Sukses

FimelaMom

Cara yang Tepat untuk Orangtua Mendampingi Anak Perfeksionis

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah melihat anak yang selalu ingin juara 1, takut salah, dan mudah kecewa jika tidak meraih posisi teratas? Anak dengan kecenderungan perfeksionis seperti ini biasanya tampak disiplin, rajin belajar, dan berprestasi di sekolah. Di balik semangatnya, mereka juga berisiko mengalami tekanan mental dan kehilangan rasa percaya diri.

Perfeksionisme pada anak bukanlah hal yang sepenuhnya buruk, karena sikap ini bisa menjadi hal positif bila diarahkan dengan benar. Tanpa pendampingan yang sehat, anak perfeksionis justru bisa kesulitan menikmati proses belajar dan tumbuh kembangnya. Lalu bagaimana cara orang tua mendampingi anak perfeksionis agar tetap sehat secara emosional dan bahagia? Yuk disimak!

1. Ajarkan bahwa Kalah itu Hal Wajar

Anak perfeksionis cenderung menganggap kekalahan sebagai kegagalan besar. Orang tua perlu menanamkan bahwa kalah adalah bagian dari proses belajar. Ceritakan pengalaman pribadi saat melakukan kekalahan dan bagaimana kamu bisa bangkit kembali. Ini membantu anak memahami bahwa tidak ada manusia yang selalu sempurna.

2. Fokus pada Proses, Bukan Hanya Hasil

Orang tua perlu menekankan pentingnya proses, bukan hanya hasil akhir. Anak akan belajar bahwa usaha dan kerja keras lebih berharga daripada sekadar angka. Maka begitu, mereka bisa menikmati perjalanan belajar tanpa merasa terbebani.

Apresiasi dapat membuat anak merasa dihargai. Ucapkan kalimat seperti, “Ibu bangga kamu selama ini sudah berusaha keras,” agar anak fokus pada usaha. Cara ini membantu mereka tumbuh dengan rasa percaya diri tanpa harus selalu sempurna.

3. Hindari Tuntutan yang Terlalu Tinggi

Tanpa disadari, tuntutan orang tua bisa menjadi sumber tekanan bagi anak. Pastikan target yang diberikan sesuai dengan kemampuan dan usia anak. Anak yang terus merasa harus memenuhi ekspektasi tinggi akan lebih mudah cemas dan takut gagal.

4. Latih Anak untuk Mengelola Emosi

Ajarkan anak mengenali perasaannya saat kecewa atau marah karena hasil yang tidak sesuai harapan. Bantu mereka menenangkan diri, menarik napas, atau bercerita tentang perasaannya. Kemampuan mengelola emosi ini sangat penting untuk kesehatan mental anak kedepannya.

5. Dukung Minat Anak

Biarkan anak mengeksplorasi minatnya tanpa merasa harus selalu menjadi yang terbaik. Tunjukkan bahwa tujuan utama dari belajar dan beraktivitas adalah berkembang dan bahagia, bukan semata-mata menang atau sempurna.

6. Bantu Mereka Menghadapi Rasa Takut akan Kritik

Anak perfeksionis biasanya sangat sensitif terhadap kritik. Bantu mereka melihat kritik sebagai masukan untuk bertumbuh, bukan serangan terhadap harga diri mereka.

Sahabat Fimela, mendampingi anak perfeksionis bukan tentang menghilangkan sikap ingin berhasil, tetapi mengajarkan mereka untuk tetap mencintai diri sendiri meski belum sempurna. Dukungan, empati, dan komunikasi yang hangat, anak akan belajar bahwa proses jauh lebih berharga daripada sekadar hasil.

Yuk, mulai dampingi si kecil dengan lebih bijak hari ini. Dengarkan ceritanya, hargai usahanya, dan jadilah ruang aman bagi tumbuh kembangnya.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading