Sukses

FimelaMom

Dampak Negatif Tidur Sore pada Anak yang Perlu Orangtua Waspadai

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, tidur sore sering dianggap sebagai solusi agar anak kembali segar setelah beraktivitas seharian. Banyak orang tua membiarkan anak tidur lama di sore hari tanpa menyadari dampaknya. Padahal, kebiasaan ini bisa memengaruhi kualitas tidur anak di malam hari.

Jika dilakukan terlalu sering, tidur sore dapat mengganggu pola istirahat alami tubuh. Anak menjadi sulit tidur malam dan mudah rewel keesokan harinya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kesehatan serta proses tumbuh kembangnya.

1. Mengganggu Pola Tidur Malam

Tidur sore yang terlalu lama dapat membuat anak sulit mengantuk saat malam hari. Tubuhnya masih merasa cukup istirahat sehingga jam biologisnya menjadi terganggu. Akibatnya, waktu tidur malam pun menjadi lebih larut dari biasanya.

Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, kualitas tidur anak akan menurun. Anak tidak mendapatkan tidur malam yang cukup dan optimal. Untuk jangka panjang, kebiasaan ini dapat memicu gangguan pola tidur yang sulit diperbaiki.

2. Anak Jadi Lebih Rewel

Anak yang kurang tidur malam cenderung lebih mudah marah dan sensitif. Hal ini bisa terjadi karena tidur sore yang terlalu lama mengurangi kebutuhan tidur malamnya. Tubuh pun tidak mendapatkan fase tidur malam yang berkualitas.

Kurangnya tidur malam membuat emosi anak menjadi kurang stabil. Anak bisa lebih mudah menangis, rewel, dan sulit diajak bekerja sama. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi suasana di rumah maupun di sekolah.

3. Menurunkan Konsentrasi dan Daya Ingat

Pola tidur yang tidak teratur dapat mengganggu kemampuan anak untuk fokus. Anak menjadi lebih cepat mengantuk di waktu yang seharusnya aktif. Hal ini dapat berdampak pada proses belajar dan bermainnya.

Tidur sore yang berlebihan juga memengaruhi fungsi otak. Daya ingat anak bisa menurun dan sulit menerima informasi baru. Jika dibiarkan, prestasi belajar anak pun dapat ikut terpengaruh.

4. Meningkatkan Risiko Kelebihan Berat Badan

Tidur sore terlalu lama membuat waktu anak untuk bergerak menjadi berkurang. Aktivitas fisik yang minim dapat memengaruhi proses pembakaran kalori. Akibatnya, energi yang masuk ke tubuh tidak digunakan secara optimal.

Selain itu, anak cenderung ngemil saat malam hari karena sulit tidur. Kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan kalori harian. Dalam jangka panjang, anak berisiko mengalami kenaikan berat badan.

5. Mengurangi Waktu Interaksi Keluarga

Waktu sore biasanya menjadi momen anak bermain dan bercengkerama dengan keluarga. Saat anak lebih banyak tidur di jam ini, kesempatan tersebut pun berkurang. Anak jadi kehilangan waktu berkualitas bersama orang terdekatnya.

Interaksi yang minim dapat memengaruhi perkembangan sosial anak. Anak menjadi kurang terlatih dalam berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan. Padahal, momen kebersamaan sangat penting untuk membentuk kedekatan emosional dalam keluarga.

Tidur sore memang bisa membantu memulihkan energi anak, tetapi tetap perlu dibatasi agar tidak mengganggu pola tidur malam. Durasi serta waktu tidur yang tepat akan membantu anak tumbuh lebih sehat, ceria, dan fokus dalam beraktivitas. Mulai sekarang, yuk perhatikan kebiasaan tidur si kecil!

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading