Sukses

FimelaMom

Berapa Lama ASI Aman Disimpan di Kulkas untuk Bayi?

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, ASI perah menjadi pilihan praktis bagi ibu yang tetap ingin memberikan nutrisi terbaik untuk bayi meski memiliki aktivitas padat. Masih banyak ibu yang bingung mengenai cara penyimpanan ASI yang benar, khususnya berapa lama ASI aman disimpan di kulkas agar tetap terjaga dan aman dikonsumsi bayi.

Memahami cara menyimpan ASI dengan benar itu sangat penting. ASI yang disimpan terlalu lama atau tidak sesuai aturan bisa jadi kurang aman untuk bayi. Yuk, simak penjelasannya supaya kamu tidak salah dalam menyimpan ASI!

Lama Penyimpanan ASI di Kulkas

Perbedaan lama penyimpanan ASI terjadi karena setiap bagian kulkas memiliki suhu yang berbeda. Semakin dingin suhunya, semakin lama ASI bisa bertahan dengan kualitas yang baik. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Kulkas Bagian Chiller (Suhu ±4°C)

Chiller adalah bagian kulkas biasa yang digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman. Suhunya dingin tetapi tidak membeku, sehingga ASI hanya bisa bertahan sekitar 3-4 hari. Penyimpanan ini cocok untuk ASI yang akan digunakan dalam waktu dekat.

2. Freezer Kulkas Satu Pintu (Suhu ±-10°C sampai -15°C)

Freezer satu pintu biasanya menyatu dengan kulkas dan sering dibuka-tutup. Suhunya lebih dingin dibanding chiller, sehingga ASI bisa bertahan sekitar 2 minggu. Namun, karena suhunya tidak selalu stabil, daya simpannya lebih pendek dibanding freezer terpisah.

3. Freezer Kulkas Dua Pintu atau Freezer Terpisah (Suhu ±-18°C)

Freezer dua pintu atau freezer khusus memiliki suhu lebih stabil dan jarang berubah. Pada suhu ini, ASI dapat disimpan lebih lama, yaitu sekitar 3-6 bulan. Ini adalah pilihan terbaik untuk menyimpan ASI dalam jangka panjang.

Tips Menyimpan ASI agar Tetap Aman

Agar kualitas ASI tetap terjaga, simpan ASI dalam botol atau kantong khusus ASI yang sudah disterilkan. Beri label tanggal dan jam pemerahan untuk memudahkanmu menggunakan ASI sesuai urutan penyimpanan. Sebaiknya letakkan ASI di bagian dalam kulkas, bukan di pintu, karena suhu di pintu kulkas cenderung tidak stabil.

Hindari menyimpan ASI bersamaan dengan makanan berbau menyengat untuk mencegah perubahan aroma. Selain itu, simpan ASI dalam porsi kecil agar tidak terbuang jika bayi tidak menghabiskannya.

Cara Menghangatkan ASI yang Benar

ASI beku sebaiknya dicairkan terlebih dahulu di chiller sebelum dihangatkan. Untuk menghangatkan, rendam botol ASI dalam air hangat, bukan air mendidih, dan jangan memanaskan ASI menggunakan microwave karena dapat merusak kandungan nutrisi penting di dalamnya.

ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya segera diberikan kepada bayi dan tidak dibekukan ulang. Jika ASI sudah diminum bayi, sisa ASI sebaiknya dibuang demi menjaga keamanan si kecil.

Sahabat Fimela, penyimpanan ASI yang tepat membantu memastikan bayi tetap mendapatkan nutrisi terbaik dari ASI, meski tidak langsung dari payudara. Semoga artikel ini bermanfaat, dengan memahami berapa lama ASI aman disimpan di kulkas dan cara penanganannya. 

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading