual dan reflektif. Mereka tidak hanya ingin tahu “apa”, tetapi juga “mengapa” dan “bagaimana”. Rasa ingin tahu ini muncul karena mereka berusaha memahami dunia secara utuh, bukan sekadar menerima informasi permukaan.

2. Membutuhkan Waktu untuk Merespons

Tidak jarang anak pemikir mendalam terlihat lambat menjawab atau bereaksi. Hal ini bukan karena mereka tidak paham, melainkan karena otaknya sedang memproses informasi secara menyeluruh. Mereka mempertimbangkan berbagai kemungkinan sebelum mengungkapkan pendapat atau mengambil keputusan.

3. Suka Merenung dan Berpikir Sendiri

Anak dengan gaya berpikir mendalam sering menikmati waktu sendiri. Saat terlihat diam, sebenarnya mereka sedang menyusun pikiran, mengulang pengalaman, atau menganalisis sesuatu yang menarik perhatian mereka. Waktu menyendiri ini menjadi bagian penting dari proses belajar dan pemahaman emosionalnya.

4. Tidak Mudah Puas dengan Jawaban Sederhana

Jawaban singkat seperti “memang begitu” atau “pokoknya” sering kali tidak memuaskan anak deep thinker. Mereka ingin penjelasan yang logis dan masuk akal. Ketika tidak mendapatkan jawaban yang sesuai, mereka bisa terus memikirkannya atau kembali bertanya di lain waktu.

5. Mampu Melihat Hubungan Antar Ide

Salah satu keunikan anak dengan deep thinking style adalah kemampuannya menghubungkan satu ide dengan ide lain. Mereka bisa mengaitkan cerita, pengalaman, atau perasaan dengan konteks yang lebih luas. Kemampuan ini menjadi fondasi berpikir kritis dan kreatif di masa depan.

6. Memiliki Empati yang Kuat

Karena terbiasa merenung dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang, anak pemikir mendalam sering menunjukkan empati yang tinggi. Mereka peka terhadap perasaan orang lain dan mampu memahami emosi secara lebih dalam, meski tidak selalu mengekspresikannya secara verbal.

Cara Orangtua Mendampingi Anak dengan Deep Thinking Style

Sahabat Fimela, orangtua perlu memberikan ruang aman bagi anak untuk bertanya dan berpikir tanpa tekanan. Ajak anak berdiskusi, dengarkan pendapatnya dengan sabar, dan hindari memotong proses berpikirnya. Memberikan waktu, validasi emosi, serta stimulasi yang sesuai akan membantu anak merasa dihargai dan berkembang optimal sesuai potensinya.

Penulis: Siti Nur Arisha

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading